Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST 39


__ADS_3

Inka pun menurut,dan betapa terkejutnya Dia saat melihat salah satu foto seseorang yang ia kenali.


"Ini kan foto ku sewaktu kecil,kenapa ada disini? " ucap Inka setelah melihat foto dirinya di gendong wanita cantik kira-kira berusia 25 tahun.


"Kamu kenal siapa yang menggendong mu itu?" tanya Bu Rahmi


Inka pun menggelengkan kepalanya.


"Aku masih penasaran kenapa foto ku ada di sini? aku memiliki fotoku waktu berumur 2 tahun saat di gendong ayah,jadi aku kenal betul wajah ini" ucap Inka menjelaskan.


"Iya sayang itu dirimu saat berumur hampir 2th tepat beberapa bulan sebelum kamu di ambil oleh ayahmu dari ibu kandung mu" ucap Bu Rahmi.


Deg Inka begitu terkejut mendengar penuturan yang di ucapkan Bu Rahmi.


"Apa maksud ibu?"


"Sebelum kamu mendengar penjelasan dari kami,kamu harus terlebih dahulu mengenal kami. Nak,ibumu adalah keponakan ku,anak dari kakak kandung ku,saat itu ekonomi kami tidak sebaik sekarang,dulu orang tua kami hanya seorang petani. Kakak ku pun demikian,dia membesarkan ibumu dengan susah payah, sampai sampai ibu mengambil alih untuk merawatnya,namun..."


Inka masih setia mendengarkan ibu Rahmi bercerita.


"Namun itu tidak seterusnya,hanya sampai lulus SMA saja,saat ibumu lulus SMA ibu harus ikut dinas keluar kota bersama suami ibu,dan saat itu ibumu menolak untuk ikut dengan alasan tidak mau merepotkan dan akan mencari pekerjaan,saat itu ibu memiliki satu anak yaitu Arya yang berusia 4 tahun . Singkat cerita tanpa sepengetahuan ibu dan keluarga yang lain ibumu pergi ke kota,dia bekerja disana dengan sahabatnya, setelah 3 tahun bekerja dia kembali menetap disini karena kakak ku sakit-sakitan dan dalam hitungan bulan kakak ku meninggal dan Airin begitu terpukul."


"Ibu mu harus tetap kuat karena dia masih memiliki ayah, sedangkan ibu harus kembali ke rumah dinas. Saat ibumu pergi ke kota ternyata Dia memilik ke kasih, menurut sepupu kami laki-laki itu menemui Airin di rumah,Dia melakukan pendekatan yang intens dengan keluarga,sampai akhirnya kakak ipar ku merestui hubungan ibu dan ayah mu. Tapi sangat di sayangkan,saat ayahmu membawa ibumu ke kerumahnya,ibumu sama sekali tidak di terima dengan alasan tidak sederajat ."

__ADS_1


"Satu tahun kemudian ayahmu datang kembali untuk melamar ibumu, laki-laki yang berumur 25 tahun itu berani meminang anak orang lain tanpa keluarga,karena keduanya saling mencintai akhirnya mereka menikah,satu tahun kemudian kamu lahir tepat saat kakak ipar ibu meninggal. Kakak ipar ibu meninggal karena serangan jantung setelah di caci maki oleh kakek mu,sempat dilarikan ke rumah sakit namun hanya bertahan beberapa hari saja setelah itu meninggal"


"Ibu mu sangat terpukul kala itu. Kehidupan kembali normal dan ibumu sudah memaafkan perilaku ayah mertuanya,karena ibumu percaya bahwa setiap hal baik dan buruk sudah di tentukan. Sampai usia mu 1 tahun, ibu dan suami ibu kembali ke kampung halaman ini, dengan membawa serta Arya yang kala itu berusia 8 tahun,dia begitu senang mengasuh dirimu dan selalu membawa pulang ke rumah untuk di ajak bermain.


