Surat Terakhir

Surat Terakhir
71 Kehidupan Baru


__ADS_3

sore menjelang magrib mereka sudah sampai di kota jogjakarta. Berkat salah satu kenalan Aldi mereka langsung mendatangi rumah yang sudah di kontrak, alhasil mereka tidak perlu kerepotan akan tinggal di mana. Lokasi tempat tinggal mereka tidak jauh dari kampus tempat Aldi menuntut ilmu, strategis dan cocok untuk membuka usaha.


Mereka di sambut oleh teman Aldi ,mereka kenal karena tergabung di grup wa para mahasiswa penerima beasiswa. Teman Aldi bernama Alif kebetulan Dia pun asli kota jogjakarta.


"Mas,Alif. Terima kasih ya sudah membantu kami mencarikan tempat tinggal, tempatnya nyaman dan juga strategis" ucap Arumi merasa bersyukur atas kebaikan Alif


" Sama-sama ,Mbak. kebetulan permintaan Aldi juga katanya kalian mau buka usaha dan membutuhkan tempat yang strategis. Alhamdulillah Alif juga dapat informasi dari saudara kalau tempat ini belum lama kosong. Jadi Alif langsung datang ke sini dan Alhamdulillah sesuai yang di inginkan." sahut Alif menjelaskan


"Maa syaa Allah,sekali lagi terima kasih ya sudah berbaik hati menolong kami semoga Allah membalas berkali-kali lipat"


"Iya Mbak sama-sama, mudah-mudahan betah ya di sini"


"In syaa Allah kami betah,mas Alif. di sini juga dekat dengan sekolah TK dan lingkungan olahraga. Kita harus mulai bikin konsep usaha nih, sepertinya belum ada toko dessert dengan harga yang ramah namun kualitas mewah hehe"


"Iya Kak, Aldi sepanjang jalan memperhatikan namun belum melihatnya kebanyakan kue kue untuk oleh-oleh ,ini harus segera direalisasikan kak, siapa tahu memang rejeki kita" sahut Aldi


"Di sini memang lebih ke angkringan, minuman tradisional. Tapi ada juga kok kue kue seperti yang Mbak sebut tadi cuma biasanya adanya di Cafe atau restoran,kalau konsep ruko atau rumahan belum ada sepertinya." ucap Alif


"Wah, Alhamdulillah. Alif apa kamu sudah bekerja?" tanya Arumi


"Alif baru lulus SMA Mbak,jadi belum sempat melamar pekerjaan. Kata bapak dan ibu Alif harus fokus kuliah, kalaupun bekerja paling ngajar les atau bantu ibu dan bapak di toko sembako kita." jawab Alif


"Kalau kamu tidak keberatan,kamu bisa bergabung dengan kita,kan kamu yang tahu wilayah ini,dan bisa bantu-bantu kita promosi sama orang-orang sini. Untuk masalah bayaran bisa di sesuaikan,itu pun jika Mas Alif bersedia."


"In syaa Allah Mbak,nanti Alif akan meminta izin sama bapak dan ibu. In syaa Allah kapan-kapan Alif memperkenalkan mereka pada mbak dan keluarga."


"Baiklah kalau begitu."


"O iya , Mbak,Al. Ini ada makanan yang ibu buat khusus buat kalian. Perjalanan kalian pasti melelahkan dan butuh tenaga. Aku sudah cerita sama ibu kalau kalian akan datang.


"Maa syaa Allah Alif harusnya kamu tidak perlu repot-repot,kamu sudah membantu ku mencari tempat tinggal saja sudah Alhamdulillah." ucap Aldi sungkan

__ADS_1


"Iya,mas Alif kami jadi tidak enak" sambung Arumi


"Anggap saja ini bentuk perkenalan kita,dan saya juga senang bisa membantu kalian. Kalau begitu saya pamit dulu ya,ibu pasti cemas menunggu ku pulang. Rumah ini belum lama kosong jadi semuanya masih bersih dan terawat,aku hanya memasang sprei yang diberikan pemilik rumah saja, selebihnya tidak hehe"


"Baiklah besok-besok ke sini lagi ya, sekali lagi terima kasih untuk semuanya"


"Iya sama-sama"


Setelah Alif meninggalkan kediaman baru mereka,Arumi dan yang lainnya pun membersihkan diri, setelah itu menyantap hidangan yang dibawakan oleh Alif. gudeg khas Jogja ,ayam goreng dan nasi putih, nikmat mana lagi yang mereka dustakan .


