
Setelah keriuhan yang terjadi akhirnya kami masuk ke dalam kelas, kami dengar guru baru itu akan masuk ke dalam kelas ku hari ini,dan semua siswi begitu antusias,namun tidak dengan aku dan lala.
Keriuhan di dalam kelas tiba-tiba hening karena kedatangan seorang guru tampan yang sangat menarik perhatian. Wajar jika penghuni kelas ini histeris akan kedatangan seorang pria tampan,karena di kelas ini semuanya perempuan,jika pun ada laki-laki tidak lain tidak bukan adalah pak Budi guru bahasa Inggris yang galaknya luar biasa dan pak Agung guru fisika yang baik tapi rajin ngasih tugas. Selain keduanya sepertinya tidak ada lagi.
"Selamat pagi, perkenalkan nama saya Putra Aditya,mulai hari ini saya akan mengajar mata pelajaran Sejarah. Mungkin itu saja perkenalan dari saya,semoga kita bisa bekerjasama dengan baik dalam proses belajar mengajar ini. Jika ada yang mau ditanyakan saya persilahkan"
Setelah teman-teman sekelas ku mendengar perkenalan dari pak Putra , mereka mulai kasak-kusuk untuk membuat pertanyaan. Sedangkan aku tidak sedikitpun berniat untuk mencari perhatian dari guru baru tersebut, lain halnya dengan gigi yang begitu antusias.
"Pak,masih lajang atau sudah menikah?"
"Pak,hobinya apa?"
"Pak kelahiran tahun berapa?"
"Pak,kenapa mau mengajar di sini?"
Pertanyaan demi pertanyaan sudah di berikan pada guru baru itu,dia nampak kebingungan harus menjawab pertanyaan yang mana.
"Apa harus saya menjawab pertanyaan kalian?" tanya pak putra pada mereka yang bertanya.
"Harus pak" sahut mereka serentak.
"Baiklah. Saya masih lajang,hobi saya berkeliling Nusantara bahkan sesekali ke luar negeri untuk mengajar dan bertukar pengalaman juga ilmu pengetahuan. Usia saya 25 tahun,saya mengajar di sini sebagai bagian dari hobi saya,dan sejujurnya saya di paksa kembali oleh ibu saya mengajar di sini dengan alasan yang tidak bisa saya sampaikan. Saya rasa tanya jawab kita sudah cukup, sebaiknya kita mulai pelajaran"
Setelah mendengar jawaban dari pak putra sepertinya kekaguman para siswi semakin bertambah,selain tampan dan pintar dia juga sengat patuh pada orangtuanya.
***
Semenjak kedatangan guru baru itu sepertinya semua siswi nampak lebih bersemangat lagi untuk masuk kelas, menurut ku itu bagus karena secara tidak langsung mereka tidak akan tertinggal mata pelajaran lagi, mereka tidak harus pura-pura sakit untuk tidak masuk ke kelas,namun berbeda dengan akhir-akhir ini ,karena kelas selalu penuh .
__ADS_1
Aku di tunjuk sebagai ketua kelas sejak awal,dan semua guru menugaskan aku untuk mengumpulkan tugas dan membawanya ke kantor. Seperti hari ini,pak putra memintaku untuk mengumpulkan tugas semua siswi dan membawanya ke kantor pak putra. Aku pun mulai mengambil tugas dari masing-masing siswi tak lupa mereka menitipkan salam dan juga hadiah untuk pak putra,dan dengan berat hati aku mengambil dan mengiyakan,karena aku sendiri merasa tidak enak.
Setelah terkumpul aku pun membawa tugas itu ke ruangan miliknya,namun saat aku masuk di ruangan itu ada ibu paruh baya, sepertinya mereka sedang berbicara hal yang serius, akupun mengurungkan niatku untuk mengetuk pintu dan memilih duduk di bangku tunggu. Hampir setengah jam aku menunggu akhirnya ibu itu keluar,tak lama pak putra pun keluar untuk mengantarkan sang ibu.
"Sejak kapan kamu di situ?" tanya pak putra pada aku .
"Maaf pak,saya tidak langsung mengetuk pintu ruangan bapak lebih awal, soalnya tadi saya lihat bapak sedang kedatangan tamu"
"Hmmh,apa tugas yang saya perintahkan sudah selesai?" tanyanya dengan nada dingin.
