Surat Terakhir

Surat Terakhir
Hijrah


__ADS_3

"Kak, mungkin ini sudah waktunya kakak mengatakan yang sebenarnya, kakak tidak harus berkorban lebih banyak lagi. Aku mohon kak,kakak juga harus bahagia dengan hidup kakak jangan terlalu memikirkan banyak perasaan sementara kakak sendiri tidak bahagia." Aldi mengungkapkan apa yang selama ini ia pendam, meskipun terlihat selalu menyetujui apa yang dilakukan Arumi namun di hati terkecilnya ia sangat menentang,karena Arumi lagi-lagi harus mengorbankan kebahagiaannya.


"Kakak belum siap mengungkapkan semuanya,Al."


"Tapi kenapa kak? aku yakin Rafa akan mengerti"


"Tidak sesederhana itu Al,yang selama ini Dia tahu kakak adalah ibunya, bagaimana mungkin dengan begitu saja kakak mengatakan kalau Rafa bukan anak kakak ,"


"Tapi itu memang kenyataannya kak,Dia memiliki orang tua yang utuh,tidak seperti anggapannya selama ini. Aku mohon ,kak. kali ini saja pikirkan kebahagiaan ,kakak." Aldi memohon pada Arumi dengan penuh pengharapan berharap kakaknya mau mendengarkan kata-katanya.


Arumu kembali terdiam.


"Kakak akan mengatakannya,tapi tidak sekarang. Kakak harus memastikan semuanya baik-baik saja, setelah itu kakak akan terus terang pada Rafa."


"Baiklah,aku harap kakak bisa melakukannya kali ini. Lalu bagaimana dengan pernikahan kakak dan mas Putra?"


"Seperti yang kamu lihat, semuanya sudah selesai,kami hanya menikah siri dan kamu tahu kakak melakukan ini semata untuk kebahagiaan Rafa. Namun semuanya sudah berubah,Rafa tidak lagi merasakan kebahagiaan,yang ada anak itu hanya memendam kesedihan karena keberadaannya tidak begitu di anggap."


"Yasudah semuanya sudah terjadi mau bagaimana lagi. Oiya kak,besok rencananya aku mau pergi ke kota Yogyakarta,aku terpilih menjadi salah satu mahasiswa penerima beasiswa,dan pihak kampus mengundang ku untuk wawancara" Aldi menceritakan kabar bahagia yang ia dapat tadi siang.


"Alhamdulillah,benarkah? kakak sangat bersyukur ternyata kamu berhasil diterima di universitas yang selama ini kamu inginkan" Arumi begitu bangga dengan adik semata wayangnya, bagaimana pun Aldi adalah tanggung jawabnya namun Aldi mampu meringankan beban kakaknya dengan beasiswa yang didapat.


"Alhamdulillah,kak. Bagaimana kalau kakak dan Rafa ikut dengan Aldi,karena Aldi akan cukup lama tinggal di sana sampai akhirnya dimulai awal perkuliahan. Itung-itung kita liburan dan mengalihkan Rafa dari rasa sedihnya,sambil kakak mencari cara untuk mengatakan semuanya pada Rafa." usul Aldi mengajak Arumi dan Rafa pergi bersamanya.


"Apa tidak akan menggangu belajar mu?"


"Tentu tidak kak,kata kawan ku tempat tinggal di sana cukup murah dan makanannya juga,kalau perlu kita menetap di sana dan membuka toko kue " ucap Aldi dengan segala rencananya.

__ADS_1


"Mana bisa seperti itu,lalu bagaimana dengan rumah dan sekolahnya Rafa?"


"Rumah ini kita titipkan saja pada bibi Aisyah. Yang aku dengar dia sudah tidak bisa membayar kontrakan selama 3 bulan,dan yang punya kontrakan sudah meminta bibi Aisyah keluar dari kontrakannya. Kakak tahu sendiri, kan suaminya baru sembuh dari sakit karena terjatuh"


"Untuk biaya kita di sana aku punya tabungan dari mengajar les dan hasil jualan kue kita di bazar pagi, hasilnya lumayan. "


"Hmmh" Arumi nampak berpikir


"Sudahlah kak,jangan banyak berpikir. Lebih cepat lebih baik"


"Yasudah kalau begitu,kakak akan ikut kamu. Lagi pula kakak ingin menghilangkan sedikit trauma dalam diri Rafa,karena bagaimana pun anak itu pasti sedih."


