
Semenjak Inka mengatakan semuanya dan Putra tidak banyak merespon melainkan hanya meminta maaf dan berjanji akan menyelesaikan semuanya secepatnya.
"Maafkan aku maaf. Aku berjanji akan menyelesaikan semuanya secepat mungkin."
Inka tidak mengerti apa yang putra katakan, menyelesaikan? ,Inka sudah tidak mau berharap banyak dengan pernikahannya,Dia menyerahkan semuanya pada Allah karena semuanya sudah dalam rencanaNya.
**
Kehamilan Inka yang tidak baik-baik saja membuat dia memutuskan untuk cuti kuliah atau berhenti saja,Dia akan melanjutkan lagi setelah semua keadaan membaik.
"Aduh anak ibu kos rewel nak,kamu ngga mau ya ibu kecapean. Yasudah ibu akan dirumah saja bersama kamu,kita kuat bareng bareng ya nak. Setelah kamu lahir nanti kita akan hidup berdua saja,ibu sudah punya pekerjaan yang baik, untuk saat ini bertahan lah"
***
2 Minggu kemudian ,Inka tidak pernah datang ke kampusnya dan itu tidak luput dari perhatian pak Arya ,sampai akhirnya Dia mencari informasi. Arya begitu terkejut setelah mendengar mahasiswi yang belum lama masuk kuliah itu sudah berhenti karena alasan yang tidak bisa diberitahukan.
"Aku harus menemui Inka,aku ingin mengkonfirmasi sesuatu padanya,jika memang Dia adalah orang yang aku cari selama ini,maka aku akan membawanya terlebih dia tidak bahagia dengan pernikahannya" ucap Arya dalam hati
Inka memang tidak memberi tahukan perihal berhenti kuliah kepada siapapun,termasuk suaminya. Sejauh ini Inka selalu menceritakan yang indah-indah pada keluarga dan sahabatnya,dia tidak ingin mereka kecewa ataupun merasa sedih dengan apa yang dialami,cukup dia yang rasa.
Perut buncitnya semakin terlihat,morning sickness yang dialami Inka belum sepenuhnya hilang,Dia berjuang sendiri melewati hari demi hari di kehamilan yang seharusnya butuh perhatian dan cinta dari suami.
Sejak hari di mana Inka mengatakan semuanya,putra pun menghilang,Dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,2 Minggu yang cukup baik bagi dirinya tanpa seorang suami yang tidak pernah pulang lagi. Bu Darmi dan pak Diman seolah diam tidak ingin mencari tahu tentang rumah tangga keduanya.
Hari ini Inka berencana untuk pergi kerumah sakit,mual dan pusingnya sudah lebih baik jadi memungkinkan untuk pergi ke RS setelah sebelumnya hanya meminum obat yang diberikan oleh dokter yang ia panggil ke rumah.
Inka meminta tolong pada pak Diman untuk di antar ke RS terbaik di kota S dia ingin memastikan anaknya mendapatkan penanganan yang terbaik juga,terlebih mual pusing yang terlalu berlebih-lebihan,bahkan sampai keseringan muntah Inka sampai mengeluarkan darah dari mulutnya.
Setelah sampai di RS inka mendaftar seperti yang lainnya dan menunggu di panggil oleh suster yang menjadi pendamping dokter. Beberapa menit kemudian nama Inka pun di panggil.
"Ibu Inka Amira" panggil suster
Inka pun berdiri dan masuk keruangan dokter. Sejujurnya Inka sangat degdegan ini pertama kalinya Inka memeriksakan keadaan anak dalam kandungannya.
"Selamat siang ibu" ucap dokter bernama nametag Ayu Maharani tersebut
"Selamat siang dok"
__ADS_1
"Ibu sendiri saja?" tanya dokter karena biasanya semua pasien akan datang bersama suaminya
"Iya dok,suami saya sedang dinas luar kota
"Hhmhh baiklah,apa yang ibu keluhkan di kehamilan ibu?"
"Mual dan pusing ,badan saya gampang lelah sampai-sampai saya tidak bisa bangun dari tempat tidur,apa itu wajar?"
Dokter ayu mengernyitkan dahinya seolah berkata itu tidak baik-baik saja. "Sebaiknya kita periksa dulu". Semua rangkaian dilakukan seperti tensi dan lainnya bahkan sebelum USG dokter melakukan pemeriksaan seolah memastikan sesuatu. dan dokter ayu menampilkan mimik wajah yang sulit untuk ditebak.
