Surat Terakhir

Surat Terakhir
Pamit


__ADS_3

Pukul 5 sore Arka dan putra sudah kembali dari kantor, Arka dengan wajah yang tidak bersahabat,namun Rafa tetap menyapanya dengan ramah, mungkin ini pertemuan terakhir mereka di rumah ini.


Arumi melihat wajah keduanya yang tidak begitu bersahabat memutuskan untuk tidak menunda-nunda tentang rencananya. Arumi kasihan melihat Rafa yang sudah tidak nyaman tapi harus pura-pura tersenyum.


"Pak,putra sudah kembali?" tanya Arumi menyambut seperti biasanya.


"Iya,saya sangat lelah."


"Arka sebaiknya kamu mandi karena kita harus ke rumah nenek bukan?" ucap Putra pada Arka.


Saat Arka akan menuju ke arah kamarnya Arumi berbicara untuk meminta waktu keduanya,ia ingin berpamitan dan tidak ingin pergi begitu saja.


"Sebentar pak,kami berdua ingin bicara" kata Arumi menginterupsi.


"Saya lelah,apa bisa besok saja?" sahut Putra


"Saya minta waktu bapak dan Arka untuk yang terakhir kalinya,saja janji kami tidak akan menggangu waktu kalian lagi" ucap Arumi terus terang


Putra mengernyitkan dahinya, nampaknya apa yang akan di sampaikan Arumi begitu penting, apalagi Putra melihat penampilan keduanya yang cukup rapih,padahal Putra tidak berencana mengajak mereka,karena keinginan Arka.


"Baiklah,mari kita ke ruang keluarga"

__ADS_1


Mereka berempat pun menuju ke ruang keluarga. Setelah duduk di masing-masing tempat Arumi pun membuka suara.


"Sebelumnya saya minta maaf karena sudah mengganggu waktu bapak dan juga Arka. Tapi saya harus mengatakannya sekarang,saya pikir ini waktu yang tepat dan saya tidak ingin menundanya lagi.


Putra dan Arka mendengarkan Arumi berbicara, meskipun keduanya bekum tahu apa yang akan disampaikan oleh Arumi.


"Katakanlah,kami akan mendengarkan"


"Saya dan Rafa ingin berpamitan dengan bapak Putra dan Arka,kami memutuskan untuk kembali ke rumah lama kami. Mungkin ini terkesan dadakan tapi bagi kami ini waktu yang cukup untuk memutuskan. Saya tidak tahu harus berkata apalagi, hubungan pernikahan yang saya dan bapak jalani tidak memiliki perubahan, semuanya sama seperti awal. Saya memutuskan menikah dengan bapak karena keinginan Rafa dan Arka,namun nampaknya Arka pun sudah tidak menginginkan keberadaan kami lagi,jadi kami putuskan untuk pulang saja" ucap Arumi menyampaikan maksud dan tujuan.


Putra dan Arka terkejut dengan apa yang Arumi katakan,ia tidak menyangka bahwa keduanya akan pergi dari rumah ini,Putra melihat wajah Arumi memastikan bahwa semuanya tidak benar,namun tatapan itu sungguh jujur. Sedangkan Arka melihat wajah sahabat sekaligus saudara yang sebentar lagi akan meninggalkan rumahnya, Rafa hanya membalas tatapan Arka dengan senyuman,seolah senyuman Rafa mengatakan, "Kamu tidak perlu khawatir,aku akan pergi".


"Apa maksud kamu ?" tanya putra memastikan


"Dan ini cincinnya saya kembalikan,saya tidak berhak menerima ini"


"Tapi kenapa mendadak seperti ini?"


"Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya ini tidak mendadak dan sudah dipikirkan masak-masak. Saya harap kita bisa menghormati keputusan masing-masing,saya pun tidak menyalakan bapak dalam hubungan ini,karena memang tidak mudah melupakan wanita yang bapak cintai begitu saja,lalu menerima pernikahan kita,saya cukup tahu diri pak. Mulai saat ini saya berharap semuanya akan kembali seperti semula"


Putra bingung harus menanggapi ucapan Arumi seperti apa, semuanya terasa tiba-tiba bagi dirinya, meskipun Putra cukup sadar sudah membuat keduanya tidak nyaman,namun bukan ini yang ia inginkan. Sejujurnya Putra sudah merasakan kenyamanan dengan keberadaan mereka berdua,namun akhir akhir ini Arka seolah bertingkah dan memintanya menjaga jarak dengan Rafa maupun ibunya.

__ADS_1


Putra seperti makan buah simalakama,ingin rasanya meminta penjelasan dari Arka,namun anak itu seolah membungkam. Putra sudah berjanji akan menuruti semua keinginannya,namun ternyata ini menjadi bumerang untuk dirinya.


Arumi dan Rafa berdiri , sebelumnya Arumi memberikan isyarat pada Rafa bahwa apa yang ingin dia bicarakan telah selesai.


"Kalau begitu kami berdua pamit ,pak dan juga Arka. Maafkan jika selama 5 bulan ini jika kami memiliki kesabaran yang disengaja maupun tidak,saya berharap kalian berdua menemukan kebahagiaan yang sebenarnya meskipun bukan dari kami berdua. Dan untuk kamu Arka, terima kasih sudah berbagi ayah dan juga berbagai kamar dengan Rafa,maafkan Rafa ya kalau dia sering membuat kamu kesal, setelah ini kamu bisa terbebas dari Rafa." ucap Arumi , setelah itu Rafa membuka suara untuk sekedar berpamitan.


"Arka izinkan aku terakhir kalinya memanggil ayah putra dengan panggilan ayah. " ucap Rafa meminta izin pada Arka.


Arka hanya diam dengan mata berkaca-kaca.


"Ayah, terima kasih ya,sudah mengizinkan aku jadi anak ayah meskipun hanya sebentar, setidaknya Rafa tahu rasanya memiliki ayah seperti apa. Aku bahagia yah, meskipun aku sadar ayah bukan sepenuhnya milik Rafa,namun Rafa tetap bersyukur sempat memiliki ayah. Terima kasih sekali lagi untuk kesempatan berharganya"


"Dan untuk Arka,maafkan aku jika selama ini memiliki salah sama kamu, atau aku sudah menyakiti kamu. Terima kasih untuk kamar kamu yang nyaman,dan mainan-mainan yang sangat canggih,aku senang berkat kamu aku merasakan ini semua. Tapi aku sadar bahwa aku sudah serakah menginginkan semuanya, mulai saat ini aku tidak akan melakukannya lagi,aku akan mengembalikan semua milik mu. Aku dan ibu mau pamit,jangan membenci aku ya,kita masih bisa jadi temen di sekolah,aku ingin Arka yang dulu,aku rela tidak memiliki ayah,asal aku punya sahabat seperti kamu yang dulu" ucap Rafa mengatakan uneg-unegnya untuk yang terakhir kalinya dengan air mata yang mengalir.


"Oiya pak, sampaikan salam saya untuk semua keluarga besar bapak dan almarhum istri bapak. Maaf saya tidak bisa memenuhi permintaan mereka untuk menjadi ibu dan istri yang baik untuk kalian,saya sangat senang bisa mengenal mereka. Kami pamit sekarang, Aldi sudah menjemput kami.


Keduanya pun meninggalkan rumah besar milik putra dengan perasaan haru, sebelumnya mereka sudah berpamitan pada yang lainnya. Lalu bagaimana perasaan Aldi? Anak itu sungguh sangat kecewa namun ia tidak bisa berbuat apa-apa,Arumi pun menyuruh Aldi untuk tidak melakukan hal-hal aneh, termasuk berbicara dengan Putra. Arumi ingin pergi dengan baik-baik tanpa beban.


**


Udah perih belum si?

__ADS_1


Terima kasih sudah membaca πŸ’•πŸ’•


__ADS_2