Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST16


__ADS_3

Intensitas pertemuan putra dan inka secara tidak langsung menghadirkan perasaan yang tidak biasa. Inka yang lebih dominan dalam menyimpan perasaannya untuk putra, sedangkan putra pun merasa nyaman dengan sosok inka ,tapi jika ditanya soal perasaannya,putra tidak bisa menggambarkan secara pasti apa yang di rasakan.


Proses belajar mengajar di Asrama Putri Harapan Bangsa berjalan dengan sangat baik, kumpulan siswi berprestasi itu sudah tidak bisa di ragukan lagi,terlebih tujuan mereka sekolah di sana adalah fokus pada pendidikan dan tanpa campur aduk hal lainnya. Namun hal itu menjadi pengecualian untuk Inka,dia melibatkan perasaannya pada putra.


Inka tetaplah manusia biasa yang bisa merasakan jatuh cinta,dan dia tidak bisa menyangkalnya,akan tetapi bagaimana dengan perasaannya,haruskah dia mengatakannya?


Hari ini di kantin asrama begitu penuh,karena para siswi. Jam pelajaran olahraga telah selesai, semuanya datang ke kantin untuk melepas dahaga atau rasa lapar di kantin.


"Inka, setelah lulus kamu mau kuliah di mana?" tanya gigi


"Hmmh.. aku belum tau,tapi akhir-akhir ini cita-citaku berubah, awalnya ingin menjadi arsitek dan sekarang aku mau jadi guru saja" sahut Inka


Lala yang sedang meminum airnya pun tersedak mendengar ucapan Inka.


"Pelan pelan dong la,kaya bocah aja si" ucap gigi menepuk-nepuk punggung Lala.


Inka. yang melihat hal itu pun sudah bisa menduga kalau Lala terkejut mendengar ucapannya.


"Aku tidak apa apa, mungkin aku terlalu menghayati ketika minum , jadilah tersedak"


"Kenapa cita-cita mu berubah?" tanya Lala tiba-tiba


"Hmmh, tidak tahu, tiba-tiba aku ingin menjadi pengajar saja, sepertinya menyenangkan"


"Jangan terlalu cepat mengambil keputusan,kita nikmati saja proses belajar di sini. Aku tahu kita harus membahas masa depan,tapi kita juga harus menikmati masa-masa sekolah" ucap Lala bijak


"Omongan kamu bijak banget, kepentok apa?" tanya gigi

__ADS_1


"Kepentok Gigi!" ucap Lala sambil memperlihatkan deretan giginya.


"Ihhh di tanyanya nyebelin!"


**


Ke esokan harinya suasana sekolah di hebohkan dengan kedatangan pengajar baru, seorang wanita muda yang cantik dan pastinya sangat pintar. Anak pemilik yayasan dan salah satu guru yang tak lain adalah pak Putra nampak akrab,mereka bertiga tertawa bahagia, seperti sudah lama tidak bertemu.


Sedangkan beberapa siswi menatap ketiganya dengan tatapan bermacam-macam,ada yang terlihat iri,kesal dan biasa saja. Ketiganya menuju kantin yang ada di sekolah,saat mereka sampai di kantin ke tiganya pun tetap menjadi pusat perhatian.


Di meja paling ujung lah tempat ketiganya duduk dan memesan makanan. Dan persis di sebelahnya ada Inka serta dua sahabatnya yang sedang menyantap makan siangnya. Tatapan mata Inka dan putra bertemu namun tidak ada sapaan dari keduanya, sekalipun Inka tersenyum tetapi tidak ada balasan melainkan hanya anggukkan dari Putra,dan setelahnya putra asik meneruskan obrolan bersama keduanya.


