Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST15


__ADS_3

Setelah kenaikan kelas dilakukan semua murid tetap tidak di izinkan keluar asrama sampai mereka benar-benar lulus. Peraturan di sana juga cukup ketat, meskipun tidak ada siswa laki-laki namun sekolah membuat peraturan bahwa guru dan murid dilarang menjalin hubungan. Karena hal itu sekolah lebih mengutamakan banyaknya guru perempuan ketimbang laki-laki.


Keberadaan putra sebenarnya sudah menjadi kontroversi, seharusnya guru laki-laki yang mengajar disana minimal di atas 30an tapi putra di usianya yang 25 tahun masih pantas di sebut remaja 18 tahun. Putra bisa masuk disana karena kemampuan dan juga jalur orang dalam. Sahabat putra yang bernama Raka adalah anak dari pemilik sekolah tempat mengajar saat ini. Raka adalah teman seprofesi putra,mereka menikmati masa muda dengan mengamalkan ilmu ke penjuru Nusantara.


Namun saat ini petualangan mereka di hentikan sejenak,karena ayah Raka kecelakaan dan harus istirahat total,mau tidak mau Raka harus mengurus perusahaan untuk sementara waktu. Sedangkan putra di minta ibunya pulang dan beristirahat dari petualangannya,kebetulan saat berkeliling menjadi relawan pengajar mereka tidak terikat kontrak,dan bisa keluar kapan saja.


Raka melihat ini sebagai kesempatan,dia mengajak putra mengajar di sekolah milik keluarganya,dan bodohnya putra menandatangani surat kontrak mengajar selama 3 tahun. Hal itu tanpa sepengetahuan putra,Raka ingin selalu melakukan banyak hal bersama sahabatnya ,wajar saja dari mereka berupa zigot Raka dan putra sudah bersahabat,tentu saja kedua orang tua mereka yang mengawali.


Putra sempat merutuki kebodohannya karena terlalu percaya pada sahabatnya dan membuat dia terkurung di sekolah ini,namun bagaimana pun dia tidak bisa marah,karena putra yakin ada alasan di balik semua ini.


**


Inka sudah kelas 11 tidak terasa sudah satu tahun dia tinggal di asrama,sesekali orangtuanya datang untuk sekedar menanyakan kabar dan membawa makanan untuk Inka. Maya selalu mendampingi Erwin saat menemui Inka,dan sikap ibu tiri Inka sudah berubah,dia sudah sangat menyayanginya dan bersikap ramah,semoga sampai seterusnya.


Hubungan Inka dan putra pun semakin dekat,entah hanya perasaan Inka saja atau memang benar adanya. Inka gadis normal yang diberikan hati untuk merasakan jatuh cinta,gadis itu seolah terbawa suasana dengan sikap putra. Berharap ini bukan rencana putra yang ingin melibatkan Inka dalam rencananya,atau dia sudah benar-benar tertarik dengan Inka entahlah.


**


Inka


"Entah apa yang aku rasakan saat ini,saat aku dekat dengan dia jantung ku berdetak sangat cepat,lalu saat aku tidak melihatnya seperti ada yang hilang. Dia tidak seperti yang di bicarakan teman-teman yang lain yang katanya dingin dan Sombong,pak putra sengat bersahabat dan asik untuk di ajak bertukar pikiran,ah aku justru semakin mengaguminya"


Saat aku sedang asik dengan segala kehaluanku,tiba-tiba gigi dan Lala membuyarkan lamunanku.


"Hei,bengong terus nanti ke sambet loh" ucap Gigi sambil menepuk pundak ku yang sedang tiduran.


"Tau ih,jangan banyak ngelamun tar kesurupan setan perawan di asrama ini" ucap Lala menimpali


"Jangan Ngadi ngadi kamu la,memang ada ya setan di asrama ini?" ucap gigi ketakutan


"Siapa yang Ngada Ngada,menurut cerita yang terkenal dari mulut ke mulut,asrama ini pernah terjadi tragedi kematian siswi perawan, alasannya dia meninggal katanya sakit karena bosan hanya di kelilingi wanita saja" ucap Lala seolah bercerita sungguhan

__ADS_1


"Ih kok aku merinding ya,masa si kamu bohong ya?" ucap gigi yang mulai menyusup kedalam selimut


Inka hanya tersenyum mendengar cerita Lala,karena Inka tahu tujuan sebenarnya adalah menakut-nakuti gigi si gadis manja.


