
Tanpa terasa air mata Arumi mengalir lebih Banyak, genggaman tangan mungil itu sudah menjawab semua ketakutannya. Para orangtua yang menyaksikan momen itu pun ikut bahagia dan terharu.
Putra melepaskan pelukannya dari sang anak,ia memberi isyarat pada Arka untuk memeluk Arumi dan Arka pun melakukannya. Arumi ikut mensejajarkan tubuhnya dengan Arka,tangis pecah tak lagi bisa dihindari. Arumi memeluk erat tubuh Arka, begitupun sebaliknya.
Tangan mungil itu mengelap air mata Arumi dengan jari-jari mungilnya, bukannya berhenti menangis ,Arumi . malah semakin sesegukan . "Ibu sudah jangan menangis lagi,apa ibu masih kesal dengan Arka?" tanya Arka yang merasa heran karena sang ibu masih saja menangis.
Arumi menggelengkan kepalanya "Ibu tidak kesal dengan Arka,ibu bahagia karena bisa memeluk Arka kembali." sahut Arumi
Kemudian Arka tersenyum dan kembali memeluk Arumi. Pemandangan mengharukan itu menjadi hal yang membahagiakan untuk keluarga,karena akhirnya semuanya bisa teratasi ,asal mau menyadari dan yang pernah pergi bisa saja kembali.
Pelukan itu terlepas,Arumi menyadari bahwa masih ada orang tua yang belum ia sapa. Arumi menghampiri satu persatu ayah dan juga kedua wanita yang paling berharga bagi Arka dan juga suaminya.
"Assalamualaikum. Ibu, Ayah. Apakabar? " salam Arumi sambil mencium tangan mereka.
"Kabar kami baik,nak. Alhamdulillah kamu bersedia kembali,kalau tidak kami pasti akan kesulitan menenangkan ayah dan anak itu." ucap Ibu Putra sambil mengarahkan pandangannya ke arah anak dan ayah itu.
Arumi hanya menanggapinya dengan senyuman sambil beralih menyalami yang lainnya. "Ayah bersyukur nak,menantu ayah yang satu itu langsung menyadari kesalahannya,dan langsung mencari mu, meskipun terlihat alot saat mencari mu, meskipun begitu usahanya patut diapresiasi hehe." ucap Erwin ikut menyindir Putra
"Iya ayah, Alhamdulillah semuanya sudah lebih baik.,"
__ADS_1
Dan terakhir adalah Maya ,ya perempuan yang mempunyai penyesalan tidak kalah besarnya dengan Erwin ,merasa sangat bahagia karena sumber kebahagiaan untuk anak dan cucunya telah kembali. Meskipun Inka sudah tiada namun mereka sudah menganggap Putra sebagai anak mereka terlepas adanya Dhika dan Maudy.
"Jangan pergi lagi nak,tetaplah bersama kali dan melahirkan cucu yang banyak untuk kami bertiga. Kami bahagia kepulangan mu,maafkan kecerobohan anak dan cucu kami." ucap Maya kembali menyindir ayah dan anak yang sedari tadi berdiri mendengar para orang tua menyebut keduanya, dan mengarahkan pandangannya seolah Putra dan arka tersangka tindak kriminal. Sedangkan Arumi hanya tersenyum dan bahagia karena ia masih diterima dengan baik di keluarga ini, meskipun sudah pernah pergi.
Acara peluk peluk sudah selesai,mereka sedikit bercerita panjang kali lebar. Sampai saat dimana Arka ingin bertanya mengenai Rafa,namun sang ayah segera menghalaunya karena mereka butuh istirahat sejenak.
"Ibu,Ayah dan juga Arka. Kami pamit istirahat sebentar ya,cape rasanya." ucap Putra
"Apa kalian sudah makan siang?" tanya ibu
"Kami sudah makan siang Bu,saat pulang tadi kami menyempatkan untuk makan."
"Boy,ayah pamit sebentar ya. Nanti kita ngobrol-ngobrol lagi,ayah yakin masih ada yang ingin kamu tanyakan pada ibu Arumi,sabar ya kami harus mengisi ulang energi kami lebih dulu.
Arka mengangguk "Baik, Ayah. Arka akan menunggu kalian,tapi janji akan menjawab pertanyaan Arka setelah ayah dan ibu beristirahat."
"Iya nak. " keduanya pun mencium kening Arka dan meninggalkan ketiganya di ruang tamu.
Setelah Arumi dan Arka benar-benar pergi,Arka kembali melamun.
__ADS_1
"Sayang kenapa,kok kamu malah bengong?"
Arka menggelengkan kepalanya.
"Apa kamu tidak senang ibu Arumi kembali?
Lagi-lagi Arka menggelengkan kepalanya.
"Lalu?"
"Apa Rafa tidak ikut kembali bersama ayah dan ibu, ya?" tanya Arka pada ketiganya dengan tatapan sendu.
Dan mereka pun akhirnya mengerti penyebab apa yang membuat cucu mereka murung.
***
PAMIT setelah ST selesai ya. Target si 100rb kata end.. Sekarang baru 87.5 rb Kata. Kalau aku rajin up mah dalam 1- 2 Minggu kedepan harusnya sudah selesai.
Terima kasih ya atas dukungan kalian semua ππ**.
__ADS_1