
Raya memutuskan untuk menenangkan dirinya, berharap Putra masih bisa di hubungi dan ia akan meminta penjelasan secara langsung mengenai kepindahannya. Raya menyesali keputusan yang sempat mengikuti keinginan sang Ayah,dalam hitungan bulan Putra bahkan sudah menjadi milik orang lain.
Situasi yang di hadapi raya saat ini menjadikan dirinya sosok yang egois dan penuh ambisi bahkan sepintas otak jahatnya ingin mengambil paksa Putra dari Inka. Entahlah kemana sosok raya yang anggun dan penyayang,sosok yang membuat putra jatuh cinta,akankah perasaan putra masih sama setelah mengetahui sifat asli raya,atau malah tetap bertahan dengan alasan cinta .
Raya kembali ke rumahnya dan mencoba menenangkan diri,Dia ingin mencari keberadaan Putra. Dan saat ini ia sedang mengistirahatkan diri agar lebih tenang dan tidak terburu-buru.
"Aku akan menemukan mu Put,kita akan hidup bahagia dan aku akan membebaskan kamu dari pernikahan yang tidak kamu inginkan" ucap raya sebelum tertidur.
***
Sedangkan di kota lain Putra sedang fokus mengajar di salah satu kelas,sama seperti sebelumnya Dia akan memasang wajah datar dan tanpa ekspresi,Putra akan merespon ucapan muridnya hanya bila berkaitan dengan mata pelajaran.
Sedangkan raya sudah mulai mendatangi kampus tempat Dia akan melanjutkan kuliahnya,gadis itu di antar oleh pak Diman,karena belum tahu jalan di kota tersebut.
*
Sesampainya di kampus raya pergi ke ruang informasi, berbekal surat pindah yang di kirim Raka dari kampus sebelumnya, akhirnya Inka memilih Universitas yang cukup terkenal di kota S dan tidak terlalu jauh dari tempatnya tinggal.
Di perjalanan menuju ruang informasi Inka tidak sengaja bertabrakan dengan seseorang, sepertinya dia sedang terburu-buru.
"Ma...maaf saya tidak sengaja, saya sedang terburu-buru" ucap lelaki tersebut
Dari penampilannya Dia bukan seorang mahasiswa,kemeja navy dilipat seperempat ,celana bahan dan sepatu formal yang ia gunakan tak lupa membawa tas dan beberapa makalah di tangannya. Ya sepertinya Dia seorang dosen.
"Tidak apa apa pak,saya yang jalannya tidak hati-hati" ucap Inka
"Sekali lagi saya minta maaf,hari ini ada ujian dan saya sedikit terlambat"
"Oh iya pak, silahkan di lanjutkan perjalanannya"
"Sepertinya saya baru melihat kamu?"
"Hmmh buru-buru tapi masih sempat basa-basi" batin Inka
"Saya mahasiswa pindahan pak"
__ADS_1
"Hhmh baiklah,semoga kita bisa bertemu di kelas nanti,sekali lagi saya minta maaf"
Inka pun bingung harus menjawab apa,karena Dia tidak mengenalnya,namun yang ia sadari jika orang tersebut adalah dosen mata kuliah, mungkin saja ia bisa bertemu.
Inka pun melanjutkan perjalanannya dan ingin sesegera mungkin mengurus kepindahannya dan belajar.
*
Di ruangan kelas seorang dosen sedang mengawasi mahasiswanya yang sedang melaksanakan ujian. Dosen tersebut bernama Arya, laki-laki berusia 28 tahun yang sudah menjadi dosen muda di kampus itu,dosen yang ramah dan banyak di sukai oleh para mahasiswi,namun tak ada satupun yang di tanggapi olehnya,Arya selalu menganggap itu hanya gurauan semata dari para mahasiswi labil.
Arya seolah pernah mengenal gadis yang beberapa saat ia tabrak, wajahnya tidak asing dan lesung Pipit itu,semakin membuatnya berpikir tentang orang di masa lalu yang ia kenali.
"Aku seperti mengingat seseorang di masa lalu ,aku tidak pernah sepenasaran ini ingin tahu tentang orang lain, apalagi dia orang asing yang bahkan baru akan masuk di kampus ini" gumam Arya dalam hatinya
Untuk sesaat Arya memutuskan untuk tidak memikirkan tentang gadis itu,dan kembali fokus pada mahasiswanya, meskipun begitu Arya akan berusaha mencari tahu .
**
Pukul 11 Inka kembali kerumah setelah mengurus kepindahannya, ternyata melelahkan melakukan semuanya sendiri. Saat ini Inka sedang berada di dalam kamar, akhir-akhir ini badannya begitu lemah dan membutuhkan istirahat, mungkin karena terlalu memikirkan kepindahannya dan juga Inka harus beradaptasi kembali di tempat barunya.
