
Putra berhasil membawa tubuh Arumi sampai ke kamarnya,saat putra akan menurunkan arumi dari gendongan nya tatapan mata keduanya bertemu. Entah dorongan dari mana Putra mendekatkan wajahnya kearah Arumi ,hembusan napas keduanya begitu hangat ,Arumi pun tak berpaling dari tatapan Putra seolah terhipnotis.
Putra seperti mendapatkan izin untuk melakukan hal yang lebih toh mereka adalah pasangan hal jadi tidak akan masalah sekalipun ada menggerebek rumah keduanya.
Putra berhasil mendekat dan menyentuh bibir Arumi yang berwana peach,Arumi sedikit terkejut dan ingin menghindar namun Putra sudah terlanjur memperdalam ciuman,bahkan putra memberikan sedikit ******* yang membuat Arumi terbang melayang.
Putra meletakkan tubuh Arumi pada tempat tidur tanpa melepaskan aktivitas berciuman,bahkan Arumi seolah masih terhipnotis dan menikmati setiap sentuhan yang dilakukan oleh Putra.
Naluri Putra sebagai seorang laki-laki yang merindukan sentuhan dari seorang wanita, membuatnya melakukan hal lebih, tangannya sudah merambat ke dalam pakaian Arumi,namun hal itu justru mengembalikan kesadaran Arumi.
"Stop! lepaskan pak,apa yang bapak lakukan?" ucap Arumi marah
__ADS_1
Putra pun kembali pada kesadarannya dan sedikit menyesal karena sudah memaksa Arumi untuk melakukan hal ini, meskipun bukan hal terlarang bagi keduanya.
"Ma.. maafkan saya rum,saya hanya terbawa suasana dan sangat merindukan kamu, tolong maafkan saya." ucap Putra menundukkan kepalanya sebagai tanda ia merasa bersalah. Arumi yang melihat hal itu nampak tidak tega.
"Saya tahu maksud bapak,kita memang suami istri pak,tapi sudah berbulan-bulan kita berpisah,apa pantas hal ini kita lakukan,kita sudah kembali seperti orang asing meskipun kenyataannya masih ada ikatan pernikahan diantara kita,namun saya merasa pernikahan kita sudah selesai pak." ucap Arumi tegas
"Tidak rum,saya tidak pernah menalak kamu atau menceraikan kamu. Saya masih sah sebagai suami kamu dan kamu adalah istri saya."
"Apa kita perlu melakukan ijab Kabul kembali, meskipun sebenarnya hal itu tidak perlu? untuk meyakinkan kamu kalau saya masih suami kamu.
Arumi tampak berpikir dan akhirnya ia menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Saya mohon rum,berikan saya kesempatan untuk memperbaiki semuanya,saya tahu sudah mengecewakan kamu tapi saya pun berharap kamu masih bersedia memberikan saya kesempatan," Ucap Putra dengan mata yang berkaca-kaca tanda bahwa ia benar-benar sungguh-sungguh ingin memperbaiki semuanya
Arumi yang melihat tatapan mata itu pun mencoba mencari kebohongan,namun sayang hanya ada sorot penyesalan dan kesedihan di sana, apakah Arumi harus memberikan kesempatan kedua untuk pernikahannya,apakah Putra akan memegang ucapannya.
"Aku mohon rum," kembali putra memohon pada Arumi hingga membuat wanita itu tak kuasa untuk berkata tidak.
"Apa aku bisa memegang ucapan mu,saya tidak ingin hal yang lalu terulang kembali."
Putra mengangguk yakin "Saya janji rum,jika saya kembali ingkar janji maka siap menerima akibatnya."
"Baiklah aku akan memberikan kamu kesempatan,tapi ingat ini yang terakhir jika pak putra mengulangi semuanya maka tidak akan pernah mau melihat wajah bapak lagi "
__ADS_1
"Terima kasih rum,terima kasih" ucap putra sambil memeluk Arumi dan menangis bahagia karena semuanya berjalan begitu mulus tanpa hambatan yang berarti,padahal ia sendiri sedikit pesimis. Putra menciumi wajah Arumi tanpa ada yang terlewati satu bagian pun,dan Arumi membalas pelukan Putra, sejujurnya ia pun begitu bahagia