
Jika membahas tentang penyesalan pasti ada keputusan bodoh yang pernah diambil,entah itu keputusan yang buru-buru atau malah keputusan yang tidak dipikirkan.
Arya dengan segala keputusan beratnya mengijinkan ayah dan seorang suami itu menemui Inka ,gadis malang yang selama ini terabaikan oleh kehidupan. Banyak hal yang Arya pikiran, pekerjaannya atau malah Inka sendiri yang jauh di lubuk hatinya ingin menemui ayah dan suaminya.
Pukul 8 pagi ketiganya berangkat ke Negara yang sebenarnya tidak jauh dari Indonesia,namun karena Arya begitu pandai menyembunyikan Inka maka tidak ada satupun yang bisa menemui Inka selain atas izin Arya.
Pukul 10 kurang keduanya sudah berada di sebuah apartemen tepatnya di lantai 20,lantai tersebut adalah kawasan privasi dimana orang-orang yang tinggal di sana menginginkan identitas mereka disembunyikan, yang pasti ada persyaratan yang harus dipenuhi yaitu mereka tidak terlibat tindak kriminal di negara asal mereka .
Arya menekan kode apartemennya,sudah bisa di bayangkan berapa banyak uang yang harus dikeluarkan oleh Arya untuk menyewa apartemen elit ini,belum lagi biaya pengobatan dan biaya hidup di negara tersebut.
Beberapa saat kemudian apartemen itu terbuka,hal pertama yang di lihat adalah bayi laki-laki yang sedang di jaga oleh susternya. Bayi berusia Satu setengah tahun itu sedang menonton sebuah animasi di layar televisi yang cukup besar,saat melihat pintu terbuka anak itu menoleh dan berteriak kegirangan.
"Ayahhhhhhhh,hole ayah " ucap girang anak laki-laki tersebut dengan suara cadelnya.
Meskipun usianya masih dibawah 2 tahun namun anak Inka cukup cerdas dan sudah memiliki banyak kosakata,karena keluarganya selalu mengajak bicara banyak hal padanya termasuk Arya.
Sedangkan Putra dan Erwin terbengong masih bertanya-tanya siapa anak laki-laki itu,apakah anak Inka atau anak Erwin dengan istrinya.
"Halo anak Ayah,apa kamu merindukan ayah?" tanya Arya sambil merentangkan tangannya untuk memeluk tubuh kecil itu.
"Iya,aku Lindu" ucapnya sambil menerima pelukan dari Arya
Saat anak laki-laki berpelukan dengan Arya pandangannya beralih pada dua sosok laki-laki di depannya,dan bertanya siapa mereka. Bayi laki-laki bernama Arkana Nuraz Aryasatya : Bayi laki-laki yang berhati mulia dan selalu berada di jalan benar dengan penuh kekayaan. Itulah nama yang diberikan oleh Arya,dengan arti yang baik tak lupa menyelipkan nama dirinya bukan nama Putra sebagai ayahnya,lancang memang tapi menurutnya itu setimpal atas sikap Putra pada inka.
"Ayah meleka siapa?" tanya Arka
Arya pun melepaskan pelukannya.
"Beri salam nak,mereka keluarga ibu mu" ucap Arya yang tidak memberi tahukan perihal putra sebagai ayahnya.
Dengan pintar dan ramahnya Arka pun menghampiri keduanya dan mencium tangan Erwin dan Putra. Keduanya terkejut bahwa benar dugaan mereka kalau anak laki-laki yang ada di hadapannya adalah anak Inka yang tak lain anak putra dan cucu Erwin.
__ADS_1
"Apa dia cucuku?" tanya Erwin pada Arya dengan suara yang berat.
Arya pun mengangguk.
Melihat Arya mengangguk seketika airmatanya keduanya pecah dan memeluk anak itu,seorang bayi malang yang sudah di abaikan oleh ayahnya .
"Iya, Dia anak dari Inka. namanya Arkana" ucap Arya
Arka merasa bingung dengan sikap kedua laki-laki yang memeluk dan menciumnya.
"Nak,aku ayahmu" ucap spontan Putra yang membuat arka kebingungan dan langsung melepaskan pelukan dari Putra kemudian menghampiri Arya.
