
Putra sudah tidak bisa lagi menahannya,jujur saja badannya cukup kelas saat melakukan perjalanan dari Jogja ke Jakarta,namun ia ingin melakukannya saat ini juga. Katakan saja tidak ada hari esok hingga putra tidak bisa lagi menahannya,dan Arumi harus sepakat dengannya kali ini.
Putra sudah memberikan kecupan demi kecupan diceruk leher Arumi yang membuatnya tak bisa lagi menolak. Putra seperti mendapatkan lampu hijau dengan diamnya Arumi,tak tinggal diam ia pun langsung beralih pada bibir Arumi yang berwarna peach itu,bibir yang sudah menjadi candu untuk kesekian kalinya.
Putra kembali merasakan perasaan jatuh cinta setelah sebelumnya ia rasakan. Ciuman itu kini mendapatkan balasan dari Arumi meskipun masih terlihat kaku,wajar saja ini pertama kalinya untuk Arumi,dan pastinya butuh jam terbang tinggi untuk melakukan dengan profesional,haha lambat laun Arumi akan menjadi binal khusus untuk suaminya,halal tidak masalah selama dilakukan pada pasangan halal.
Putra dengan kondisi hanya memakai celana boxer dan Arumi menggunakan pakaian jaringannya. Situasi macam apa ini?cerahnya awan saja belum berpaling, sedangkan mereka tanpa malu memadu kasih.
Pagutan bi*bir yang sejak tadi menempel seperti ada lem di dalamnya tak kunjung terlepas,hawa panas sudah menguasai keduanya, dinginnya AC seolah tidak berpengaruh. Jangan lupakan kalau keduanya sudah berpindah tempat,dari berdiri kini sudah berbaring ,dengan putra berada di atas tubuh Arumi dengan tangan saling melekat begitupun bibir yang tak kunjung berpisah.
"Hah..hah..hah. Mas,aku tidak bisa bernapas," ucap Arumi sedikit ngos-ngosan seperti habis lari maraton
"Hmhh,maafkan mas sayang, bolehkah mas melakukannya sekarang?" ucap Putra memelas
"Ta..tapi mas,aku belum .." ucap Arumi terputus
__ADS_1
"Yasudah kalau kamu belum siap,kita lakukan lain kali,maafkan mas karena terlalu memaksa." ucap Putra langsung bangun dari atas tubuh Arumi , menahan kecewa namun tak bisa ia luapkan.
"Bukan begitu mas, maksudku .." Arumi mungkin ingin mengatakan kalau dia belum pernah melakukannya namun Putra terlanjur salah menduga. Sedangkan Arumi kebingungan harus berbuat apa.
**
Akibat kejadian tadi siang,Putra memutuskan untuk tidur di ruang kerjanya ,ia akan berusaha menekan hasratnya. Putra tidak bermaksud meninggalkan Arumi dengan penuh kekecewaan hanya saja ia marah pada dirinya sendiri yang tidak bisa bersabar lebih lama lagi.
Sebelum meninggalkan kamar,Putra meminta izin pada Arumi untuk ke ruangan kerjanya,dengan alasan ada yang harus ia urus. Arumi sadar kalau suaminya sedang kecewa namun ia membiarkannya,Arumi pun harus mempersiapkan diri,karena lambatlaun semuanya akan terjadi mungkin saja malam ini.
Hingga menjelang makan malam Putra belum keluar dari ruang kerjanya, sedangkan Arumi sudah mengganti baju dan membantu bi Hannas menyiapkan makan malam. Arumi menghampiri Putra yang sedang badmood , bagaimana tekadnya sudah bulat,siap tidak siap ia akan menyerahkan semuanya. Putra adalah suaminya yang sangat berhak terhadap Arumi,jadi tidak ada alasan baginya untuk menunda lebih lama.
"Mas,makan malamnya sudah siap,yuk,makan dulu." ucap Arumi lembut
Putra yang sedari tadi menunggu Arumi memanggil pun akhirnya tersenyum lega,ia pikir Arumi akan terus membiarkannya semalaman mengurung diri. Hmmh dasar putra bilang saja kamu ingin diperhatikan istrimu.
__ADS_1
Cklkk pintu pun di buka,dan Arumi langsung berhambur memeluk suaminya. "Maafkan aku mas sudah membuat mas kesal, sekarang mas makan dulu ya,nanti aku punya kejutan untuk mas."
Putra membalas pelukan Arumi erat,rasa kesalnya sudah menghilang sejak tadi dan pelukan ini adalah penawarannya .
"Kejutan apa sayang?" tanya Putra penasaran.
"Kan,kejutan mas,nanti kalau di kasih tau bukan kejutan lagi dong."
"Baiklah,mas tunggu kejutan dari kamu. Mas, berharap kejutannya benar-benar mengejutkan."
Arumi pun mengangguk dan menarik suaminya untuk pergi ke dapur.
"Yang lain pergi mas,kata bibi malam ini khusus untuk kita berdua."
"Ia mas sudah tahu,ayah sudah mengabari mas."
__ADS_1
"Ih, pantesan tadi siang modus terus."
Putra pun tersenyum,dan duduk untuk makan malam bersama istrinya. Sedangkan di arah lain bi Hannas sedang menyaksikan pemandangan keduanya, sungguh menenangkan. Semoga rumah tangga kalian selalu bahagia.