
Aku sudah berada di dalam kamar ku,aku menangis sendirian, ayahku yang ku harapkan ternyata hanya seorang laki-laki pengecut yang tidak bisa memperjuangkan cintanya. Ibu ku pasti sangat menderita, bagaimana caranya dia bertahan hidup saat suami dan anaknya pergi meninggalkannya sendirian. Ya Allah kenapa hidupku begitu malang,13 tahun aku hidup dengan perlakuan yang berbeda, meskipun aku bersyukur bahwa ibu tiri ku tidak membunuh ku.
"Dimana aku bisa menemui ibu kandung ku,jika dia masih ada aku ingin memeluknya,dan jika ibu sudah tiada aku ingin melihat pusaranya"
Hari itu aku memutuskan untuk keluar kamar dan mencoba bersikap seperti biasanya, meskipun sebenarnya perasaan ku amat hancur. Aku sudah tidak sanggup berada dirumah ini,ada baiknya kalian membuang atau mengusir ku saja,aku tidak ingin jadi duri dalam kehidupan kalian.
Kami makan siang bersama dengan penuh keheningan,kami tidak diperbolehkan bicara saat sedang makan. Aku mengambil setengah centong nasi dan kuah air sop tanpa sayur dan isi sosis,bakso,ayam dan lainnya,aku hanya mengambil kuahnya saja. Ayah memperhatikan makanan ku, tangannya akan mengambilkan ayam goreng dan menu lainnya,aku menyadari hal itu dan langsung membuka suara.
"Aku sedang radang tidak bisa makan yang lainnya,ini sudah cukup. "ucapku dan menghentikan pergerakan tangan ayah yang akan menaruh makanan di piringku. Sejujurnya aku sudah tidak pantas menyantap makanan itu jadi aku mencari alasan saja.
Setelah selesai makan aku membersihkan piring dan kembali kembali kedalam kamar,namun belum Sampai kamar ayahku memanggil.
__ADS_1
"Ka, kamu mau kemana?" tanya ayah
"Aku mau masuk ke kamar yah"
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan saja,kedua adikmu sedang bersenang-senang di taman hiburan,ada opa dan omah juga disana,yu kita susul mereka" ajak ayah padaku
Jika aku belum mengetahui kebenarannya mungkin aku akan terlihat bahagia dan menerima ajakan ayah,namun kenyataannya tidak begitu,aku juga baru tahu kenapa opah selalu acuh terhadap ku,dan Oma yang sembunyi-sembunyi mengutarakan kasih sayangnya, ternyata aku tidak sama seperti Maudy dan Dhika.
"Aku dirumah saja ,yah. Aku mau belajar untuk ujian sekolah yang diadakan sebentar lagi, bersenang-senang lah seperti biasanya, Titip salam pada mereka yang sedang disana dan sampaikan ucapan maaf ku juga" ucapku yang langsung meninggalkan ayah
***
__ADS_1
Pukul 7 malam mereka kembali dari taman bermain,kedua adikku menggedor pintu kamar ku dan mereka sedikit bercerita soal acara jalan-jalan mereka,namun tak lama ibuku datang untuk memanggil keduanya.
"Maudy , Dhika. Ganti baju kalian,gosok gigi dan tidur" ucap ibuku yang seolah kata-katanya tidak bisa di bantah.
Setelah ibu pergi ayah datang saat aku akan menutup pintu kamar ku.
"Ka,Ayah bawakan ayam tepung kesukaan kamu,pasti kamu belum makan malam kan?"
Aku tersenyum penuh kehampaan, terkadang aku berpikir bahwa sikap ayah yang lembut itu untuk menutupi kesalahan besarnya kala itu.
"Tidak usah yah,aku sudah kenyang,tadi aku angetin air sop dan aku menghabiskannya, Tidak apa-apa kan?" ucapku
__ADS_1
"Kamu serius sudah makan?tapi makanan pagi bukannya sudah habis kalaupun masih ada pasti sudah basi." ucap Ayah
"Masih ada ,yah. Udah ya aku mau istirahat, Selamat malam yah" ucap ku yang tak ingin bicara panjang lebar,dan aku meninggalkan ayah tanpa dia mengecup keningku seperti biasanya, sepertinya aku harus terbiasa tidak mendapatkan hal itu dari ayah.