
"Saya tidak pernah menceraikan Arumi dia masih sah sebagai istri saya secara agama maupun negara. Saya sudah mendaftarkan pernikahan kami secara hukum tepat beberapa hari kalian pergi,saya berusaha mencari kalian, berkali-kali saya datang ke rumah kalian tapi semuanya nihil."
Aldi terkejut untuk kesekian kalinya mendengar ucapan Putra,kenapa hal ini baru ia lakukan?Aldi menggantungkan harapan besar pada pernikahan keduanya, berharap sang kakak menemukan kebahagiaannya,namun Semua diluar ekspektasinya.
Putra mengerti tatapan mata Aldi seperti menuntut banyak pertanyaan,namun ia tidak ingin lagi membuat semuanya rumit,toh jauh sebelum mendiang istrinya pergi ia sudah mendapatkan restu,hanya saja saat itu hatinya masih begitu keras, meyakinkan diri bahwa ia tidak akan pernah menikah kembali atau membuka hati untuk wanita lain,namun nampaknya semua keinginan itu di luar kuasanya.
"Saya akan menjelaskan semuanya, sebelum itu kita pindahkan Arumi terlebih dahulu ke kamarnya." ucap putra
Sebelum putra mengangkat Arumi,tak lama kemudian Arumi terbangun.
"Aduh kepalaku pusing," ucapnya pelan
__ADS_1
"Apa sebaiknya kita ke rumah sakit saja." ucap Putra
Arumi yang belum sepenuhnya sadar melihat ke arah suara yang tidak asing di telinganya. Tatapan mata keduanya saling bertemu,deg jantung Arumi tiba-tiba berdetak cepat,jadi apa yang ia lihat sebelumnya bukanlah mimpi namun keberadaan putra benar adanya. Namun Arumi kembali memastikan penglihatannya,ia melihat bahkan mencubit tangannya yang masih lemah.
"Awww sakit, ternyata ini bukan mimpi." ucapnya
Aldi dan Putra yang melihat tingkah Arumi hanya menggelengkan kepalanya.
Arumi tak memperdulikan Omelan sang adik, fokusnya masih pada sesosok laki-laki uang ada di sampingnya.
"Ada perlu apa bapak kemari?" tanya Arumi terus terang
__ADS_1
Arumi kemudian mendudukkan dirinya setelah terbangun dari pingsan,ia menunggu jawaban apa yang akan diberikan Putra. Arumi berpikir urusannya dengan keluarga putra sudah selesai.
"Sebaiknya kamu makan dan minum obat lebih dulu, setelah keadaan kamu lebih baik saya akan menjelaskan semuanya." Putra membuat Arumi tercengang karena ucapan Putra, seolah laki-laki itu memiliki kepedulian pada Arumi,padahal sebelumnya tidak pernah.
Putra memesan makanan via aplikasi, awalnya Aldi menolak namun putra tetep kekeuh untuk memesankan makanan untuk mereka bertiga. Arumi sudah kembali ke kamarnya ia akan mengganti pakaiannya dan kembali bergabung untuk makan malam bersama Aldi dan Putra.
Saat makan malam berlangsung Putra baru menyadari sesuatu,dimana laki-laki kecil seukuran dengan anaknya? kemana dia karena sejak tadi ia tidak melihatnya?. Putra melihat ke segala arah ia pikir Rafa sedang tidur namun beberapa jam berlalu keberadaan anak itu tak kunjung terlihat, bukankah Arumi selalu memperhatikan anaknya.
Arumi dan Aldi paham dengan apa yang Putra lakukan saat ini,namun keduanya memilih tidak membuka suara saat makan.
Setelah selesai makan malam,Aldi menawarkan diri untuk membereskan meja makan,ia mengerti kalau keduanya harus bicara. Sejujurnya Aldi cukup senang, berharap apa yang di ucapkan Putra bukan main-main,dan benar-benar bisa membahagiakan kakaknya. Keduanya pun dalam situasi canggung setelah Aldi meninggal mereka berdua.
__ADS_1