"Bayi ibu cukup sehat, usianya sudah 10 Minggu,tapi ada kabar yang kurang enak yang ingin saya sampaikan" ucap dokter hati-hati
"Apa itu dok?"
"Apa tidak sebaiknya disampaikan saat suami ibu ada?"
"Hmmh sejujurnya saya dan suami saya sedang tidak baik-baik saja,saya harap dokter mengatakan apa yang ingin dokter sampaikan"
"Tapi bu__"
Lama dokter berpikir akhirnya dia memutuskan untuk memberitahu semuanya.
"Sebaiknya ibu melakukan pemeriksaan terlebih dahulu setelah itu kembali lagi temui saya,ini saya beri surat pengantar untuk ibu melakukan pemeriksaan fisik,lab dan sebagainya"
Inka pun menurut,dan meninggalkan ruangan dokter setelah mendapat foto USG namun banyak hal yang Inka pikirkan,apa ada yang tidak baik-baik dengan dirinya .
Beberapa hari kemudian Inka kembali ke rumah sakit dan mengambil hasil pemeriksaan Inka. Harap harap cemas Inka menunggu di ruang tunggu , menunggu namanya di panggil. Tak lama kemudian Inka di panggil,dan dokter seolah menunggu kedatangan Inka untuk memastikan sesuatu.
Dokter melihat hasil dari pemeriksaan yang Inka lakukan. Dan dokter menggelengkan kepalanya. Inka mengartikan bahwa ada yang tidak beres .
"Apa hasilnya bagus dok?"
"Seperti dugaan saya sebelumnya,namun saya tidak menyangka akan separah ini."
"Maksud dokter apa?"
"Ibu yakin akan mendengar nya tanpa pendampingan?"
__ADS_1
"Iya dok,saya mohon"
"Setelah melihat hasil pemeriksaan sepertinya ibu mengidap leukemia Chronic Myeloid (CML). CML merupakan jenis kanker darah langka yang menyerang 1,7 dari setiap 100.000 orang dewasa.,"
Inka terdiam apa separah itu.
"Apa berdampak bagi anak saya dok?"
"Kanker darah yang diderita ibu hamil sebetulnya tidak berdampak pada bayi yang dikandung. Namun pengobatan yang dijalani oleh ibu hamil lah yang bisa berdampak pada pertumbuhan janin dalam kandungan."
"Apa bisa dilakukan pengobatan dok untuk menyembuhkan nya?"
"Pengobatan terhadap kanker darah bisa menyebabkan supresi tulang belakang yang menyebabkan rendahnya jumlah sel darah merah, trombosit, dan sel darah putih bayi."
"Perawatan kanker darah juga bisa menyebabkan cacat ketika lahir, berat lahir rendah, fungsi neurologis abnormal, lahir mati, dan potensi perkembangan kanker masa kanak-kanak."
"Risiko ini bervariasi dari sangat rendah hingga cukup signifikan tergantung pada obat yang digunakan dalam pengobatan.
Pada trimester pertama saat organ bayi tengah berkembang, dokter biasanya menghindari kemoterapi. Kemoterapi bisa menghambat perkembangan orang janin dalam kandungan. Kendati begitu, ada juga beberapa jenis kemoterapi lain dengan dosis kecil yang tetap aman dilakukan.
Pada trimester kedua dan ketiga, treatment kanker biasanya sangat dikurangi bahkan untuk sementara waktu ditunda sampai setelah persalinan. Treatment kanker darah pada trimester akhir konon memiliki efek samping pada bayi."
"Apa ada cara lain agar pengobatan tetap berjalan dan anak saya bisa lahir dengan selamat?"
"Dari hasil pemeriksaan kanker ibu sudah stadium lanjut,maka ada 2 pilihan,ibu menggugurkan kandungan dan melakukan pengobatan,atau pilihan kedua ibu mempertahankan bayi ibu dengan resiko yang sangat tinggi."
Bagaimana di Sambar petir saat ini harus memilih di antara kedua pilihan itu.
"Semua kembali lagi pada keputusan ibu dan suami,karena tindakan yang akan kami lakukan harus dengan persetujuan keluarga.
***
Info tentang kanker aku dapat dari bah google,jadi mohon maaf bila aku salah Yo dan informasi tidak valid.
Jangan komen yang kasar-kasar ntar aku sedih, semuanya sudah konsep yang aku buat.
Sad ending atau happy ending baca terus Yo.
__ADS_1