"Sudah pak,ini."
Setelah memberikan tugas yang diperintahkan putra,Inka pun langsung meninggalkan ruangan itu. Inka merasa tidak nyaman jika terlalu berlama-lama disana,terlebih sikap putra yang tidak bersahabat.
***
"Assalamualaikum"
"Wa'alaikumussalam, akhirnya kamu datang juga,ibu sudah berpikir bahwa kamu akan terus berlari dari ibu" ucap Puri pada putra sulungnya.
Putra yang mendengar ocehan ibunya pun tidak menyahut,dia sudah tidak bersemangat karena apapun yang akan dibicarakan ibunya adalah masalah pernikahan.
"Iya Bu aku sudah di sini berkat ibu" sahutnya sedikit kesal.
"Put,apa yang ibu bicarakan adalah serius,kapan kamu akan memperkenalkan sosok calon istri mu pada ibu? Ibu sudah kesepian di rumah ini,semenjak kepergian bapak dan adikmu yang sekolah di luar kota dan kamu yang selalu berkeliling Nusantara untuk menjadi pengajar bersama komunitas mu. Apa kamu tidak kasihan pada ibu? ibu seolah hidup sebatang kara padahal ada kalian" ucap ibu panjang lebar yang sudah mulai menitikkan air mata.
Putra yang melihat hal itu pun merasa bersalah,dia bingung harus menjawab apa, sampai-sampai putra membuat kebohongan yang membuat ibunya berharap lebih.
"Bu,apa ibu bisa bersabar sedikit lagi?" ucap putra ragu
__ADS_1
"Apa maksud kamu put?"
"Sejujurnya putra menyukai anak murid tempat Putra mengajar saat ini,tapi sayang di masih SMA . Kalau ibu bersabar sedikit sampai dia berusia 20 tahun,aku janji akan membawanya sebagai calon istriku" ucap putra mengarang
"Apa dia tau kalau kamu menyukainya?" tanya Puri penasaran
Putra sedikit bingung untuk menjawab.
"Ten..tu Bu,dia juga sepertinya menyukai putra,namun ini masih awal Bu,namun aku suka dia pada pandangan pertama. Seperti yang ibu tahu bahwa selama ini sulit bagiku menemukan orang yang cocok"
Bu Puri sedikit tersenyum.
"Tapi put,usia mu sudah 25 tahun jika menunggu dia sampai usia 20 tahun butuh 5 sampai 6 tahun lagi,ibu takut maut ibu dan jodoh kamu lebih cepat kematian ibu." ucapnya membuat putra terkejut.
"Ibu! jangan pernah berbicara sembarangan seperti itu,ibu akan mendampingi aku sampai aku punya keluarga seperti harapan ibu,jadi aku akan terus berdoa untuk keselamatan dan kesehatan ibu"
"Tapi kenyataannya memang begitu nak, semuanya kuasa Allah,manusia hanya bisa berencana"
"Aku janji sama ibu bahkan kalau di usianya yang ke 17 atau 18 tahun dia mau aku ajak nikah,aku akan melakukannya Bu. Tapi ibu tahu sendiri asrama itu sangat ketat,semua siswi tidak bisa keluar asrama sebelum lulus sekolah,mereka akan keluar asrama atas beberapa ketentuan saja,jadi aku mohon ibu sabar sebentar ya satu sampai dua tahun"
"Baiklah,ibu akan menagih janji kamu saat waktunya sudah tiba nanti,jika kamu membohongi ibu,maka ibu akan sangat kecewa sama kamu" ucap Bu Puri seolah mengancam.
"Iya Bu,aku akan berusaha yang terbaik untuk ibu"
Setelah berbicara banyak hal dengan ibunya,putra kembali ke kamarnya dan beristirahat di sana. Dia bingung memikirkan ucapan yang sudah terlanjur terlontar dari mulutnya. Putra mengarang mengenai seorang siswi yang dia sukai semata agar ibunya tidak terus menerus menerornya tentang pernikahan. Tapi untuk saat ini dan 2 tahun ke depan setidaknya dia aman dari ocehan ibunya.
***
Jangan lupa like,komen,vote biar aku semangat.
__ADS_1