Surat Terakhir

Surat Terakhir
Pertemuan


__ADS_3

Seseorang yang ditunggu bertahun-tahun sudah berdiri di depan ketiganya,air mata Reyhan dan intan keluar tanpa permisi. Orang-orang terkasih yang mereka rindukan sedang berdiri tak jauh dari mereka.


Rafa berlari menghampiri ayah dan bundanya,sambutan hangat diberikan kepada keduanya,membayar semua waktu yang tidak akan pernah kembali. Rafa bayi malang yang harus di rawat oleh seorang gadis kini sudah tumbuh menjadi anak yang tampan.


Intan berjongkok untuk menangkap pelukan Rafa , mensejajarkan tubuhnya agar bisa memeluk erat darah dagingnya. Sementara Reyhan sudah menangis sesenggukan,tidak perduli orang lalu lalang memperhatikan mereka yang terpenting kini mereka sudah kembali untuk sang anak.


"Ayahhhhh,bundaaaaaaa. " teriak Rafa sambil merentangkan kedua tangannya


Sementara Aldi dan Arumi berjalan perlahan.


"Anak kuuuuuu," tangkap intan setelah Rafa lebih dekat


"Rafa ibu merindukan mu nak," peluk intan erat


Rafa membalas pelukan intan " Ini bunda,itu ibu," tunjuk Rafa pada Arumi setelah melepas pelukannya


"Iya nak,ini bunda Rafa." ucap intan kembali memeluk intan, sementara Reyhan sedang menunggu giliran.


Rafa melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Apakah ini ayah Rafa? " tanya nya tidak percaya


"Iya nak,ini ayah Rafa." sahut intan sementara Reyhan masih menangis dengan derai air matanya


Rafa pun beralih memeluk kaki Reyhan,ia belum bisa berjongkok seperti intan, tubuhnya masih terlalu lemah.


"Ayahhhh," teriak Rafa


"Iya nak,ini ayahmu sayang. Maafkan ayah Rafa ," tangis Reyhan pecah


"Ayah tidak salah,kata ibu ayah sakit seperti ini karena sedang bekerja untuk Rafa dan bunda. Ayah Rafa hebat,aku sudah lama ingin memiliki ayah akhirnya terwujud." ucap polos Rafa membuat Reyhan kembali menangis


"Tolong bawa aku duduk di bangku itu,aku ingin memeluk anakku," pinta reyhan sambil menunjuk kursi yang tak jauh darinya.


Sementara menggapai tempat duduk,Arumi dan Aldi memeluk Kaka sepupunya dengan linangan air mata.


"Alhamdulillah mas, akhirnya kamu sembuh perjuangan mu tidak sia-sia." ucap Arumi memberikan pelukan hangatnya pada reyhan


"Berkat doamu dek,terima kasih sudah merawat Rafa untuk kami,maaf karena kamu harus mengorbankan banyak hal untuk kami," ucap Reyhan yang masih belum melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Aku bahagia melakukannya mas,"


Selanjutnya Aldi,karena Aldi tidak se cengeng Arumi makan pelukannya tidak terlalu dramatis,namun tetap ada haru kebahagiaan.


***


Melepas rindu,kesedihan dan kebahagiaan sudah dilakukan. Kini mereka kembali ke kediaman Reyhan dan intan yang sempat di kontrakan selama 5 tahun kepada orang lain. dan beberapa bulan lalu sudah di kosongkan,kini mereka kembali kesana untuk memulai kehidupan baru dengan keluarga kecil Rafa.


Reyhan tak melepaskan pelukannya dari sang anak,begitu juga Rafa yang begitu bahagia karena memiliki seorang ayah kandung. Kebahagiaan Arumi sudah sempurna, mengorbankan banyak hal tidak menjadikannya beban jika kebahagiaan yang dirasakan pada akhirnya oleh Rafa dan juga dirinya.


"Rafa sekarang sombong ibu dilupakan," canda Arumi yang pura-pura sedih.


Rafa langsung menatap ke arah Arumi.


"Ibu bolehkan hari ini Rafa memiliki ayah sepenuhnya,selama ini Rafa begitu menginginkan ayah, bolehkah Rafa sebentar saja seperti ini,tapi ibu dan bunda tetap wanita hebat Rafa," ucap nya membuat mata sendu dari orang dewasa kembali berkaca-kaca.


Arumi mengangguk " Tentu saja sayang,itu ayah Rafa, selamanya ayah Rafa tidak akan ada yang merebutnya darimu," sahut Arumi sambil menyeka air matanya.


**

__ADS_1


Setelah ini kita kembali ke Arka dan Putra.


__ADS_2