Surat Terakhir

Surat Terakhir
Surat Terakhir Season 2


__ADS_3

Terkadang apa yang kita inginkan tidak selalu menjadi kenyataan. Sebuah perjalanan cinta yang begitu rumit, menyakitkan dan akhirnya menemukan bahagia. Meskipun di akhir cerita kita tidak tahu apa yang akan terjadi.


Putra adalah bukti penyesalan yang nyata,hingga akhirnya mendapatkan maaf dan cintanya kembali. Namun setelahnya semua berubah, terlebih saat Putra membaca surat terakhir yang di tulis oleh Inka Amira,surat perpisahan karena waktunya benar-benar habis.


Perjuangan Inka untuk sembuh dan hidup bahagia bersama keluarga kecilnya hanya bertahan beberapa tahun saja,hingga akhirnya Inka harus benar-benar menyerah. Kepergian Inka meninggalkan duka mendalam terutama untuk Putra,laki-laki yang selama 3 tahun ini merawat dan mencintai istrinya dengan tulus,ia harus merelakan kepergian Inka untuk selama-lamanya.


Bagaimana dengan Arka? tentu saja anak itu sudah sedikit paham dan ikut menangisi kepergian ibunya,hanya 3 tahun ia bisa merasakan kasih sayang utuh dari kedua orang tuanya,dan kini semuanya sudah tidak bisa ia rasakan lagi.


...Teruntuk Suamiku....


Aku sudah menemukan kata-kata terbaik untuk perpisahan kita kali ini, meskipun singkat aku ingin kamu tahu.


Suamiku, terima kasih sudah berusaha memperbaiki semuanya,sampai akhirnya aku bahagia. Maafkan aku yang tidak bisa bertahan lebih lama lagi,dokter bilang penyakit ku tidak hilang sepenuhnya,dokter bilang waktuku tidak banyak lagi.


Sejujurnya aku tidak ingin mendengar vonis dokter,memang Dia Tuhan?namun kejanggalan demi kejanggalan terjadi pada tubuhku,hingga akhirnya aku meminta dokter untuk jujur dan menyembunyikan semuanya dari kalian. Aku tidak ingin melihat kesedihan di mata indah kalian.


Aku mulai mempersiapkan semuanya,termasuk menulis surat ini,dengan sisa tenaga yang aku miliki dan juga penglihatan yang kadang hanya meninggalkan bayangan,namun aku mencoba menyelesaikannya.


Ini adalah surat terakhir yang ku buat untuk mu.


Suamiku, terima kasih sudah mencintai aku dan anak kita sepenuh hati,aku merasakan kebahagiaan di sisa akhir hidupku,aku akan membawa kebahagiaan ini sampai akhir.


Jangan meratapi kepergian ku,jangan hidup dengan penyesalan yang lalu, hiduplah di masa depan dengan baik,aku titip permata hati kita carikan ibu pengganti untuknya. Bersikaplah yang manis sebagai seorang laki-laki,jangan sampai ada Inka selanjutnya.


Mas,rasanya tanganku sudah tidak kuat menulis kata selanjutnya,namun yang pasti aku ingin mengatakan kalau aku sangat mencintaimu,terima kasih sudah menciptakan akhir yang baik,aku berharap bisa kembali bertemu kamu disana.


Aku bahagia suamiku, I Love You.


Demikian lah surat yang ditulis oleh Inka,tidak ada kata kesedihan yang tertulis di sana selain ungkapan cinta dan rasa terima kasih. Surat terbungkus amplop cantik dengan cincin yang menempati singgasananya di sebuah kotak beludru berwarna merah,tertulis 'Untuk istrimu nanti' cincin yang sengaja dipilihkan Inka,agar putra tahu bahwa dirinya sangat merestui hubungan mereka kelak. Sedangkan cincin milik Inka tersimpan rapih di tempatnya.


***


6 bulan kemudian ..


Hari ini adalah hari ulang tahun Arka yang ke-5 tahun,di hari spesial ini mereka mendatangi makam Inka,mengantarkan doa untuk wanita yang mereka cintai.


" Sayang,kami datang. Tidak terasa sudah 6 bulan kamu meninggalkan kami di sini,kamu tahu tidak? hari ini anak kita berulang tahun,dia semakin pintar dan sebentar lagi akan masuk sekolah. Aku merindukan saat-saat bersamamu,namun percayalah aku sudah mengikhlaskan mu" ucap Putra mengusap batu nisan milik Inka.

__ADS_1


"Nak,ada yang ingin kamu sampaikan untuk ibu?" tanya Putra pada anaknya


Arka pun mengangguk lalu mengangkat kedua tangannya,Arka berdoa dengan khusyuk tanpa suara hingga akhirnya Dia mengusap wajahnya dengan kata Aamiin.