"Rafa,apa kamu senang tinggal di sini?" tanya Arumi setelah menyelesaikan makan malam.


Rafa hanya mengangguk,karena mulutnya masih di penuhi oleh air minum.


"Rafa senang Bu, mudah-mudahan Rafa bertemu teman teman yang baik dan nggak nanyain lagi masalah Ayah. Kalau kejadian di tempat lama terulang lagi aku memilih di rumah saja sama ibu" ucap Rafa sendu.


Ada rasa kasihan melihat Rafa yang saat ini, apakah perlu memberitahu kebenarannya saat ini sedangkan Arumi belum mendapatkan kabar lagi,jika Arumi memberi tahu ia takut kalau Rafa akan menolak atau malah memaksa untuk bisa menemui mereka.


"Wah,ibu keren . Rafa pasti bantu ibu"


"Anak pintar"


***


5 bulan kemudian ...


Kehidupan Arumi di jogjakarta terbilang sukses karena ia belum mengalami kendala yang berarti dan selalu mendapatkan kemudahan. Toko kue yang cukup laris dan banyak diminati,semua itu berkat promosi Alif dan Aldi yang tidak malu untuk menawarkan kue kepada orang-orang. promosi harga yang merakyat membuat siapapun bisa datang dan mencicipi kue buatan tangan Arumi.


Sedangkan keadaan Rafa sudah semakin membaik,Dia bertemu dengan teman-teman seusianya yang baik dan tidak mempertanyakan keberadaan ayah Rafa,hal itu membuat kenyamanan untuk Rafa bisa berbaur dan berkomunikasi.


**

__ADS_1


Sedangkan di lain tempat Putra masih berusaha mencari keberadaan istrinya, berkali-kali ia datang ke rumah lama milik Arumi namun jawaban yang sama yang ia dapatkan. Lalu apa kabar dengan Arka? Anak itu merasakan penyesalan dan rasa bersalah yang dalam,bahkan Putra mendatangkan psikolog untuk berkomunikasi dengan putranya. Satu-satunya cara untuk Arka bisa kembali ke keadaan semula adalah dipertemukan dengan mereka yaitu keluarga Arumi.


Pukul 8 malam Arumi menerima telpon dari kerabatnya, setelah sekian lama menunggu kabar akhirnya ia menelpon juga. Arumi berharap ada kabar baik bahkan hal yang selama ini ia doakan menjadi kenyataan,tapi semua adalah kehendak Tuhan.


"Assalamualaikum mbak, apa kabar?" ucap salam Arumi menjawab telepon.


"Waalaikumsallam Rum,kabar mbak baik,gimana keadaan kalian semuanya?"


"Alhamdulillah kami baik mbak, seperti yang sudah aku ceritakan tentang kepindahan kami, semuanya berjalan lancar. Apa ada kabar baik Mbak?" tanya Arumi hati-hati


Suasana hening seketika, sampai akhirnya suara isakan terdengar.


"Mbak kenapa,kok nangis? cerita mbak" tanya Arumi panik


"Rum,terima kasih untuk semuanya, terima kasih sudah menjaga Rafa dengan baik bahkan mengorbankan kebahagiaan kamu "


"Sama-sama Mbak,aku ikhlas. Tapi kenapa mbak menangis apa terjadi sesuatu yang buruk?" Arumi mulai berpikir yang tidak-tidak, berharap berita itu tidak pernah terjadi,ia tidak ingin membuat Rafa terpuruk bahkan sedih jika harus menutupi kenyataan lebih banyak lagi.


"Rum, semuanya sudah selesai. Mbak akan segera kembali menemui kalian semuanya,mbak tidak akan pergi untuk waktu yang lama lagi. Tolong izinkan mbak untuk menebus waktu mbak bersama Rafa."


"Iya Mbak,Rafa milik kalian tapi kenapa,apa yang selesai mbak?" Arumi belum mendapatkan jawaban dari rasa penasarannya, bagaimana keadaan ayah Rafa? itu pertanyaan-pertanyaan yang bersarang di kepalanya.


***


Aku kembali setelah lama istirahat.


Mohon maaf lahir dan batin untuk semuanya.


Semoga kalian masih menunggu kelanjutan cerita ini sampai selesai.


Terima kasih bagi yang sudah membaca, do'akan aku Istiqomah menulis hehe

__ADS_1


__ADS_2