
Putra tersenyum kegirangan, ternyata dugaannya salah. Sudah lebih dari 5 menit Aldi menunggu namun yang di tunggu tak kunjung datang,ia pun memutuskan untuk mendatangi keduanya.
"Mas,kenapa kamu lama sekali sebentar lagi shalat dimulai. Kalian malah asik berbincang." Aldi nampak begitu kesal dengan kedua pasangan itu, menurutnya bukan waktunya untuk bercengkrama.
"Maaf Al,membuat mu menunggu soalnya mas harus bersiap dulu."
"Yasudah yuk, untung saja masjidnya dekat."
Keduanya pun meninggalkan rumah dan segera menuju masjid,dan benar saja shalat sudah di mulai meskipun imam baru mengumandangkan takbir. Keduanya langsung merapatkan barisan dan memulai shalat.
Beberapa menit kemudian shalat pun selesai dilaksanakan,semua jamaah saling bersalaman. Beberapa orang yang mengenal Aldi nampak saling menyapa dan sebagian dari mereka pun nampak kepo dengan keberadaan Putra.
"Wah,mas Aldi bersama siapa? biasanya bareng Rafa" ucap salah satu jamaah masjid
__ADS_1
"Iya pak,Rafa sedang ke Jakarta, perkenalkan ini kakak ipar saya, suaminya mbak Arumi." Aldi memperkenalkan Aldi,memang ia sengaja mengajak Putra agar sekalian memperkenalkannya kepada orang-orang untuk menghindari fitnah.
"Wah akhirnya bisa melihat secara langsung suaminya mbak Arumi,saya pikir mbak Arumi itu singgel parents ternyata punya suami toh,salam kenal mas saya pak Mujib." ucap pak Mujib salah satu mengurus masjid
"Salam kenal pak,saya Putra suami dari Arumi."
"Kemana saja mas,kok baru kelihatan?" tanya jamaah lainnya
"Kakak ipar saya baru pulang tugas dari luar kota pak,maklum saja seorang pengusaha hehe" sahut Aldi lebih dulu menjawab
"In syaa Allah pak,nanti kami akan mengadakan syukuran sekaligus memperkenalkan diri kepada warga di sini, bagaimana pun orang-orang harus tahu." sahut putra
"Benar mas,kami senang mendengar kabar baik ini, kami tunggu undangannya."
__ADS_1
Setelah saling memperkenalkan diri dan beramah tamah dengan jamaah masjid,Aldi dan Putra pun kembali ke rumah. Di perjalanan Putra sedikit berbincang dengan Aldi.
"Al, terima kasih ya sudah mau mendukung mas,ini semua sangat berarti untuk mas. Mas tau begitu banyak kesalahan yang sudah mas lakukan namun kali ini mas benar-benar ingin memperbaikinya,restui mas sampai kakak mu bersedia kembali bersama mas."
Aldi hanya tersenyum dan menyahut dengan jawaban yang sedikit penekanan "Aku akan mendukung mas dan kakak ku, untuk yang terakhir kalinya,namun jika mas mengulangi hal yang sama jangan kan membantu bicara pun aku tidak ingin. Kakak ku layak bahagia,dan dia perempuan berharga dalam hidup Aldi setelah ibu."
"Mas akan membuktikan semuanya,jika mas ingkar lagi,mas akan menghargai semua keputusan kalian."
"Baiklah aku pegang kata-kata mas kali ini,"
Keduanya pun sampai rumah hampir pukul 6 pagi,dan Arumi sudah menyiapkan teh manis hangat dan sarapan nasi goreng seperti biasanya.
"Assalamualaikum," ucap salam keduanya
__ADS_1
"Waalaikumsallam,sudah kembali? sarapan Al ajak pak Putra. Maaf pak Putra sarapannya seadanya tapi cukup mengganjal perut bapak untuk diperjalanan pulang nanti." ucap Arumi membuat Aldi dan Putra terdiam
"Mas Putra tidak akan kembali tanpa kakak,semua warga sudah tahu kalau kalian suami istri ."