"Kesedihan kembali menimpa ibu mu,saat ayahmu tidak pernah pulang ke rumah,hingga datang seorang wanita bernama Maya,dia memohon untuk melepaskan Erwin dari Airin ,bahkan dia pun bersedia merawatmu. Ibu saat itu menentang keras,namun kekuasaan kakek mu tidak bisa membuat kami orang lemah berbuat banyak,hingga akhirnya kamu di bawa ayah mu ,entah ancaman apa yang membuat ayah mu menyerah dengan ibu mu yang jelas saat itu Dia meninggalkan ibumu dan mengambil kamu juga"


"Beberapa bulan kemudian ibumu sakit-sakitan, karena terpisah dengan orang-orang yang di cintanya dan meninggal karena kanker,dalam surat terakhirnya ibu mu sudah memaafkan ayah mu meminta mereka merawat kamu dengan baik. Sedangkan surat wasiat untuk keluarga adalah tidak memberitahukan perihal penyakit yang di deritanya,dan setelah itu dia meminta kami mencari keberadaan kamu saat kamu sudah sedikit lebih dewasa dan bisa memilih untuk ikut kami"


"Maafkan kami yang baru bisa menemukan mu,kami sudah mencari keberadaan mu di kota ayah mu,namun tidak juga menemukannya,dan kami tidak berhenti begitu saja. Saat Arya kembali dari menempuh pendidikannya di luar Negeri,ia pun ikut mencari mu, meminta bantuan teman-temannya, dengan bermodalkan foto mu saat masih kecil berharap mendapatkan petunjuk. Dan hasilnya masih tetap sama,sampai akhirnya Arya bercerita menemukan orang yang mirip dengan ibumu saat di kampus,dan puncaknya saat di rumah sakit tadi membuat ibu yakin kalau kamu adalah anak Airin keponakan ibu dan ternyata memang benar." ucap Bu Rahmi panjang lebar sementara Inka sudah meneteskan air matanya dan Arya hanya menyimak adegan keduanya


"Sayang ibu dengar kamu sudah menikah?"


Inka pun mengangguk.


Inka terus menangis,bukan karena pertanyaan Bu Rahmi tapi karena mengingat penderitaan sang ibu selama ini,begitu sesak dadanya andai Dia tahu lebih awal kalau ibunya begitu menderita,terlebih dia hidup dengan keluarga yang begitu jahat ,keluarga yang telah menghancurkan kehidupan sang ibu,pasti Inka lebih memilih hidup di jalanan.


"Aku ingin ketempat ibuku,aku ingin melihat tempat peristirahatan terakhirnya" ucap ikan sesegukan menangis dan pandangan matanya gelap dan Inka pun pingsan.


Arya dan Rahmi begitu panik,kemudian membawa Inka ke kamar tamu lalu menghubungi dokter untuk memeriksa keberadaan Inka.


Selang beberapa menit dokter pun datang dan memeriksa keadaan Inka.


"Bagaimana keadaannya dok?" tanya Bu Rahmi cemas

__ADS_1


Dokter itu pun menggelengkan kepalanya.


"Apa ada catatan pemeriksaan dari rumah sakit sebelumnya?" tanya dokter paruh baya tersebut


Keduanya pun menggelengkan kepalanya.


"Tunggu, bukankah tadi kita bertemu dia di rumah sakit,coba kamu periksa tasnya Arya" ucap Bu Rahmi pada anaknya


Arya pun langsung memeriksa tas Inka,dan benar saja terdapat amplop besar yang di lipat dua di dalam tas nya, amplop itu pun bertuliskan nama Rumah Sakit. Arya menyerahkan pada sang dokter,tak lama dokter pun membukanya dan dokter begitu terkejut membaca diagnosis dari laporan kesehatan Inka.


"Apa kalian keluarganya?" tanya dokter tersebut


"Benar dok,kami keluarganya"


"Pasien sedang mengandung selama 10 Minggu selain itu dia juga di diagnosa menderita kanker darah stadium lanjut" ucap dokter membacakan kesimpulan dari hasil pemeriksaan Inka


Arya dan Rahmi begitu terkejut mendengar penjelasan sang dokter,Rahmi tidak menyangka bahwa anak yang selama ini dia cari begitu di penuhi dengan nasib malang,kanker? seperti Dejavu mengingat Airin dulu.


****


Halah panjang sama cerita kala itu.


Aku ngga cek ulang karena on the spot,kalo ada yang ngaco kasih tau Yo tapi dengan cara yang ramah hehe aku baperan soalnya wkwkwk

__ADS_1


Terima kasih semuanya 💕❤️


__ADS_2