"Sejak kapan aku jadi pembohong, mangkanya sebelum ini kejadian sama kamu sebaiknya kamu minta di pulangkan ke rumah orang tuamu dan sekolah di tempat umum,ini saranku sebagai teman yang tidak ingin melihat temannya mati konyol" ucap Lala yang masih menakut-nakuti gigi.


Gigi seolah termakan dengan ucapan Lala,namun gadis itu tidak sebodoh yang di pikirkan.


"Apa harus begitu? tapi kan kita sudah terikat kontrak dengan sekolah ini bahwa dilarang meninggalkan asrama sebelum kita benar-benar lulus. Apa kamu mengajarkan aku menjadi pengecut,hah!"


"Bukan begitu aku hanya memberi saran saja,mengenai kontrak bukankah orangtuamu adalah orang yang berkuasa,dia bisa membantumu keluar dari sini" nampaknya Lala masih merayu gigi


"Kamu pasti sedang membodohi ku,kamu lupa ya IQ ku di atas rata-rata. Sejak bayi kita sudah bersama dan temanku hanya kamu saja coba kamu pikir sampai saat ini aku tidak muak berteman dengan kamu"


"Tapi aku yang muak!" gumam Lala namun masih bisa di dengar keduanya


"Kamu jahat!" sahut gigi merajuk.


"Aku rasa aku akan sangat bahagia bila waktu itu tiba,aku ingin terbebas dari gadis manja ini" sahut lala


"Bodo amat! yang penting aku akan terus ngintilin kamu la,ngga perduli kamu menolak juga"


"Pe a ni bocah,berasa tuan tau ngga si di ikuti binatang peliharaan. Apa kamu ngga takut kalo orang-orang Mikir kamu suka sesama jenis?"


"Ih si Lala didiemin makin jahat mulutnya, pokoknya aku ngga peduli sama omongan orang. Benar yang dibilang Inka,akan ada saatnya aku ngga ngintilin kamu, contohnya saat aku menikah dan punya keluarga sendiri" ucap gigi seolah berkhayal tentang pernikahan.


"Memang ada yang mau sama gadis manja kaya kamu?" ucap Lala


"Ya adalah, sembarangan banget,aku kan cantik ,kaya dan cerdas uhh siapa yang tidak mau dengan aku" ucap gigi percaya diri.


"Sombong!" sahut keduanya.

__ADS_1


"Jahat! . Eh ngomong-ngomong menikah,apa kalian ada rencana untuk menikah di usia muda?" tanya gigi spontan membuat aku dan lala bingung menjawabnya


Lala menggelengkan kepalanya, sedangkan aku mencoba menjawab pertanyaan gigi.


"Kalo aku sih tergantung jodohnya,kalau jodoh aku datang lebih awal aku akan mempersiapkan diri dari sekarang untuk menyambut jodohku,namun kalau masih lama aku juga akan memantaskan diri untuk menjadi jodoh bagi pasangan ku kelak." ucap ku so bijak.


"Wah keren,memang kamu sudah punya incaran ya Ka?" tanya Gigi


Aku menyahut dengan senyuman.


"Wah dia senyum-senyum,apa ada penyusup yang masuk dan mencuri hati Inka saat ini" ucap gigi berlebihan.


"Ngaco kamu"


"Ya bisa aja kan"


"Ya enggak lah, tempat ini terlalu ketat bahkan untuk di masuki serangga sekalipun"


Lala yang sejak tadi hanya menjadi penyimak pun tiba-tiba membuka suara,namun hal itu dilakukan saat gigi sudah terlelap,karena Lala tidak ingin si mulut ember itu mendengar. Meskipun di kamar itu ada beberapa siswi namun mereka sudah berada di alam mimpi itu terdengar jelas dari dengkuran halus dari masing-masing mereka.


"Menurutku tidak ada yang mustahil,aku melihat tatapan aneh dari kamu untuk pak putra, beberapa kali aku memergoki kalian saling mencuri pandang. Apa sudah terjadi sesuatu di antara kalian tanpa sepengetahuan aku dan gigi?" ucap Lala bertanya seolah sedang mengintrogasi


Aku terdiam sebentar untuk menyusun kata demi kata agar tidak salah bicara.


***


Mudah-mudahan kalian suka.


Entah kenapa mood nulis tidak sebagus awal-awal bergabung dengan NT, untuk saat ini lebih asik jadi reader tapi masih ingin membuat cerita untuk kalian.


Dukung terus ya,komen kalian bikin aku semangat.😍

__ADS_1


__ADS_2