
Pelukan itu akhirnya terlepas dari tubuh keduanya,Putra sangat bahagia dengan kesempatan yang diberikan Arumi,ia akan menjaga kepercayaan ini sebaik mungkin,ia pun tidak ingin kehilangan Arumi dan mengulangi kebodohannya seperti dulu.
"Pak,aku tidak bisa bernapas,bisa kah kamu melepaskan pelukan ini." ucap Arumi
"Aku begitu bahagia rum,maafkan aku."
"Baiklah, sekarang lepaskan aku, bukannya tadi bapak menyuruh saya beristirahat?"
"Rum, bisakah kamu mengganti panggilan mu untuk ku,aku ingin panggilan yang spesial seperti pasangan suami istri pada umumnya."
"Memangnya bapak ingin aku panggil seperti apa?"
"Apa saja rum asal jangan panggilan yang formal seperti saat ini,panggil mas atau sayang juga tidak apa-apa."
__ADS_1
"Sayang? hmmh sedikit berlebihan bagaimana kalau aku panggil kamu mas saja?"
"Itu lebih baik dari pada kamu memanggil aku dengan panggilan bapak . Sekarang kamu istirahat ya,besok kita harus menyambut warga ,aku tidak ingin kamu kelelahan.
"Kamu serius mas,ingin mengundang warga?"
"Aku serius,dan sudah mempersiapkan semuanya. ba'da juhur nanti akan ada pihak EO (Event organizer) yang akan ke sini untuk mensurvei tempat,karena acaranya sederhana saja jadi mas meminta pihak EO untuk membuat konsep acara yang tidak terlalu berlebihan."
"Jadi aku terima bersih saja?"
**
Di saat Arumi sedang tertidur,putra pergi menggunakan mobil miliknya. Setengah jam kemudian ia sudah sampai di sebuah mall yang ada di kota Jogja. Putra langsung mendatang tempat perlengkapan rumah tangga,dan juga elektronik ia membeli televisi dan mesin cuci,ia pun membelikan mixer berukuran besar untuk toko Arumi karena yang ia lihat mixer milik Arumi tidak terlalu besar. Setelah berhasil membeli barang-barang elektronik,ia pun membeli semua kebutuhan rumah tangga seperti makanan , sayuran dan kebutuhan sehari-hari lainnya.
__ADS_1
Setelah di rasa cukup Putra pun kembali kerumah membawa belanjaan miliknya,ia tinggal menunggu barang-barang elektronik yang ia pesan di mall tadi. Sambil menunggu,Putra pun memasak untuk makan siang,hari ini ia ingin melakukan banyak hal untuk Arumi.
Tak lama kemudian barang-barang yang di pesan Putra pun tiba,ia mempersilakan kurir barang itu masuk dan menyimpan barang-barang di dalam rumah, setelah memberikan uang tips mereka pun pergi. Putra pun menata televisi dan mesin cuci pada tempatnya, Arumi tidak terganggu dengan aktivitas yang putra lakukan,dari mulai bebenah rumah, memasak, sampai mencuci pakaian,hingga putra menyelesaikan semua pekerjaan rumah untuk membantu Arumi.
Azan Dzuhur berkumandang ,Putra memutuskan untuk pergi ke masjid setelah itu ia akan membangunkan istrinya untuk shalat dan makan siang. Setelah shalat zhuhur Putra menyiapkan makan siang dan menghampiri kamar Arumi.
"Sayang,bangun yuk sudah siang waktunya makan siang, dan sudah waktunya shalat Dzuhur." ucap Putra membangunkan Arumi
Arumi pun menggeliatkan tubuhnya, nampaknya istirahatnya sangat cukup hingga tak menyadari bahwa waktu sudah berputar begitu cepatnya.
"Jam berapa mas?"
"Sekarang sudah hampir pukul satu,yuk bangun" ucap Putra dengan manisnya
__ADS_1
Arumi serasa bermimpi mendapati hal seperti ini selepas ia bangun tidur, mudah-mudahan ini memang kenyataan bukan mimpi belaka.