
Seminggu berlalu akhirnya putra memutuskan untuk membicarakan perihal maksudnya yang ingin mempersunting arumi untuk menjadi istrinya sekaligus ibu sambung bagi Arka. Selepas pulang dari kantor Arka dan putra segera menuju ke rumah arumi untuk menyampaikan maksudnya,setelah sampai di rumah arumi mereka disambut bahagia oleh keluarga arumi. Sebelumnya arka menyuruh Rafa untuk mengatakan tentang kedatangan mereka sore ini.
"Bu ,sore ini Arka dan ayahnya akan berkunjung ke rumah kita ,Bu." Rafa membuka pembicaraan saat mereka akan memulai sarapan.
"Tumben ayahnya juga ikut,biasanya Arka dan mbak ayu saja" sahut Arumi sambil menuangkan nasi goreng kedalam piring Rafa dan Aldi.
"Aku juga tidak tahu Bu,tadinya mau besok weekend tapi ayah Arka ada urusan ke luar kota katanya"
"Ohh gitu,yasudah toh cuma main saja kan? nanti kalian bisa menemani mereka,karena mungkin saja ibu masih di tempat kerja"
"Usahakan besok sore ibu sudah di rumah ya,kan tidak enak ,Bu."
"Ya kan mereka cuma mau ketemu sama kamu saja kan?
"Bagaimana kalau sebenarnya ada perlunya sama ibu?"
"Hah?" Sahut Arumi terkejut " Ngarang kamu,mana ada mereka urusan sama ibu"
"Ya, mungkin saja"
"Sudah teruskan sarapannya nanti kalian kesiangan"
"Tapi ibu harus janji di kalau ibu akan pulang cepat sore ini"
"Nanti ibu usahakan ya,"
"Awas saja kalau ibu berbohong!"
**
Waktu yang di nanti pun tiba,Arka sudah bersiap dengan kemeja dan celana jeans nya, sedangkan Putra menggunakan kemeja navy yang di gulung lengannya dan dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam. Keduanya nampak tampan dan sangat berkharisma.
__ADS_1
"Sudah siap ,Yah? Tanya Arka yang nampak tidak sabar ingin segera sampai di rumah Arumi.
"Sudah,nak. Kenapa kamu jadi tidak sabaran ingin ke sana?"
"Tentu saja. Aku ingin segera bertemu mereka,aku tidak akan kesepian lagi setelah ini.
"Ayah harap kamu ingat pesan yang sebelumnya sudah ayah sampaikan. Apapun jawaban Bu Arumi kita harus menghargainya, sekalipun itu sebuah penolakan,kamu paham?" Ucap putra kembali mengingatkan Arka tentang nasehat yang di berikan selama beberapa hari ini,agar Arka tidak banyak berharap dan kecewa.
"Iya aku paham dan akan mengingat semua pesan ,ayah."
"Anak pintar"
**
Tepat waktu yang di rencanakan,Arka dan putra sampai di kediaman Arumi. Arka membawa satu buket bunga mawar merah sedangkan Putra membawa bingkisan kue yang sangat cantik.
Rafa menyambut kedatangan keduanya dengan senang hati,terlebih Rafa mengetahui kalau tujuan mereka adalah untuk melamar ibunya. Setelah di persilahkan masuk,Rafa dan Aldi menemani keduanya duduk di ruang tamu.
"Apa Bu Arumi masih lama?" Tanya putra karena ia belum melihat batang hidungnya Arumi,putra sedikit takut kalau rencananya tidak berhasil dan akan melihat Arka kecewa.
Beberapa waktu menunggu akhirnya Arumi pulang dengan sepeda motornya, seperti biasanya ia membawa potongan kue yang tersisa di toko atau sekedar tester yang tidak habis,maka karyawan bisa membawa pulang ke rumah masing-masing.
"Assalamualaikum" ucap salam Arumi
"Wa'alaikumussalam" sahut salam keempatnya
Arumi sedikit terkejut dengan kedatangan tamu yang terlihat berbeda, penampilan yang sedikit formal,ada Bunga dan juga kue. Arumi bertanya-tanya tentang apa yang dirinya lihat saat ini. Bukankah mereka hanya datang untuk main atau sekedar mengantarkan Arka bertemu Rafa? Entahlah.
