Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST26


__ADS_3

Setelah kejadian pingsannya Inka,ia melarang sahabatnya memberitahukan kenapa Dia pingsan,karena menurutnya itu bukanlah hal besar,Inka tidak ingin membuat keluarganya khawatir.


Namun untuk memastikan kenapa Inka sakit Sepulang kuliah nanti Dia akan memeriksakan diri ke dokter.


Hari ini Inka tidak mengikuti kelas,Dia memilih untuk mengistirahatkan tubuhnya di ruang UKS itupun atas izin dokter. Pukul 1 siang keadaan Inka sudah membaik,Inka memilih untuk memeriksakan diri sesuai anjuran dokter. Bermodalkan surat rujukan dari dokter yang berjaga di kampus Inka pergi ke rumah sakit menggunakan taksi.


Ketiga sahabatnya menawarkan diri untuk menemani Inka,namun dengan tegas Dia menolak dengan alasan tidak ingin merepotkan. Sesampainya di rumah sakit Inka langsung mendaftar diri dan membuat janji dengan dokter. Namun sesaat setelah mendaftar Inka melihat pemandangan yang tidak biasa.


Inka melihat suaminya yang sedang mendorong seseorang dengan kursi roda,dan lebih mengejutkan lagi Inka mengenali siapa wanita yang bersama suaminya.


"Ternyata semalam kamu tidak pulang adalah untuk menemani Bu Raya. Kenapa nasibku semalang ini mas, mendapati kenyataan yang membuatku semakin terluka. Harusnya kamu jujur sejak awal " ucap Inka menatap keduanya


Inka memutuskan untuk pulang dan tidak jadi memeriksakan kesehatannya,karena Dia meyakini bahwa sakitnya adalah hal biasa,bahkan sejak di asrama dulu ia sering mengalaminya.


Pukul 3 sore Inka sampai di kediaman suaminya,Inka memutuskan untuk membersihkan diri dan mengistirahatka tubuhnya yang masih lemah dan terlihat pucat. Selang beberapa waktu Putra Pulang ke rumahnya,ia mencari sosok inka namun tidak ada.


Putra memutuskan untuk mengetuk kamar Inka, setelah beberapa waktu akhirnya Dia keluar dari kamarnya.


Tok...tok.. tok


"Inka apa kamu ada di dalam?"


Dengan kepala yang masih pusing dan wajah pucat Inka membuka pintu kamarnya.


"Ceklek" (Anggaplah suara pintu di buka 😁)


"Ada apa mas?" ucap Inka pelan.


Putra sejenak melihat raut wajah Inka,dan menyadari kalau Dia sedang sakit.


"Kamu sakit?" tanya Putra


Inka menggelengkan kepalanya.


"Aku baik-baik saja mas. Ada perlu apa?"

__ADS_1


"Sepertinya kamu tidak baik-baik saja"


"Tidak apa apa mas,jangan menghawatirkan aku. Aku bisa mengurus semuanya sendiri. Apa ada yang bisa aku bantu?"


"Hmmh Apa kamu sudah makan?" tanya Putra


Inka tersenyum miris, seandainya perhatian ini diberikan oleh suami yang mencintainya pasti akan sangat membahagiakan untuk Inka.


"Memangnya kenapa mas?"


"Aku akan memesan makanan,jika kamu mau biar aku pesankan sekalian"


Lagi-lagi Inka kembali tersenyum.


"Mas,jangan memberikan perhatian yang akan membuatku banyak berharap, sedangkan mas sendiri yang mengatakan bahwa mas menikahi ku karena desakan ibu. Aku memutuskan untuk tidak bergantung kepadamu dan pernikahan kita. Rasanya tidak akan mudah jika aku berjuang sendiri. Mas makan saja duluan,maaf aku belum bisa memasakkan makanan untuk mu,badanku sepertinya sedang kecapean."


Ucapan Inka membuat Putra tidak bisa berkutik,karena sejak awal Dialah yang memutuskan untuk jujur dan menerima setiap konsekuensinya.


"Mas,aku permisi untuk masuk" ucap Inka dan menutup pintu kamarnya


Putra pun tersadar dari lamunannya,entah perasaan apa yang sedang Dia rasakan. Putra merasa bersalah karena sudah melibatkan Inka dalam pernikahan ini.


**


"Mas sudah rapih mau pergi kemana?"tanya Inka pada suaminya


Putra bingung harus menjawab apa, sedangkan Inka cukup mengerti bahwa suaminya akan menemui mantan tunangannya.


"A__aku mau pergi keluar" ucapan singkat


"Apa mas tidak akan pulang lagi?" tanya Inka


"Tidurlah dan kamu tidak perlu menunggu"


Inka tersenyum.

__ADS_1


"Mas apa aku menginap di rumah ayah saja ya,aku takut sendirian di rumah sebesar ini. Apalagi saat Mas tidak pulang" ucap Inka berkata jujur


Putra terkejut, bagaimana mungkin seseorang yang baru menikah sudah harus tidur terpisah,apa kata keluarganya nanti.


"Ja__jangan ,aku tidak mau ayah dan keluarga lainnya berpikiran yang tidak-tidak, apalagi pernikahan Kitu belum lama di laksanakan"


"Kalau tidak aku menginap di rumah sahabatku Hesti? aku yakin ayah dan yang lainnya tidak akan curiga"


"Mas boleh aku tanya?"


Putra yang masih diam mematung pun akhirnya menyahut.


"Apa?"


"Mas,apa benar-benar tidak ada kesempatan untuk pernikahan kita? tanya inka hati-hati


Putra bingung harus me jawab apa saat Inka bertanya hal yang ia takutkan.


as


"Aku tidak tahu ,yang jelas saat ini aku ingin hubungan kita seperti awal kita bertemu. Aku tidak ingin kamu berharap banyak dengan semua yang kita jalani saat ini"


Inka meratapi kesedihan yang harusnya adalah kebahagiaan,Dia tidak menyangka kalau laki-laki yang dicintainya begitu tidak mendambakan pernikahan.


"Pergilah mas,takut ada seseorang yang menunggu mu. Jika mas tidak pulang lagi,aku akan mengunci semua pintu,sebab saat kemarin semua aku ketiduran aku lupa menutup jendela.


"Kenapa Dia bisa se tegar itu,apa aku terlalu jahat memperlakukan Inka" batin Putra.


"Mas... mas,ko bengong?" Tanya Inka sambil menggoyangkan pundaknya.


"Eh ..kenapa kamu?


"Tidak apa apa,aku hanya mengingatkan. Jika kamu ingin berangkat segera lah pergi dan hati-hati saat mengemudi. " ucap Inka meninggalkan Putra yang masih terdiam di tempatnya.


***

__ADS_1


Aku mengantuk,segini dulu ya kita lanjutkan besok.


Jangan lupa dukungannya ❤️😊


__ADS_2