"Inka kamu jahat pergi tanpa berpesan,kenapa kamu tidak bilang kalau mau pindah?" Pesan WhatsApp dari Gigi
"Apa kamu baik-baik saja,kenapa pindah tanpa memberi tahu?" Pesan WhatsApp Lala
Ketiga sahabat yang selalu ada dan mendukung ku,bahkan mereka tau tentang kisah hidup ku. Aku sengaja tidak memberi tahu mereka,karena aku sendiri tidak kuat melakukannya, bagaimana bisa aku mengucapkan salam perpisahan kepada mereka. Jika ada kesempatan aku ingin menemui mereka.
"Maaf semuanya, sejujurnya aku pun tidak ingin berada disini,tapi kalian tahu kalau saat ini aku adalah seorang istri yang harus mengikuti kemanapun suamiku pergi. Aku tidak sampai hati harus berpamitan dengan kalian,aku takut tidak bisa menahannya ;( " balasan pesan WhatsApp untuk ketiganya
"Setidaknya kita harus berpelukan Inka,jangan berhenti mengabari ku,dan aku masih bersedia menjadi tempat curhat mu" balasan WhatsApp Hesti
"Hmmh baru juga kita menikmati kebebasan kita terpenjara dari asrama kamu malah pergi. Semoga kamu betah ya,dan jangan lupa berikan kabar terbaru mu" balasan Gigi
" Kami pasti merindukan mu, tetap sehat dan jaga komunikasi kita" balasan Lala
"Aku menyayangi kalian semua, terima kasih sudah mau menjadi sahabat ku,aku pasti merindukan kalian. Aku janji akan terus berkomunikasi dengan kalian" balasan pesanku untuk mengakhiri percakapan
__ADS_1
***
Di tempat lain Raya sudah mulai mencari informasi tentang sekolah yang di miliki oleh Raka, Raya yakin putra berada disalah satu sekolah milik keluarga Raka. Seandainya Raka mau berbaik hati memberitahukan mungkin tidak akan sesulit ini, meskipun begitu ini bukanlah hal yang terlalu sulit untuknya.
Raya mendapatkan banyak informasi mengenai kepemilikan sekolah Raka, ternyata sekolah itu tersebar di kota kota besar, apakah raya harus mendatanginya satu persatu? Sepertinya bukan masalah untuknya,dia bisa membayar orang untuk mencari Putra,anggap saja ini pengorbanan cinta.
"Aku bersumpah akan menemukan mu sayang,aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku ingin membuktikan apa kamu benar-benar tidak menginginkan ku lagi,aku akan tahu jawabannya setelah kita bertemu. Tunggu aku datang"
**
Hari demi hari berlalu, pencarian sudah mulai di lakukan oleh orang-orang Raya,Dia bahkan tidak segan-segan untuk membayar orang untuk mencari keberadaan Putra. Kabar tentang pencarian Putra sampai juga ke telinga Raka, sebagai sahabat keduanya Raka tidak habis pikir harus berada diantara mereka.
Raka menyadari kenekatan Raya tidak bisa dianggap sepele, apa lagi berkaitan dengan Putra.
Raka pun segera menghubungi Putra,dan memberitahukan situasi yang terjadi.
📱
"Sepertinya persembunyian mu akan segera terbongkar,Raya mengutus orang untuk mencari keberadaan mu"
"Apa maksud mu?"
"Kamu tahu bukan raya adalah orang yang gigih,dia akan menemukan mu karena raya berambisi memiliki mu kembali. Aku tidak tahu bagaimana caranya aku membantu mu, menghentikan raya adalah hal yang mustahil untuk saat ini. Saran ku kalian harus menyelesaikan semuanya,jangan malah bersembunyi seperti ini. Aku hanya ingin memberi tahu hal itu, pikiran apa yang aku katakan"
Setelah menerima telepon dari Raka pikiran putra kembali kalut, keputusannya untuk menghindari raya adalah salah besar, ternyata dia tidak menyerah begitu saja.
***
Terima kasih sudah membaca tulisan garing ini.
Novel ini mungkin sedikit bertele-tele,tapi percayalah bab nya tidak akan lebih dari 50,hanya 45 bab saja. Kemungkinan sebelumnya awal tahun sudah selesai.
Sejujurnya mood menulis sudah menurun,hanya saja dukungan kalian membuatku kembali percaya diri ❤️
__ADS_1
Yang penasaran sama pendapatan ST 😄