Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST2


__ADS_3

"Arka," ucap Rafa dengan suara pelan


Sedangkan Reyhan masih duduk dan menatap ke arah Putra.


"Mas, kok bengong ini ada tamu loh," ucap Intan pada suaminya


"Ehh iiya, " Reyhan pun berdiri dengan tongkatnya untuk menghampiri adik sepupunya, sedangkan Rafa mengekor di belakang ayahnya


"Rafaz ibu kangen sama kamu. Mentang-mentang udah ada ayah dan bundanya, ibu di lupain." ucap Arumi pura-pura sedih


"Rafa juga kangen banget sama ibu, Maaf, Rafa masih kangen sama ayah dan bunda, tapi Rafa nggak lupa ko sama ibu. Ibu tetap ibunya Rafa."


"Iya, ibu hanya bercanda, sayang. Sekarang kamu boleh sepuasnya meluk dan cium ayah bunda kamu, kan ibu juga punya Arka hehe." ucap Arumi sedikit menggoda Rafa


"Jadi ibu udah lupain Rafa ya," Rafa tertunduk sedih


"Ihhh nggak gitu sayang, Rafa tetap anak ibu. Sini-sini ibu peluk."


Pemandangan itu tak lepas dari beberapa pasang mata yang menyaksikan, mereka begitu terharu melihat kedekatan Rafa dan juga Arumi.


"Rafa, Arka mau bicara sama kamu boleh?" tanya Arumi


Rafa menganggukkan kepalanya.


"Oiya Mas, gimana kabarnya?" tanya Arumi pada Reyhan


"Kabar Mas baik Rum."


"Syukurlah, Mas. Rum mau kenalin suami rum sama mas,"


"Jadi ini suaminya Rum?"


"Iya Maa, dan ini arkha anaknya mas Putra dan sekarang jadi anakku juga,"


"Apa kabar Pak Putra," sapa Reyhan pada Putra yang ternyata dia kenali


Arumi dan Intan terkejut karena Reyhan mengenal suami Arumi.


"Kabar saya baik pak Reyhan. Saya tidak menyangka kalau anda adalah kakak sepupu istri saya,"

__ADS_1


Reyhan hanya tersenyum "Sebaiknya kita duduk dulu tidak enak ngobrol sambil berdiri. Oiya kenapa kalian berdua bengong? siapkan mini. untuk tamu"


"Mas kenal sama suami aku, jadi kalian saling kenal?"


"Iya Rum, mas kenal pak Putra. Dia adalah suami dari mendiang adik sepupunya atasan Mas?"


"Ahh ribet banget si, maksudnya gimana?"


"Biar saya yang jelaskan pak Reyhan. Jadi gini sayang, Pak Reyhan ini adalah orang kepercayaannya Mas Arya, Mas Arya itu adalah kakak sepupu dari ibunya Arka. Kamu ngerti kan penjelasan Mas?" tanya Putra pada istrinya


"Oh gitu aku paham Mas, dunia ternyata sempit ya? "


"Syukurlah, Pak Reyhan ini orang yang dipercayakan mas Arya untuk memegang perusahaan cabang Jakarta, sampai kecelakaan itu terjadi aku yang dimintai untuk mengawasi perusahaan di sini."


"Pantas saja waktu awal menikah dulu kamu sudah sangat sibuk, ternyata ada tanggung jawab yang harus kamu emban yaitu mengurusi 2 perusahaan. Aku pikir waktu itu kamu sengaja menghindari ku."


"Sudahlah sayang jangan membicarakan masa lalu lagi, sepertinya sebentar lagi waktu kita akan banyak, melihat kondisi pak Reyhan yang sudah membaik."


Reyhan pun hanya tersenyum, ia bahagia kalau Arumi menikahi laki-laki yang ia kenal, meskipun hanya kenal sesekali sebagai rekan bisnis sekaligus keluarga dari atasannya, tapi ia meyakini kalau Putra adalah laki-laki yang bertanggung jawab.


Banyak hal yang mereka bicarakan dari sekilas masa lalu sampai saat ini, begitu juga dengan kedua bocah laki-laki yang kini sudah kembali tertawa dan bermain bersama. Benar kata Arumi kalau Rafa tidak sedikitpun menaruh dendam pada Putra dan Arka, bahkan Rafa yang awalnya memanggil ayah lalu merubah memanggil paman kini diminta putra untuk kembali memanggilnya Ayah.


**


"Lalu kapan pak Reyhan akan kembali bekerja?" tanya Putra


"Sepertinya terlalu formal panggilan kita, bagaimana kalau pak Putra manggil nama saja atau samakan dengan Arumi."


"Benar juga ya, kalau manggil nama rasanya tidak sopan, karena bagaimanapun usia Pak Reyhan di atas saya. Bagaimana kalau saya manggil ,Mas. Dan Mas Reyhan manggil saya nama, biar kita lebih akrab."


"Baiklah aku setuju."