"Kamu berdoa apa untuk ibu?" tanya Putra penasaran


"Rahasia ,ayah. Kata pak Ustadz doa anak yang Sholeh akan di dengar Allah" ucap Arka singkat.


Putra tersenyum melihat tingkah Arka yang seperti anak dewasa,padahal umurnya baru saja genap 5 tahun.


"Baiklah,anak Sholeh. Sekarang kita berdoa bersama untuk ibu, setelah itu kita pergi untuk merayakan bertambahnya usia mu"


"Hmmh,apa ayah benar-benar akan merayakan ulang tahun ku bersama teman-teman di panti?" tanya Arka memastikan


"Tentu saja,bahkan ayah sudah menyiapkan hadiah untuk mereka.." belum putra menyelesaikan ucapannya ,Arka langsung memeluk ayahnya.


"Terima kasih ayah" ucap Arka tulus


"Sama-sama sayang, terima kasih ya nak sudah jadi anak yang baik,ayah menyayangi kamu" ucap Putra memeluk erat tubuh Arka


**


Keduanya kini sudah berada di dalam mobil,mereka akan mendatangi panti asuhan "Kasih Ibu". Sewaktu masih ada Inka ketiganya rutin setiap bulan,dan setiap ulang tahun Arka akan mengunjungi panti. Dan kini untuk pertama kalinya tanpa kehadiran Inka.


Kurang dari 1 jam keduanya sudah sampai di panti asuhan, suasana di sana cukup ramai,ada bazar makanan,pakaian dan juga arena bermain. Panti asuhan itu di sulap seperti taman bermain,semua anak panti menggunakan baju yang sama,yaitu kaos yang bertuliskan 'Untuk Arka' dengan angka 5 yang ikut tertulis di sana.


Tatapan mata Arka penuh haru dan bahagia melihat teman-temannya yang ikut berbahagia,ini lebih dari yang Arka harapkan,Arka sangat bahagia.


"Kamu senang nak?" tanya Putra yang melihat raut bahagia putra semata wayangnya


Arka pun menganggukkan kepalanya.


"Aku sangat bahagia yah,terima kasih"


"Sama-sama ,sayang"


Kebahagiaan Arka untuk saat ini adalah prioritas bagi Putra. Dia akan membuat banyak momen agar anaknya tidak terlalu berlarut-larut mengenang ibunya dengan kesedihan. Dengan datang ke panti asuhan ,Arka tidak merasa sendiri,bahwa masih banyak anak yang nasibnya tidak seberuntung Arka,dan hal itu membuat Arka bersyukur karena masih ada ayah dan keluarga lainnya.

__ADS_1


Arka dan Putra pun berjalan ke pusat acara,yaitu tempat berlangsungnya perayaan ulang tahun Arka,semua anak mengucapkan selamat sekaligus ucapan terima kasih pada Arka,tentu saja Arka menerima ucapan itu dengan senang hati.


Semua keluarga sudah berkumpul,termasuk Arya dan istrinya,mereka ikut memeriahkan acara ulang tahun Arka sekaligus membantu berbagai persiapan yang dibutuhkan.


"Ayah Arya ..." ucap Arka berlari memeluk ayah angkatnya


Arya dengan senang hati menerima pelukan Arka.


"Halo sayang,apa kabar? wah anak ayah ulang tahun yah, selamat ya nak,jadi anak yang baik" ucap Arya lalu mengecup kening arka.


"Terima kasih ayah,"


Kemudian Ia beralih memeluk tubuh istri Arya yang sedang hamil besar.


"Selamat ulang tahun ya sayang,doa terbaik untuk anak bunda" ucap Ayra


"Terima kasih bunda,Dede bayi kapan lahir,kok masih betah di perut bunda?" tanya Arka polos.


"Sebentar lagi sayang,apa kamu tidak sabar untuk bertemu Dia?"


"Iya Bun,aku kesepian tidak ada teman bermain" ucap Arka lagi dengan polosnya


Semua orang tersenyum mendengar ucapan polos Arka.


"Sepertinya sudah kode minta adik ni Put,jadi kapan mencari ibu buat Arka," ucap Arya berbisik pada Putra


"Ah,mas ini. Kuburan istriku masih basah,aku belum berminat mas"


"Jangan seperti itu,Arka butuh sosok ibu yang akan mengurusnya,dan pastinya kamu juga"


Putra sedikit merasa risih dengan ucapan Arya,namun ada benarnya juga. Dan mungkin nanti,setelah hatinya tertata dengan baik,putra akan mencari sosok istri baru yang akan membantunya menjaga Arka.


***


Aku kembali


Jangan lupa dukungannya ya, terima kasih.

__ADS_1


__ADS_2