Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST 9


__ADS_3

Malam itu Aku merapihkan semua keperluan yang akan aku bawa untuk di asrama nanti, pakaian buku dan barang lainnya. Setelah selesai aku menemui ibu untuk membicarakan sesuatu.


"Ibu belum tidur?" tanyaku yang melihat ibu masih mengecek sebuah laporan di buku kas nya.


Ibu pun menoleh ke arahku,dengan wajah yang datar seperti biasanya.


"Hmmh" sahutnya singkat


"Bu,Inka ingin mengatakan sesuatu"


Ibu mulai serius melihat ke arahku.


"Duduklah!" ucap ibuku


Aku menggenggam tangan ibu saat sudah duduk disampingnya,aku mencium tangan yang selama ini merawat ku,ingin rasanya membenci karena ibu sudah memisahkan ayah dan ibuku,tapi aku tidak berhak melakukan hal itu.


"Bu, terima kasih sudah mengurusku selama ini,maafkan Inka yang selalu merepotkan ibu dan juga membuat ibu marah. Mulai saat ini aku akan belajar mandiri tanpa merepotkan kalian lagi" ucapku menatap wajah ibu yang terlihat tanpa ekspresi.


"Bu,aku sudah tahu kalau aku bukan anak kandung ibu,aku mengerti kenapa ibu bersikap acuh terhadap ku,bahkan cenderung tidak peduli,tapi aku yakin dilubuk hati ibu yang paling dalam ibu memiliki rasa sayang untuk aku"


Ibu masih diam tak merespon ucapan ku, baiklah yang terpenting aku sudah menyampaikan apa yang ingin aku sampaikan. Aku berharap setelah aku pergi kehidupan keluarga ayah akan semakin harmonis,karena durinya sudah tidak ada.


"Sekali lagi aku minta maaf ya Bu,aku janji mulai saat ini dan seterusnya tidak akan menggangu kalian lagi,semoga kehidupan kalian semakin bahagia saat aku tidak ada,titip salam untuk omah dan opah maaf aku sudah menjadi duri bagi kehidupan ayah yang begitu opa banggakan" ucapku yang tidak bisa menahan air matanya


Ibu masih tetap pada posisinya. Dia terdiam tanpa kata dan ekspresi.


"Oh iya Bu,kata guruku besok aku sudah mulai bisa datang ke asrama,jadi aku putuskan aku berangkat besok pagi. Ingin rasanya aku berpamitan dengan ayah dan yang lainnya,tapi aku tidak ingin memberatkan mereka dengan kepergian ku,yang penting ibu sudah mengizinkan. Dan ini Bu atm pendidikan yang ayah berikan juga buku tabungannya,katakan sama ayah terima kasih sudah menjadi ayah yang bertanggung jawab" ucapku yang tidak bisa lagi menahan laju air mataku.


Aku meninggalkan ibu yang masih tanpa ekspresi,dia sepertinya memang sangat bahagia saat aku memutuskan untuk pergi. Sebelumnya pergi,aku memeluk ibu dan mencium keningnya,ini tidak akan membalas 13 tahun dia merawatku namun setidaknya aku sangat menyayanginya. Aku mengunci pintu kamar ku dan menangis disana.

__ADS_1


***


IBU


Seperti ada hal aneh saat Inka mengajak aku bicara,dari raut wajahnya sepertinya yang ingin dibicarakan adalah hal yang sangat serius,aku mempersilahkan dia duduk dan tak lama kemudian dia membuka suaranya.


Kata demi kata yang keluar dari mulutnya tidak sedikit pun merubah ekspresi wajahku,namun hatiku seolah tak berwujud mendengar ucapan permintaan maaf dan salam perpisahan dari gadis malang itu,hatiku sejujurnya menjerit,apa aku sudah jahat selama ini ,aku tidak sepenuh hati menyayanginya,bahkan aku cenderung tidak mengakuinya.


