Surat Terakhir

Surat Terakhir
Akhirnya


__ADS_3

Satu jam perjalanan tidak terasa sudah keduanya lalui,kini Aldi harus bersiap pergi ke kampus dengan waktu yang sedikit mepet. Sedangkan Arumi harus kembali berkutat dengan beberapa pesanan pelanggan yang hari ini akan di ambil,tidak ada waktu istirahat semuanya harus digerakkan secara cepat.


Selain alif Arumi juga memperkerjakan sepupunya,kebetulan sepupu Alif sering membantu orangtuanya membuat jajanan pasar, meskipun tidak sama baik adonan maupun rasa namun dasar awal berkecimpung di dunia kue sudah ia miliki tinggal Arumi latih sedikit saja.


"Sari semua bahan yang mbak minta sudah adakan?" tanya Arumi yang baru mengganti pakaiannya


"Sudah mbak,pas mbak wa aku buat ke toko semuanya sudah aku rapihkan termasuk bahan-bahan. Aku juga meminta Alif untuk membelikan bahan yang sudah habis."


"Baiklah,maaf ya mbak merepotkan kamu. Harusnya masih libur kita,tapi mbak terlanjur menerima pesanan Bu Rima,mbak tidak enak menolaknya karena Dia pelanggan tetap kita selama ini."


"Ya ampun mbak,aku malah senang bisa masuk kerja,dari pada di rumah ibu dan bapak sibuk berceloteh untuk menjodohkan aku dengan anak kerabatnya,aku males menanggapinya."


"Hoalah kamu ini, memangnya kenapa kalau menerima perjodohan,enak toh tidak usah repot-repot cari calon suami." ledek Arumi pada Sari

__ADS_1


"Bukan seperti itu mbak,inikan bukan jaman dulu yang apa-apa di jodohkan,lagi pula umurku masih 22 tahun ,kuliah saja baru beres eh udah di suruh nikah."


"Apa kamu tidak berusaha melamar pekerjaan sesuai pendidikan mu,kenapa mau bekerja dengan mbak,gaji pun tidak seberapa." Arumi merasa tidak enak dengan gelar pendidikan yang sari sandang .


"Lah kenapa jadi tidak enakan si mbak,aku senang melakukan ,memang apa hubungannya dengan gelar ku."


"Ya tidak enak saja Ayunda Prameswari seorang sarjana pendidikan menjadi karyawan toko kue biasa,apa nggak malu?"


"Jangan ngadi-ngadi mbak,nanti juga kalau sudah bosan kerja sama mbak aku ngelamar jadi guru hehe,"


Mereka berusaha menyelesaikan pesanan kue Bu Rima,dan tepat azan Dzuhur berkumandang pesanan pun sudah diselesaikan. Kue ulang tahun untuk cucunya yang begitu cantik,tidak sia-sia rasa lelah Arumi,dan tak lama seorang supir bersama asisten rumah tangga Bu Rima datang untuk mengambil pesanannya.


***

__ADS_1


Arumi mengistirahatkan tubuhnya setelah berhasil menyelesaikan pesanan pelanggannya,setelah shalat zhuhur dan beristirahat sebentar ia harus kembali membuat pesanan untuk pelanggan yang lain,Arumi sepertinya akan kelelahan hari ini.


Arumi sudah merasakan kalau tubuhnya tidak baik-baik saja,namun ia harus menyelesaikan semuanya. Pesanan keduanya pun sudah selesai dan diambil oleh pemiliknya. Arumi sudah memperbolehkan sari pulang, setelah merapikan semuanya.


Saat akan menutup pintu setelah berpamitan dengan saru,Arumi dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang baru turun dari kendaraannya. Ya ternyata Putra berhasil menemukan keberadaan Arumi setelah nyasar beberapa kali, laki-laki itu memandang Arumi penuh kerinduan,matanya nampak berkaca-kaca, haruskah dia berlari dan meraih tubuh Arumi?


"Pak Putra" ucap Arumi pelan


Putra mengangguk dan tanpa aba-aba langsung memeluk tubuh Arumi. Putra menangis haru,ia pun tak tau kenapa harus menangis,namun nalurinya berkata bahwa dia harus melakukannya.


Arumi tentu saja terkejut,banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Dari mana dia tahu keberadaannya, untuk apa dia datang menemuinya,kenapa dia memeluk sambil menangis dan masih banyak pertanyaan lainnya.


**

__ADS_1


Teman-teman akan sangat melambat mungkin,menulis saat ini mengandalkan apresiasi dari kalian,suka atau tidak aku berharap tidak ada komentar yg akan perih untuk di baca hehe


__ADS_2