Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST


__ADS_3

Udah nggak punya semangat Nulis,idenya mentok bingung harus ngetik apa,itu yg bikin lama hehe. Novel ini udah dari awal aku bilang akan beres tapi ngeyel buat diterusin , berharap membantu penghasilan novel lainnya karena dia levelnya sekitar 7 masih lebih baik dibanding level novel aku yg lainnya, tapi pendapatannya bertahan diangka Rp 5000 /bln hehe.


TERIMA KASIH untuk kalian yang sudah baca,like,komen,vote dan kasih hadiah,tanpa kalian novel ini akan angker hehe.


***


Keesokan harinya acara pun di mulai Putra memberikan sambutan-sambutannya kepada seluruh warga yang berada di sekitar tempat tinggal Arumi dan Aldi,bahkan Putra pun tak melepaskan genggaman tangannya pada Arumi,semua yang melihat jelas tidak akan pernah meragukan bahwa mereka sepasang suami-istri.


Setelah sambutan dari pembawa acara,dan juga Putra selaku tuan rumah,warga pun dipersilahkan untuk menikmati santapan yang sudah di sediakan. Aldi pun mengundang teman-teman kampusnya, sekaligus ingin memeriahkan acara pasangan yang baru berkumpul kembali itu.


Menjelang ashar acara pun sudah selesai dilaksanakan, pegawai EO sudah berdatangan untuk merapikan tempat dan barang-barang lainnya, sedangkan sang pemilik rumah sedang beristirahat setelah membersihkan diri.


"Rasanya lelah sekali mas,baru acara syukuran seperti ini apalagi acara hajatan sungguhan,hhmhh aku tidak bisa membayangkannya." ucap Arumi yang tengah berbaring di atas ranjangnya

__ADS_1


"Setelah kembali ke Jakarta kita harus mengadakannya ,sayang. Mas akan membuat acara yang meriah untuk kita, sekaligus memperkenalkan kamu kepada tekad bisnis mas dan juga keluarga yang lainnya."


"Mas serius? tapi aku sudah tidak tertarik mas,aku sudah bersyukur dengan hubungan kita saat ini."


"Namun mas yang menginginkan,dunia harus tau kalau saat ini kamu adalah istri mas satu-satunya."


"Apa harus ya mas? "


**


Setelah selesai mengerjakan shalat magrib rencananya Arumi akan berbicara terus terang pada adiknya, bagaimana pun keadaannya Arumi tetap harus mendahulukan suaminya, meskipun ia begitu berat hati meninggalkan sang adik yang sedang menempuh pendidikan.


"Dek,kakak mau bicara,ini penting dan serius." ucap Arumi yang baru saja menyambut kedatangan suami dan adiknya dari masjid,Aldi mengernyitkan dahinya,apa sebenarnya yang akan dikatakan oleh kakak semata wayangnya.

__ADS_1


"Apa yang mau kakak bicarakan?" tanya Aldi sambil mendudukkan tubuhnya dilantai yang sudah dilapisi tikar tebal.


"Hmmh,dek kakak mau izin ikut pas Putra ke Jakarta apa boleh?" tanya Arumi menundukkan kepalanya ragu


Ingin rasanya Aldi tertawa terbahak-bahak,namun ia tetap harus menghargai kakaknya.


"Kenapa harus minta izin, kewajiban kakak memang mengikuti mas Putra bukan dengan Aldi. Apapun keputusan kakak Aldi akan mendukung dan mendoakan kebahagiaan kalian,jangan pikirkan Aldi,aku sudah besar kak" ucap Aldi bijaksana sambil tersenyum bahagia


"Tapi bagaimana dengan usaha yang baru beberapa bulan kita rintis ini dek,sudah banyak pelanggan yang menyukai kue buatan kita."


"Apa itu cukup penting saat ini? kakak tenang saja,aku dan Alif juga sari sudah belajar banyak dari kakak bahkan kakak pun menulis resep kue yang kita jual. Apa kakak lupa kalau Aldi juga sering membantu kakak membuat kue,jadi kakak tidak perlu khawatir,aku akan tetap menjalankan usaha ini dan membuatnya lebih maju,bukan hanya belajar ilmunya saat aku kuliah,tapi aku sudah langsung mempraktekkan semuanya..."


"Jadi kakak harus percaya pada Aldi bahwa Aldi akan baik-baik saja di sini,dan kita harus saling mendoakan,yang terpenting saat ini adalah kakak harus menjemput kebahagiaan kakak." ucap Aldi dengan mata berkaca-kaca dan memeluk sang kakak,wanita yang paling berharga dalam hidupnya setelah sang ibu.

__ADS_1


__ADS_2