"Om butan ayah ku,ayahku ini" ucap Arka polos sambil memeluk Arya
Bagai tertusuk ribuan pisau begitu perih dan menyakitkan,darah dagingnya sendiri tidak mengakui dirinya sebagai ayahnya. Perlukah putra egois dan mengatakan yang sebenarnya kalau Dia adalah ayah sebenarnya,ah sepertinya sia-sia balita itu akan menolak,karena selama ini yang dia tahu hanya Arya sebagai ayahnya.
"Jangan terburu-buru,Dia masih kecil. Jangan membuat Arka bingung dengan pernyataan mu, seperti yang pernah ku bilang untuk saat ini biarkan aku satu-satunya ayah yang dimiliki oleh Arka. Aku tidak akan jahat dan menutupi kenyataan sebenarnya." ucap Arya
"Sayang, yang itu adalah kakek mu ayah dari ibu Inka" ucap Arya menjelaskan
Mata Arka menoleh kearah putra seolah bertanya " Lalu yang ini siapa?"
"Kamu pasti penasaran Om yang ini siapa kan?" tanya Arya membuat putra sakit mendengarnya saat kata "Om" terucap dari bibir Arya.
Arka pun mengangguk.
"Hhmmhhhh Saat ini ayah akan rahasiakan siapa om ini,sampai tinggi mu segini" ucap Arya sambil mengukur tinggi Arka dengan tangan di atas kepalanya sedikit lebih tinggi
Arka pun mengangguk.
"Anak pintar,ayah janji akan mengatakannya, untuk saat ini kamu bisa bermain dan mengobrol dengan om nya ya" ucap Arya seolah menyuruh Arka melakukan pendekatan dengan Putra
__ADS_1
Lagi-lagi Arka pun mengangguk.
Saat mereka sedang berbicara dengan pikirannya masing-masing,tak lama Rahmi keluar dari lantai atas dengan wajah terkejut. Perlahan Rahmi menghampiri Arya dan Arka, tatapannya beralih pada sosok Erwin laki-laki yang pernah menikahi keponakannya dan meninggalkannya demi menikahi wanita pilihan ayahnya.
Sejujurnya Rahmi begitu kecewa ,namun semuanya sudah terjadi dan Rahmi tidak ingin merawat dendam dan memilih untuk mengiklaskan semuanya. Erwin yang sadar dengan tatapan Rahmi langsung mencium tangan bibi dari mendiang istrinya dan menangis meminta ampunan.
"Bi,maafkan laki-laki pengecut ini yang sudah berkali-kali menyakiti istri dan kini anak ku sendiri menjadi korban kebodohan ku. Maafkan aku bi" ucap Erwin diiringi dengan lelehan air mata
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi, seberapa banyak pun aku menyalahkan mu semuanya tidak akan kembali seperti semula,aku yakin beban penyesalan yang kamu tanggung saat ini cukup besar. Jadi bibi berharap kamu bisa berpikir dan merenungkan semuanya" ucap Rahmi bijaksana.
Tak lama pandangan Rahmi mengarah pada sosok Putra yang menyalaminya.
"Apakah dia suami Inka?" tanya Rahmi
"Iya Bi, Dia suami Inka" sahut Erwin
"Hhmhhh,aku pikir kamu benar-benar akan melupakan cucu ku dan tidak pernah menyesali kebodohan mu. Meskipun terlambat kalian bisa menemui gadis malang ku, namun keadaannya berbeda seperti sebelumnya. Aku tidak akan mengizinkan kalian menyakitinya lagi,karena Dia berhak bahagia walau sedetik saja"
"Kami ingin meminta ampunan pada inka atas dosa-dosa kami pada nya Bi,kami ingin ikut mengurusnya dan menebus semuanya."
"Iya Bu, ijinkan aku meminta maaf pada istriku dan menebus semua kesalahan ku padanya,aku janji akan membahagiakan nya mulai saat ini" ucap putra meyakinkan
Melihat ucapan keduanya yang sungguh-sungguh dan penuh penyesalan,Rahmi pun menganggukkan kepalanya. Rahmi pun tidak sampai hati memisahkan Inka dari keluarganya.
***
Ngumpulin mood buat nulis,berasa ngumpulin uang buat keliling dunia. Sulit 😂
Semoga kalian suka, terima kasih sudah menunggu dan selalu mendukung.
❤️💕
__ADS_1