
Arumi mencoba berdiri setelah beberapa saat terduduk,karena saat bangun tidur ia harus merilekskan tubuhnya lebih dulu setelah cukup nyaman ia pun akan berdiri dan melakukan aktivitas, karena jika Arumi memutuskan langsung bangun dan berdiri setelah bangun tidur makan ia akan merasakan pusing dan bisa saja terjatuh. Nampaknya semua orang pernah mengalami hal ini.
Putra dengan sabar menuntun sang istri menuju ke luar kamar,Arumi begitu terkejut dengan beberapa barang yang ada di kontrakan miliknya,karena sebelumnya tidak ada .
"Mas,ini televisi milik siapa?" tanya Arumi
"Milik kita sayang,"
"Kenapa membelinya? lagi pula tidak akan ada yang menonton mas,aku dan Aldi terlalu lelah beraktivitas kalau harus bersantai dan menonton televisi."
"Apa kamu tidak menyukainya? aku hanya ingin memberikan sedikit hiburan saja untuk kalian , soalnya keadaan rumah sepi, alangkah baiknya berbicang lebih dulu sambil menonton televisi baru setelah itu beristirahat dari aktivitas, bagaimanapun kalian pasti membutuhkan ini."
__ADS_1
"Hmmh ,baiklah terima kasih mas. Yasudah aku mau wudhu dan shalat, setelah itu aku akan memasak untuk makan siang." ucap Arumi langsung berjalan ke arah dapur
"Kamu tidak perlu memasak,aku sudah memasak makan siang untuk kita." ucap Putra membuat Arumi membalikkan badannya
"Kamu serius? tapi persediaan makanan ku sudah habis,aku belum sempat membelinya."
"Kamu tidak perlu khawatir,tadi aku sekalian ke supermarket untuk membeli persediaan makanan."
Arumi sedikit terkejut karena tidak menyangka bahwa pria yang ia kenali sebagai sosok dingin justru membuatnya berubah pikiran, bagaimana bisa ,apakah ini salah satu cara untuk meyakinkan Arumi? entahlah
Tak sampai disitu,Arumi langsung pergi ke dapur miliknya memeriksa kulkas dan tempat persediaan makanan lainnya. Stok beras yang terisi penuh, daging-dagingan, ikan-ikanan,dan seafood lainnya mengisi freezer kulkas tak lupa sayuran segar dan buah-buahan, nampaknya komponen 4 sehat 5 sempurna sudah terpenuhi di rumah ini .
__ADS_1
Sabun,pewangi,pasta gigi dan lainnya juga tak ketinggalan,kalau Arumi memutuskan untuk membuka mini market sepertinya sudah bisa. Ia memutuskan untuk kembali ke dalam rumah dan menkonfirmasi semuanya pada sang suami.
"Mas, apa-apaan semua ini? apa kamu melakukan semua ini?" ucap Arumi tidak enak hati
Putra yang sedang merapikan tempat tidur bekas Arumi pun menghentikan aktivitasnya dan tersenyum.
"Itu hanya sebagian kecil saja, penerimaan mu terhadapku jauh lebih berharga untuk ku. Jangan merasa sungkan atau tidak enak,lagi dan lagi itu belum sebanding dengan nafkah yang tidak kamu terima dariku,aku mohon kamu tidak menolaknya atau memprotes apa yang aku lakukan" ucap Putra
Arumi langsung berhambur memeluk Putra,ia merasa senang melihat perubahan Putra, mungkin ini adalah jalan yang tepat yang Arumi ambil.
"Terima kasih mas,aku menerima semuanya tanpa memprotes seperti yang kamu inginkan. Sekali lagi terima kasih sudah mau berubah dan mencari ku, sejujurnya aku sempat mengubur perasaan ini, nampaknya ia akan kembali kepermukaan."
__ADS_1
"Apa yang akan kembali kepermukaan sayang?"
"Hmmh mas kepo,aku mau shalat lebih dulu" ucap Arumi mengalihkan pembicaraan dan berlalu ke arah dapur. Sedangkan Putra hanya tersenyum, ternyata perasaannya berbalas.