Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST2


__ADS_3

Genggaman tangan Arumi begitu erat setelah beberapa jam lalu sampai di bandara Soekarno Hatta. Belum lama ia menginjak kota Jakarta,namun harus kembali dengan situasi yang berbeda. Ya,Arumi akan kembali ke kediaman Putra,rumah yang dulu pernah ia tinggali dengan penuh kenangan buruk.


Hari ini ia kembali untuk memulai kehidupan baru, berharap kali ini kebahagiaan itu benar adanya. Putra yang mengerti akan kekhawatiran istrinya pun merangkul erat jari jemari memberikan ketenangan kalau semuanya akan baik-baik saja.


"Mas,aku takut" ucap Arumi memecah keheningan


"Takut kenapa, sayang?"


"Aku takut kalau Arka belum bisa menerima keberadaan ku,aku takut dia membenciku karena sudah merebut posisi ibunya,aku takut mas" Arumi mengeluarkan uneg-unegnya


Putra tersenyum lembut "Kenapa harus takut?Mas sudah pernah bilang bukan kalau Arka begitu merindukan kamu dan juga Rafa." Putra meyakinkan Arumi agar tetap tenang,perihal sang putra yang sebenarnya memang merindukan Arumi dan Rafa.


"Benarkah? mas tidak sedang membohongiku kan,agar aku merasa tenang,padahal nanti Arka akan kembali tidak menyukaiku."

__ADS_1


"Kamu ini terlalu berlebihan dalam berpikir, jatuhnya kamu sendiri yang merasa tidak tenang dengan pikiran kamu sendiri. Mas,bisa jamin kalau Arka akan menyambut kamu dengan baik." sekali lagi putra meyakinkan istrinya


"Baiklah aku percaya padamu,tapi awas saja kalau kamu bohong,aku akan kembali lagi ke Jogja." ancam Arumi pada akhirnya


Putra menggelengkan kepalanya "Harusnya kamu merayu Arka kalau sampai dia menolakmu,bukan malah kabur lagi. Sejak awal Arka sudah menyukai kamu dan juga Rafa,hanya saja sifat kekanak-kanakan nya tak bisa dihindari,maklumi saja dia kan masih anak-anak."


"Hhmh Lalu bagaimana dengan kamu waktu itu? kamu kan bukan anak-anak seperti Arka,apa harus dimaklumi juga?" ucapan Arumi jelas membuat Putra diam membisu,karena sadar dialah yang menorehkan luka sebenarnya.


"kok diem mas?"


Di detik selanjutnya Arumi tertawa "Haha kenapa wajahmu jadi berubah seperti itu mas,kaya bunga layu saja. Sudah jangan dipikirkan,aku hanya bercanda saja."


"Sayang,percaya sama mas ya,jika nanti Arka memang belum menerima mu tolong bersabar sedikit,mas yakin Arka akan kembali seperti awal kalian bertemu."

__ADS_1


"Iya mas,aku janji akan bertahan selama kamu berada di samping ku."


Putra langsung memeluk Arumi,ia merasa bersyukur bahwa Waktu mengembalikan kesadarannya agar tak menyesal kembali. Dan kini ia akan berusaha menjadi suami yang baik untuk anak-anak dan istrinya.


Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di kediaman Putra. Rumah itu masih sama seperti dulu,belum banyak perubahan yang signifikan. Arumi kembali dilanda gugup, pasalnya di dalam rumah sana sudah ada ibu mertua dan juga anak sambungnya.


"Sayang, tenanglah. Semuanya akan baik-baik saja." putra kembali melihat kegugupan pada diri istrinya, terlihat dari genggaman erat tangan Arumi


Putra menekan bel rumahnya tak lama muncullah sesosok wanita paruh baya yang sudah lama mengabdi di rumah Putra. Ya,dia adalah bi Hannas,bi Hannas menatap kedua majikannya dengan perasaan haru,terlebih pada sosok Arumi. Bi Hannas begitu bahagia karena Putra berhasil membawa Arumi kembali kerumahnya, sungguh doanya selama ini Allah kabulkan.


***


Garing nggak garing aku lanjutkan aja, pelan-pelan sampe end... Yang masih setia dan rajin dukung aku dengan vote,komen dan like terima kasih ya. Aku tau siapa aja yang selalu nongol di tulisan amatir ini.

__ADS_1


In syaa Allah aku ngetik lagi.


__ADS_2