"Wah ada tamu ternyata,kalau begitu lanjutkan ngobrolnya. Saya akan membersihkan diri terlebih dahulu"
Suasana di ruang tamu pun mulai menegang terutama bagi Putra,dia bingung harus membuka pembicaraan dengan apa,karena pernikahan sebelumnya pun tanpa ada adegan romantis atau lamaran secara pribadi. Hal itu membuat putra menyesal bahwa ia cukup tidak baik untuk mendiang istrinya.
__ADS_1
Setelah menunggu beberapa waktu dan Arumi telah membersihkan diri serta mengganti pakaiannya, akhirnya ia pun bergabung di ruang tamu.
"Bu,ayah ingin bicara sesuatu dengan ibu" celetuk Arka membuat Putra semakin deg-degan
Arumi melihat kearah Putra yang sedang menundukkan kepalanya,namun tak lama ia pun menegakkan pandangannya untuk melihat ke arah Arumi. Putra harus bisa ini semua demi Arka.
"Buru ,yah. Bukannya ayah mau bicara sesuatu dengan ibu Arumi, sekarang kok malah diam?" tanya Arka mendesak sang ayah untuk memulai pembicaraan.
Arumi seolah menunggu apa yang akan dikatakan oleh Putra. Namun di sisi lain putra cukup grogi apalagi dihadapan mereka ada anak-anak ,ia harus bisa memilih kata-kata yang tepat.
"Baik nak,ayah akan bicara"
"Jadi begini Bu. Mungkin ini terdengar tiba-tiba dan terlalu cepat, pertemuan kita yang terjadi beberapa kali ternyata memberikan dampak yang signifikan untuk anak saya Arka. Bagaimana pun saya ingin memberikan yang terbaik untuk anak saya dan melakukan apapun demi kebahagiaannya. Jadi tujuan saya kerumah ibu adalah untuk melamar ibu Arumi untuk menjadi istri saya dan ibu dari Arka " ucap putra menjelaskan maksud dan tujuannya menemui Arumi dan keluarga.
Arumi terkejut bukan main,karena ia tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi dalam hidupnya. Arumi sedikit mengabaikan tentang pernikahan,bahkan dia tidak berpikiran akan menikah dalam waktu dekat terlebih ia harus merawat dan membiayai Aldi dan Rafa.
Arumi tetap diam tanpa jawaban sedangkan yang berada di ruangan itu sedang menantikan tanggapan perihal lamaran yang diajukan Putra, diterima atau ditolak.
"Kak,kok bengong itu pak putra menunggu jawaban kakak?" ucap Aldi menyadarkan sang kakak yang masih terkejut.
"Ehh iiya" sahutnya gugup
"Jadi gimana Bu?" tanya putra lagi
"Maksud bapak apa?"
"Mengenai lamaran saya ,apa ibu menerimanya? besar harapan saya kalau ibu menerima karena ini semua demi kebahagiaan anak-anak kita"
Arumi kembali diam, bagaimana mungkin laki-laki ini sudah sangat yakin akan melamar dirinya padahal ia belum mengetahui sedikit pun tentang Arumi melainkan seorang wanita mandiri yang membesarkan anak dan adiknya seorang diri selebihnya tidak tahu apapun.
Tak lama Rafa yang menginginkan sosok ayah dalam hidupnya berbicara, membuyarkan lamunan Arumi untuk melakukan penolakan.
__ADS_1
"Bu,Rafa juga ingin punya ayah begitu juga Arka yang ingin memiliki ibu. Aku mohon Bu terima ayah Arka untuk menjadi ayahku juga. Rafa janji tidak akan nakal dan jadi anak yang baik" ucap Rafa yang sangat berharap bahwa Arumi menerima lamaran Ayah Arka,agar dirinya bisa merasakan memiliki ayah,karena selama 5 tahun lebih ini dia belum pernah melihat sosok ayahnya.
Arumi harus bersikap egois atau mengabaikan perasaannya. Toh usianya sudah cukup untuk menikah, keputusan apa yang harus Arumi ambil?