
Arumi tentu saja terkejut,banyak pertanyaan yang bersarang di kepalanya. Dari mana dia tahu keberadaannya, untuk apa dia datang menemuinya,kenapa dia memeluk sambil menangis dan masih banyak pertanyaan lainnya.
Lama terdiam dalam pelukan Putra, tiba-tiba Arumi pingsan di pelukannya, sepertinya kelelahan yang dialami Arumi membuat tubuhnya tidak lagi bisa menahan semuanya. Putra begitu panik ia pun langsung berinisiatif membawa Arumi ke dalam rumah,Putra bingung harus berbuat apa karena ia cukup canggung.
Tak berselang lama Aldi sudah kembali dari kampusnya,banyak hal yang harus ia kerjakan salahsatunya ia harus mengelola organisasi yang ada di Universitas tempat ia menuntut ilmu,ya Aldi bisa dikatakan adalah orang yang cukup sibuk dalam berkegiatan.
"Assalamualaikum,kak. Aldi pulang" ucap salam Aldi setelah memasuki halaman rumahnya
"Waalaikumsallam," sahut suara laki-laki yang membuat Aldi mengernyitkan keningnya
Aldi langsung berjalan ke dalam rumah untuk memastikan suara yang belum lama ia dengar.
__ADS_1
"Seperti suara lelaki,tapi siapa?" tanya Aldi pada dirinya sendiri
Setelah Aldi masuk ke dalam rumah pandangan matanya mengarah pada sosok laki-laki yang cukup ia kenali,ya Dia suami Arumi eh atau mungkin sudah mantan suami, entahlah hubungan keduanya cukup rumit.
Setelah cukup intens melihat ke arah Putra kemudian pandangannya beralih pada Arumi yang sedang tertidur di atas tikar dengan bantal yang Putra ambil di dalam kamar,entah kamar siapa yang ia masuki yang jelas tujuannya mengambil sebuah bantal.
"Ada apa ini,kenapa Kaka saya tertidur seperti ini?" Tanya Aldi khawatir
Aldi semakin dibuat bingung,ia yang bertanya namun Putra memberikan pertanyaan kembali. Namun setelahnya Aldi sadar bahwa hari ini kakaknya banyak disibukkan dengan pesanan kue para pelanggannya,di tambah ia baru melakukan perjalanan udara. Arumi memang mabuk perjalanan udara jika boleh memilih saat kemarin ia ke Jakarta Arumi ingin menggunakan jalur darat saja,tapi ia harus mengejar waktu agar bisa menyambut kedatangan kakak sepupunya.
"Sepertinya kakak kelelahan pak, sebaiknya aku pindahin ke kamarnya saja di sini pasti tidak nyaman," ucap Aldi melepaskan tas dan menaruh buku di atas meja,kemudian ia menaikan lengan kemeja bajunya,Aldi bersiap untuk mengangkat Arumi namun Putra menghentikan Aldi.
__ADS_1
"Bagaimana kalau saya saja yang membawanya ke kamar" Putra menawarkan diri namun tatapan aneh diberikan pada Putra.
"Maaf pak, bukanlah bapak dan kakak saya sudah bercerai? alangkah tidak baiknya laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim berada dalam satu ruangan,lebih baik saya saja." ucap Aldi tegas.
Putra cukup sadar diri bahwa apa yang ia lakukan pada keluar mereka sangatlah menyakiti,namun Putra ingin menebus semuanya. Lalu bercerai,siapa yang bercerai? Putra tidak pernah menceraikan Arumi, bukankah selama ini Putra berusaha mencari keberadaan mereka namun tidak ditemukan hingga akhirnya Aldi meminta tolong pada Raka sahabatnya.
"Tapi saya belum menceraikan kakak mu" ucap putra seketika menurunkan arumi yang sudah berhasil ia angkat
"Maksud bapak apa?"
"Saya tidak pernah menceraikan Arumi dia masih sah sebagai istri saya secara agama maupun negara. Saya sudah mendaftarkan pernikahan kami secara hukum tepat beberapa hari kalian pergi,saya berusaha mencari kalian, berkali-kali saya datang ke rumah kalian tapi semuanya nihil."
__ADS_1
Aldi terkejut untuk kesekian kalinya mendengar ucapan Putra,kenapa hal ini baru ia lakukan?Aldi menggantungkan harapan besar pada pernikahan keduanya, berharap sang kakak menemukan kebahagiaannya,namun Semua diluar ekspektasinya.