Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST


__ADS_3

"Karena saya sudah dengan tekad yang bulat, saya akan memperjuangkan semuanya sampai akhir. Oiya bisakah mulai saat ini kamu pun tidak memanggil saya Bapak? "


"Tentu saja,mulai saat ini aku akan memanggil kakak iparku ini dengan panggilan Mas. Apakah kakak ipar setuju?" tanya Aldi sambil menghindari tatapan tajam dari mata Arumi.


"apa-apaan anak ini, menyebalkan sekali. Bukannya mendukung aku malah berpihak pada laki-laki dingin ini." gumam Arumi dalam hatinya


"Saya suka dengan panggilan baru itu,tolong pertahankan dan dukung saya untuk memperjuangkan kakak kamu" Putra bahagia dengan , setidaknya sang adik dari Arumi mendukung dirinya.


"Aku akan mendukung kalian yang terpenting ,mas harus membuat kakak ku benar-benar bahagia bukan hanya omong kosong dan menyakitinya seperti kemarin."


"Saya janji tidak akan lagi."


"Aldi kamu sudah terlalu banyak bicara sekarang giliran aku yang ngomong!. Baiklah pak Putra bisa menginap di sini sementara waktu dan besok pagi harus sudah meninggalkan rumah ini titik!" ucap Arumi dan berlalu meninggalkan keduanya


"Kakak mau kemana?"

__ADS_1


"Aku mau istirahat,badanku masih lelah. Sepertinya besok toko akan tutup saja ,tolong katakan pada Alif dan Sari."


"Baiklah,tapi bagaimana dengan mas Putra?"


"Itu bulan urusanku." sahut Arumi acuh dan kembali berjalan ke arah kamarnya


"Kenapa sekarang kakak berubah menjadi wanita kejam, seperti ibu tiri saja. Mas Putra ini suami kakak,apa kakak mau berdosa karena tidak mengurusnya dengan baik?"


"Maksud kamu apa mengancam kakak seperti itu?" sahut Arumi berbalik


"Kakak tau tidak?"


"Apa?" sahut Arumi ketus


"Surga seorang istri ada pada suaminya hehe"

__ADS_1


"Suami yang bagaimana dulu hmmh"


"Mangkanya berikan kesempatan itu,dan Kaka buktikan sendiri apa surga itu ada pada suami kakak? jika kakak sudah berbakti padanya ,tapi tidak melihat tanda-tanda surga itu ada kakak boleh kembali tinggal dengan Aldi,tapi jika suami kakak membuktikan bahwa ia layak menjadi suami sholeh dan baik,maka berbahagialah."


Putra seolah mendapatkan angin segar,Aldi membelanya habis-habisan bahkan ia rela berdebat dengan kakaknya sendiri. Putra semakin bersemangat dan tidak akan menyia-nyiakan kesempatan jika nanti Arumi memberikannya.


"Ucapan mu seperti ustadz saja,tapi aku tidak pernah sekamar dengan dia,pasti akan canggung. Bagaimana kalau aku sj yang tidur di ruangan ini dan pak putra tidur dikamar milik mu." ucap Arumi memberikan solusi


"Keras kepala sekali kakak ku ini. Cuaca saat ini sedang buruk. jika diantara kalian tidur di ruangan ini akan dipastikan besoknya sakit,lagi pula rumah ini sempit akan tidak nyaman jika kalian menghalangi jalan satu sama lain" ucap Aldi membuat alasan demi alasan untuk membuat sepasang suami istri itu satu kamar dan saling memberikan kesempatan untuk bicara satu sama lain.


"Baiklah. Pak putra ikutlah dengan ku,biar anak itu berhenti mengoceh."


"Haha yes. Mas gantilah pakaian mu dan pakai bajuku untuk tidur, baru setelah itu kamu menyusul kakak ku. Bersabarlah dia memang sedikit keras kepala tapi mudah luluh."


"Aldi terima kasih,ini sangat berarti untuk saya. Saya janji akan menjadi suami yang baik untuk kakak kamu,sekali lagi terima kasih ."

__ADS_1


Aldi tersenyum dan mengangguk,ia percaya bahwa putra akan menjadi suami yang baik untuk kakaknya. Jika pun Putra ingkar Dia yang akan menjemput kakaknya secara langsung.


__ADS_2