"Nah begitu lebih baik,mulai sekarang aku akan bertanggung jawab terhadap kakak dan Rafa,aku janji akan bekerja lebih keras lagi"


"Maa syaa Allah,adik kakak sudah dewasa ternyata" ucap Arumi penuh kebanggaan


"Baiklah baiklah,kamu memang sudah menjadi laki-laki dewasa,tapi bagaimana pun kamu masih tanggung jawab kakak, Alhamdulillah kakak masih punya tabungan untuk biaya hidup kita beberapa bulan ke depan. Sambil kita memikirkan untuk memiliki usaha."


"Yasudah,baiklah apapun yang kakak katakan aku ikut, sekarang kita membereskan pakaian kita ,bawa seperlunya saja. Dan aku akan pergi ke rumah bibi Aisyah untuk menitipkan rumah kita padanya."


Arumi pun mengangguk.


"Semoga ini yang terbaik" gumam Arumi.


***


Keesokan harinya Aldi dan Arumi sudah bersiap untuk pergi ke stasiun kereta api,mereka sengaja berangkat pagi-pagi sekali agar bisa sampai siang di sana. Arumi sudah memberi tahu perihal keberangkatan mereka pada Rafa. Arumi juga sudah menitipkan rumah beserta isinya pada bibi Aisyah,Arumi juga mengizinkan bibi Aisyah untuk menggunakan rumahnya untuk kegiatan belajar mengaji anak-anak usia dini maupun dewasa.

__ADS_1


"Bi,kami titip rumah ini sama bibi ya,in syaa Allah kami akan mengusahakan untuk pulang dan melihat keadaan rumah ini." ucap Arumi


"Terima kasih ya nak Arumi,bibi dan keluarga pasti menjaga amanah rumah ini,bibi bersyukur atas kemurahan hati kalian" sendu kata yang diucapkan bibi Aisyah


"Sama-sama bi, sebagai manusia kita harus saling tolong menolong. Oiya kalau ada yang mencari kami katakan saja tidak tahu ya Bi,lagi pula tidak ada yang akan mencari kami"


"Apa termasuk suami nak Arumi?"


"Kami sudah memutuskan untuk berpisah bi,lagi pula pernikahan kami hanya siri,yang bisa sewaktu-waktu di putus"


"Tapi kan sah di mata Allah nak"


"Iya bi aku paham,tapi selama beberapa bulan kami menikah hubungan kami tidak berjalan,lagi pula aku menikah karena ingin membahagiakan Rafa,nyatanya Rafa masih tidak bahagia"


"Semoga kamu bisa menemukan kebahagiaan di luar sana ,bibi selalu berdoa agar orang tua Rafa lekas kembali dan menemui anaknya. Apa mereka berencana untuk pulang?"


"Aamiin, entahlah bi,yang terpenting mereka harus baik-baik saja. Jika pun nanti mereka tiba-tiba pulang pasti mereka menghubungi ku lebih dulu, soalnya yang aku tahu urusan mereka di sana belum selesai,"


"Bibi salut sama kamu,bisa bertahan sejauh ini"


"Semuanya kulakukan untuk kebaikan bersama bi"


Rafa dan Aldi masuk menemui Arumi setelah menaikan pakaian yang akan di bawa ke dalam mobil yang Arumi sewa. Setelah berpamitan mereka pun segera berangkat menuju stasiun.


"Selamat tinggal tempat kelahiran ku,sejenak aku meninggalkan mu untuk menyembuhkan luka yang belum lama aku Terima,semoga saja ada penawar yang akan menyembuhkan dan aku bisa kembali ke sini dalam keadaan hatiku yang sudah membaik."


"Arma maafkan aku,aku harus ikut dengan ibu dan paman. semoga kita bisa bertemu lagi dilain waktu. Aku harap kamu sudah memaafkan aku dan kita bisa bersahabat lagi,aku janji tidak akan merebut ayahmu lagi,karena ternyata aku cukup bahagia hanya dengan memiliki ibu saja. Jaga dirimu baik-baik dan jangan lupakan aku."

__ADS_1


__ADS_2