Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST


__ADS_3

Putra masih berusaha menjalan aksi yang dituntun oleh hasratnya. Dia laki-laki normal yang membutuhkan tempat halal untuk melampiaskan hasratnya, bersabar tentu saja sudah ia lakukan bahkan saat masih bersama almarhumah istrinya dulu, kebersamaan mereka yang singkat itu membuat Putra harus kembali berpuasa sebab saat itu Inka pun terlalu lemah untuk memenuhi kewajibannya sebagai seorang istri.


Lalu apakah kini ia harus kembali menunda? Ohh rasanya Putra tidak akan sanggup lagi.


"Mas,ini masih siang dan diluar ada keluarga mu,aku malu. Bagaimana kalau mereka mendengarkan kita?" ucap Arumi kembali, berharap Putra bisa lebih bersabar.


Saat Putra akan membuka suara untuk menyahut ucapan Arumi,bunyi hapenya terdengar nyaring ada beberapa pesan yang masuk. Mau tidak mau Putra melepaskan Arumi,rasanya lega setelah itu Arumi berlari ke arah kamar mandi untuk menghindari Putra dan juga detak jantungnya yang berdegup kencang,ia tidak ingin Putra mengetahuinya.


Putra hanya tersenyum melihat hal itu dan kembali mengambil hapenya untuk membaca pesan yang masuk.


📩 Ayah Erwin


Ayah dan ibu pamit pulang,begitu juga dengan ibumu dan Arka. Nikmatilah kebersamaan kalian berdua dan segera berikan kami kabar baik . Arka begitu menginginkan adik dan kami pastinya menginginkan cucu lagi. Berbahagialah dan jangan mengulangi kesalahan yang sama .

__ADS_1


Putra tersenyum membaca pesan yang di kirim oleh ayah mertua yang sudah ia anggap sebagai ayah sendiri. Mereka begitu pengertian dan hal ini tentunya menjadi senjata yang akan membuat Arumi setuju dan tidak bisa mengelak lagi.


30 menit berlalu namun Arumi belum juga keluar dari kamar mandi,padahal ia bukan tipikal wanita yang suka berlama-lama di dalam kamar mandi. Putra pun mencoba menghampiri sang istri, mungkin saja ketiduran atau sebenarnya Arumi sedang menghindarinya.


tok... tok...tok


"Sayang, kenapa lama sekali di dalam kamar mandi? apa kamu ketiduran?" ucap Putra


Sedangkan di dalam kamar mandi Arumi sedang gugup di tambah ia lupa membawa pakaian ganti, karena menghindari suaminya dan gugup ia sampai melupakan baju ganti.


"Cuma apa sayang?"


"Aku lupa membawa baju ganti mas,apa aku boleh minta tolong mas mengambilnya." ucap Arumi malu

__ADS_1


Sedangkan di luar kamar mandi Putra sedang tersenyum simpul,entah apa yang akan dilakukan ayah satu anak itu.


"Kenapa harus ganti di dalam,di luar saja. mas tidak tahu selera pakaian mu."sahut Putra beralasan


"Mas, ambilkan yang mana saja,aku pasti memakainya."


"Kamu yakin? terserah mas ya,mau diambilkan yang mana saja kamu harus memakainya." ucap Putra tersenyum penuh maksud.


"Iya mas, pokonya apapun yang mas ambilkan aku akan pakai. Cepat mas,aku sudah kedinginan."


"Baiklah, tunggu sebentar ya."


Putra pun mendekat ke lemari pakaian yang sudah terdapat pakaian Arumi dan miliknya. Sebelum menemukan keberadaan Arumi,Putra sudah berinisiatif untuk membeli pakaian istrinya dan mengisi lemarinya sendiri,dan ternyata semuanya tidak sia-sia . Senyum putra mengembang setelah menemukan pakaian yang ia cari,hmmh sepertinya ada yang tidak beres dengan pakaian yang sejak tadi ia pandangi dengan senyum penuh maksud.

__ADS_1


"Sayang ini bajunya .." ucap Putra sambil mengetuk pintu kamar mandi. Tak lama Arumi pun membukanya dan mengeluarkan tangannya untuk mengambil baju ganti dari suaminya.


"Maaaaasssssssssss!!" Teriak Arumi dari dalam kamar mandi, sedangkan putra hanya tertawa cekikikan


__ADS_2