"Lalu bagaimana dengan pertanyaan ku sebelumnya?"


"Mas, ingin menebus waktu yang hilang bersama Rafa dan bundanya. Banyak hal yang terlewati. Mas juga sudah menghubungi pihak kantor perihal kepulangan Mas ke Indonesia, termasuk pak Arya, namun beliau belum bisa datang ke kantor cabang karena mas dengar istrinya masih belum mau ditinggalkan pasca melahirkan."


"Aku mengerti mas, pihak kantor juga menghubungi ku, mereka memberikan kabar baik ini. Rencananya aku akan datang secara langsung setelah berhasil membawa istriku pulang, dan tidak disangka kalau ternyata Reyhan yang dimaksud istriku adalah orang kepercayaan Mas Arya."


Memangnya istrimu kabur? pake dibujuk segala."

__ADS_1


"Iya Mas, aku yang membuatnya kabur dan Alhamdulillah aku bisa membawanya kembali ke pelukanku."


"Mas, harap kamu bisa membahagiakan Arumi, Dia sudah berkorban banyak hal terutama untuk mas. Saat itu Mas baru beberapa tahun membantu bisnis pak Arya di Jakarta, namun kecelakaan itu sudah terjadi, bahkan tidak ada harta benda yang mas berikan untuk Arumi saat itu, padahal ia dan ibunya harus merawat Rafa, rumah ini pun terpaksa di kontrakan untuk biaya istriku merawat ku, karena tidak mungkin semuanya di tanggung perusahaan. Mas masih bersyukur bahwa perusahaan mau membiayai pengobatan mas yang biayanya tidak sedikit itu."


"Sudahlah Mas yang terpenting hari ini mas sudah sembuh, dan harus kembali bekerja keras untuk membantu Mas Arya hehe, aku jga harus kembali memajukan perusahaan ku yang masih kecil ini dan juga aku ingin lebih banyak waktu bersama anak dan istri ku."


"Mas berjanji akan berusaha memajukan perusahaan lebih baik lagi, Mas ingin membalas budi pada pak Arya."


"Aku suka dengan semangat mas Reyhan."


"Sudah-sudah sekarang kita makan malam ya, kalau ngobrol terus nggak ada habisnya. Ini sudah waktunya makan malam, dan kita harus segera pulang." ucap Arumi pada suami dan kakak sepupunya. Rafa dan Arka yang mendengar Arumi bicara soal pulang pun menghentikan aktivitas bermainnya.


"Bu, bolehkah malam ini Arka menginap di sini? aku sudah lama tidak bertemu dengannya, boleh ya Bu?" ucap Rafa


Sedangkan Arka meminta hal yang sama melalui sorot matanya.


"Mas, bagaimana ini?" tanya Arumi pada suaminya


"Ya mau bagaimana lagi, biarkan saja Arka menginap, tapi kita pulang ya sayang?"


"Kenapa harus pulang? kalian menginap saja di sini." ucap Reyhan


"Benar Rum, meskipun kamar di rumah ini cuma ada dua tapi laki-laki bisa tidur di ruang keluarga, dan kita bisa tidur di kamar." sambung Intan.


Arumi seolah meminta persetujuan Putra, namun putra menggeleng pelan tanda ia tidak setuju. Menurut Putra kalau malam ini menginap iya tidak bisa leluasa memeluk istrinya saat tidur.


"Sebaiknya kita pulang saja, lagian kan kita juga tidak mau mengganggu kalian." ucap Putra


"Ehhm baiklah kami mengerti, kalian pun sedang menikmati waktu sebagai pengantin baru hehe, cepatlah berikan adik untuk Rafa dan Arka biar mereka tak kesepian." ledek Reyhan


"Tentu saja mas, aku sudah merencanakan untuk membuat anak yang banyak bersama istriku. Jangan cuma kami yang harus berusaha kalian juga."


"Mas dan Mbak sepertinya harus menunda lebih dulu, kecelakaan yang mas alami menyebabkan beberapa faktor yang sulit untuk memiliki anak, tapi kata dokter masih bisa yang penting rutin pengobatan. Di luar faktor itu pun Mas ingin menebus waktu bersama Rafa, Mas ingin membahagiakan istri dan anak mas saat ini dan pastinya kembali ke perusahaan."


"Kami mendukung semua keputusan Mas, semoga yang terbaik selalu menyertai keluarga kita Aamiin."


Setelah mendapatkan izin menginap Rafa dan Arka pun merasa bahagia, sementara Arumi dan Putra memilih pulang setelah makan malam dan mengobrol sebentar. Sepertinya Putra akan bekerja keras membuatkan adik untuk Rafa dan Arka.


***

__ADS_1


Nyambung nggak nyambung sambungin aja ya, aku udah ga sabar ingin selesai. Lima bab lagi selesai. Makasih ya semuanya yabg tetap setia baca tulisan ga jelas aku hehe💕💕


__ADS_2