Surat Terakhir

Surat Terakhir
Drama penjemputan Rafa STS2


__ADS_3

Kurang dari 1 jam Arumi sudah berada di depan pagar besar yang mengurung rumah mewah bertingkat tersebut. Dari alamat yang tertulis di sebuah kartu nama yang dipegangnya,maka tempat inilah yang menjadi tujuannya.


Saat Arumi sedang melirik ke kiri dan ke kanan untuk mencari penghuni rumah, tiba-tiba pak satpam bertanya .


"Mbak sedang mencari siapa?" tanya satpam yang bertugas menjaga rumah tersebut


"Emmh...saya sedang mencari alamat yang ada di kartu nama ini,dan ternyata tempatnya di sini" ucap Arumi


"Memang siapa yang mbak cari?" tanya kembali satpam tersebut.


"Jadi gini pak,tadi saya telat menjemput anak saya di sekolah. Kata satpam sekolah tersebut anak saya ikut bersama temannya,dan kebetulan ayahnya menitipkan kartu nama ini," sahut Arumi yang langsung memberikan kartu nama yang diperolehnya pada satpam tersebut.


Pak satpam pun mengambil kartu nama tersebut dan ia baru paham tentang maksud tujuan perempuan muda tersebut.


"Sebentar ya,saya tanyakan orang rumah dulu apakah benar anak ibu ada di sini"


"Baik pak,saya akan menunggunya di sini"


Pak satpam pun segera berjalan ke arah pintu utama,dia ingin memastikan lebih dulu sebelum mengijinkan perempuan muda tersebut masuk .


Pukul 4 sore Putra kembali ke rumahnya,seperti rencana awalnya dia akan kembali ke rumah lebih cepat. Putra menghawatirkan anak kecil yang menjadi teman baru anaknya, takut takut orang tuanya telat menjemput sang anak,maka Putra berinisiatif untuk mengantarnya pulang.


Ketika Putra akan menekan klakson mobilnya sebagai tanda bahwa dia meminta di bukakan gerbang, namun rencana itu ia urungkan sesaat setelah melihat sesosok wanita yang berdiri di depan gerbang rumahnya. Putra memperhatikan wanita itu dari kejauhan sambil dibenaknya bertanya-tanya sedang apa disana ataukah dia yang akan menjemput anak kecil yang sekarang ada di dalam rumahnya?


sesaat kemudian satpam yang tadi masuk ke dalam rumah utama pun kembali menemui Arumi. satpam rumah itu pun melihat keberadaan mobil tuannya, ia lebih dulu membukakan gerbang tersebut, setelah tuannya masuk barulah Dia menyuruh wanita muda itu untuk masuk ke dalam rumah. Ia lebih dulu memastikan bahwa wanita tersebut benar bernama Arumi sesuai yang di ucapkan anak laki-laki yang merupakan teman majikannya.


"Saya sudah memastikan ke dalam rumah,dan memang benar ada seorang anak laki-laki yang merupakan teman dari anak majikan saya. Untuk memastikan saya ingin bertanya lebih dulu siapa nama Mbak,saya hanya ingin memastikan bahwa Anda adalah orang tua dari anak tersebut" ucap pak satpam


"Modus ngga ni satpam,apa emang pengen kenalan aja sama aku. Ihhh Arumi apa si yang ada di otak mu?" gumam Arumi dalam hatinya


"Mbak kok bengong si?"


"Maaf pak,baru kali ini ingin menjemput anak sendiri pake nanya nama segala"


"Yasudah kalau mbak tidak mau,berarti mbak bukan orang tua dari anak tersebut" ucap satpam yang akan meninggalkan gerbang menuju pos jaga


Belum sempat Arumi menjawab tiba-tiba satpam tersebut dipanggil oleh majikannya.


"Mang Mamat siapa orang itu?" tanya putra penasaran

__ADS_1


"Dia mengakungaku akan menjemput anaknya,pas saya tanya siapa namanya dia malah bengong,saya curiga kalau dia cuma oknum aaja" ucap mang Mamat yang mendapat gelengan kepala dari putra.


"Mungkin mang Mamat di kira modus ,karena menanyakan namanya. Lagian mamang ini suuzon saja,siapa tau dia memang ibu dari teman anak saya"


"Tapi pak,zaman sekarang kan sedang musim penculikan pak" ucap Mamat yang masih mempertahankan pendapatnya


"Mana mungkin dia bisa tahu ada anak kecil disini dan sedang menunggu jemputan. Kamu pikir Dia punya indra ke enam?"