Aku seolah merutuki keputusan bodohku yang memberikan persetujuan pada inka untuk mengambil beasiswa dan tinggal di asrama,aku jahat,aku seolah ingin membuangnya dari rumah ini. Keberadaan Inka membuat ku mengingat perempuan yang.e jadi satu-satunya wanita yang dicintai mas Erwin,ya aku memiliki raga suamiku tapi hatinya aku tidak tahu.


Aku berpikir mas Erwin belum sepenuhnya mencintai ku karena dirumah ini masih ada sosok inka yang sangat mirip dengan wanita terdahulunya,aku berkeyakinan setelah inka pergi mas Erwin akan sepenuhnya mencintai ku,namun kenapa saat ini aku sangat tidak berdaya. Aku tahu gadis itu sangat menderita selama ini.


Aku pun pergi ke kamarku dan menangisi semua yang ku perbuat ,apa mas Erwin akan menyetujui hal ini,atau malah dia akan marah dengan keputusan sepihak yang aku buat? entah lah aku seolah terjebak dengan keputusan yang aku buat.


***


"Pak tolong bukakan gerbangnya," ucapku


"Non, subuh-subuh mau pergi kemana?"


"Ini belum subuh pak,aku mau pergi ke asrama tapi sebelum itu aku mau kerumah sahabatku Hesti pak, soalnya aku berpamitan"


"Kenapa enggak besok pagi saja non,apa ibu tidak marah nantinya?" ucap satpam rumahku yang masih ragu


"Ibu sudah tau pak,kalau besok pagi aku takut Maudy dan Dhika tidak akan mengijinkan,bapak tau sendiri kalau mereka tidak bisa jauh dari aku"


Satpam itu nampak berpikir sejak dan akhirnya mengizinkan aku keluar rumah,dan ternyata tetangga ku sudah menunggu.


"Non,hati hati"

__ADS_1


"Iya pak,tidak perlu takut ibu tidak akan memarahi bapak"


**


Diluar gerbang Bu Ijah dan suaminya sudah menunggu ku.


"Hayu neng geulis,mau berangkat sekarang?" tanya Bu Ijah padaku


Aku mengangguk dan berjalan kearahnya.


"Bu,pak. Maaf ya aku jadi merepotkan kalian."


"Tidak apa-apa neng,lagian kami memang biasa pergi sepagi ini dan kita searah"


Mereka pun menaiki mobil losbak untuk membawa sayuran dari pasar,aku duduk dipinggir pintu mobil sedangkan Bu Ijah duduk ditengah.


"Neng,apa ayah Eneng tahu kalo neng akan tinggal di asrama?" tanya Bu Ijah penasaran


Aku menggeleng.


"Tidak Bu,tapi ibu sudah mengizinkan aku untuk mengambil beasiswa dan tinggal di asrama,itu sudah lebih dari cukup untuk meminta sebuah Restu."


"Haduhhhhhh ibu mah ngga habis pikir kenapa Bu Maya bisa tidak perduli sama anak secantik dan sebaik kamu. Mudah-mudahan kamu bisa menggapai semua cita-cita kamu ya neng,membuat Bu Maya dan pak Erwin bangga" ucap Bu Ijah yang merasa iba dengan hidupku


Aku tersenyum mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Bu Ijah.


"Terima kasih atas doanya Bu, mudah-mudahan setelah aku pergi kehidupan ayah dan ibu akan lebih bahagia lagi,aku tidak mau menjadi duri dalam daging."


Bu Ijah memeluk ku dengan erat seolah menyalurkan kekuatan untuk menguatkan aku dan hal itu membuat ku menghangat. Tanpa terasa kini aku sudah berada di gerbang rumah Hesti pas saat azan subuh berkumandang, sebelum turun aku berterima kasih pada sepasang suami istri itu. Di dalam sana Hesti sudah menunggu kedatangan ku

__ADS_1


__ADS_2