Inka


"Aku melihat Dia sedang berjalan ke arah kantin,namun ada yang berbeda. Saat ini Dia sedang berjalan dengan dua orang di sampingnya. Fokus ku hanya pada wanita cantik yang berada di antara pak Raka dan pak putra,entah kenapa aku takut kalau wanita itu memiliki hubungan dengan pak putra ah mikir apa aku ini" ucapku dalam hati


"Wah siapa bidadari yang berada di antara kedua pangeran itu ya,aku ingin berada di tengah-tengah nya dan dijaga oleh keduanya " ucap gigi yang ikut fokus melihat ke arah ketiganya


Sedangkan Lala tidak sedikitpun tertarik dengan pemandangan yang ada di depan ,sampai akhirnya ketiganya duduk persis di samping kami,dan mau tidak mau harus menyapa dengan bahasa tubuh atau sekedar senyum,tapi sayang mereka tidak merespon banyak sapaan muridnya.


Mereka bertiga memesan makanan dan minuman, setelah kedatangan mereka aku tidak lagi berselera untuk maka,fokus ku hanya ingin mendengar percakapan mereka dan ingin tahu apa hubungan perempuan itu. Kenapa aku jadi kepo seperti ini?


"Kalian mau makan apa?" tanya pak putra pada keduanya


"Aku Mie ayam saja dan jus alpukat" sahut pak Raka


"Kalau aku samakan saja dengan kamu" ucap perempuan yang ada di samping pak putra

__ADS_1


"Hari ini aku mau makan nasi goreng seafood dan Jus mangga apa kamu mau, bukankah kamu alergi makanan laut?" ucap pak putra


"Wah kamu masih ingat put,kalau Raya alergi makanan laut? seandainya Raya tidak sekolah keluar negeri mungkin kalian masih menjadi sepasang kekasih, sayangnya kamu tidak ingin menjalani hubungan jarak jauh " ucap pak Raka yang membuat aku terkejut,karena wanita itu pernah memiliki hubungan dengan pak putra.


"Jangan membahas masa lalu,aku tidak ingin menjadi seorang pembunuh hanya karena memberikan nasi goreng yang sama dengan ku" sahut pak Putra seolah tak suka namu. aku melihat matanya berkata berbeda.


"Haha santai Put,aku tahu betapa patah hatinya kamu dulu,dan selama itu juga kamu sangat bersemangat melakukan perjalan keluar kota untuk melakukan kegiatan mengajar " ucap pak Raka kembali memberikan informasi.


"Berisik!" ucap pak Raka


"Apa benar put yang di ucapkan Raka,kalau kamu melakukan hal itu karena aku?" tanya wanita bernama Raya.


"Jangan dengarkan Raka,dia itu laki-laki bermulut perempuan!"


"Kalaupun benar aku akan sangat senang sekali, berarti perasaan ku benar-benar tidak pernah salah"


"Tentu saja,bahkan sampai saat ini Dia belum memiliki pasangan. Apa kamu tahu kalau ibunya berkali-kali datang ke asrama untuk menyuruhnya mencari istri dan menikah" ucap Raka


Sedangkan pak Putra mengabaikan ucapan pak Raka dan pergi memesan makanan.


Perasaan ku seketika merasakan perih yang seolah terkena sayatan,apa benar aku sudah menyukai pak Putra dan saat ini aku sedang cemburu,benarkah demikian? ahh kenapa harus seperti ini,aku datang kesini untuk belajar dan aku harus fokus pada tujuan utamaku. Mulai saat ini aku harus membuang perasaan lancang ini,ya aku akan membuangnya sebelum perasaan ini semakin besar .


Di mejaku mungkin hanya aku yang fokus mendengarkan obrolan ketiganya,karena yang lain fokus dengan makan siangnya termasuk gigi dan Lala.


"Ka, makanan kamu ga di abisin? sayang tu abisin dulu gih setelah itu kita balik kelas" ucap Lala menyuruhku menghabiskan makanan


"Oh iya" aku pun makan dengan perlahan sambil sedikit mencuri obrolan ke tiganya.

__ADS_1


Obrolan ketiganya sempat terhenti saat makanan ketiganya datang,dan mereka fokus menyantap makan siangnya. Aku pun menghabiskan makan siangku dan saat kami akan beranjak dari tempat duduk,aku menangkap obrolan perempuan cantik itu yang membuat aku bertambah Insecure.


**


__ADS_2