"Ya tidak si pak,dia hanya menunjukkan kartu nama ini" mang Mamat menyerahkan kartu nama yang dia dapat dari wanita tersebut


"Coba saya lihat" putra pun mengambil kartu nama tersebut dari tangan mang Mamat " Ini kan kartu nama saya,sebelum saya menitipkan kartu nama ini ke satpam sekolah"


"Iya pak,kata mbak itu juga seperti itu"


"Lantas kenapa kamu tidak mempersilahkan Dia masuk,kenapa kamu membiarkan tamu menunggu dan berdiri di depan pagar,? bagaimana pun dia tetap tamu kita,yang harus di jamu dengan baik"


"Ma__maaf pak,saya hanya khawatir saja"


"Yasudah persilahkan dia masuk,dan situs masuk ke dalam rumah"


"Baik pak"


"Mbak Arumi ya?" tanya pak satpam basa-basi


"Dari mana dia tau namaku?" tanyanya dalam hati


"Mbak pasti bingung dari mana saya tau nama Mbak, sebelumnya saya sempat bertanya pada anak kecil di dalam. Saya tidak ada maksud apapun selain ingin memastikan bahwa nama yang di katakan anak tersebut adalah benar nama Mbak" ucap pak satpam menjelaskan kesalah pahaman di otak suuzon Arumi


Arumi pun menganggukkan kepalanya,tanda bahwa dia paham .


"Baiklah kalau begitu,saya harus segera menjemput anak saya,sudah sore juga. Tidak enak membiarkan anak saya berlama-lama di rumah ini,takut merepotkan"


"Baik mba silahkan masuk"


Arini pun melangkahkan kakinya menuju pintu, ternyata sudah ada bi Hannas yang sudah menyambut kedatangan Arumi.


"Assalamualaikum " ucap salam Arumi


"Wa'alaikumussalam,pasti mamanya den Rafa ya?" tanya bi Hannas sok akrab

__ADS_1


"Benar Bu,saya ibunya Rafa"


"Wah cantik ya dan masih muda pula. Silahkan masuk mbak,saya akan buatkan minum dahulu" ucap Bu Hannas setelah mempersilahkan Arumi masuk dan duduk.


"Terima kasih,ibu tidak perlu repot-repot saya hanya ingin me jemput anak saya dan setelah itu langsung pamit pulang."


"Kenapa buru-buru si Mbak,oiya panggil saya bi hannas saja ya? saya salah satu IRT di rumah ini"


"Emmm,baik Bi"


"Ih pinter,aku pamit kebelakang dulu ya Mbak"


Bi Hannas berjalan menuju dapur untuk membawakan minuman untuk tamu tuannya,di waktu yang sama putra sudah selesai membersihkan diri dan segera menemui anaknya.


"Bi,apa tamunya sudah masuk ke rumah?" tanya Putra


"Sudah pak,bapak tau tidak ibunya den Rafa itu masih muda dan cantik pula,saya kalau jadi laki-laki pasti naksir pak" ucap bi Hannas ngaco ngaler ngidul membuat putra meninggalkannya di bawah tangga .


"Ih jahat,lagi asikasik promo dia malah pergi" ucap Bi Hannas langsung menuju ke dapur.


Putra menghampiri kedua bocah laki-laki yang sedang asik bermain,bahkan mereka tidak menyadari kedatangan putra.


"Ekhemmmm .." putra berdehem


Keduanya pun kompak menoleh.


"Kalian serius sekali bermain sampai melupakan keberadaan ayah" Ucap putra pura-pura sedih.


"Maaf ayah,kami terlalu asik bermain. Ayah sudah pulang?"


"Baiklah ayah maafkan,iya ayah sudah pulang. Ayak pikir Rafa tidak akan di jemput, dan kita akan mengantarkannya pulang. Namun jemputan Rafa ternyata sudah datang dan sedang menunggu di ruang tamu." Ucap Rafa dan langsung berlari ke arah ruang tamu.


"Ibuuuuuu" teriak Rafa ketika melihat sang ibu. Arumi pun menoleh dan melihat keberadaan sang anak.


"Ya ampun anak tampan ku,maafkan ibu ya yang telat menjemput mu" ucap Arumi yang memeluk putranya sambil mencium wajahnya berkali-kali.


Tanpa keduanya sadari ada dua pasang mata yang sedang memperhatikan mereka,entah apa yang mereka pikirkan, orang tua yang menyayangi anaknya atau anak yang beruntung karena memilik seorang ibu. Entahlah mungkin itu yang keduanya pertanyakan.


***

__ADS_1


Aku menulis tanpa membaca kembali mohon maaf bila terdapat banyak typo dan pengulangan kata atau kesalahan lainnya.


__ADS_2