Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST 46


__ADS_3

2 tahun kemudian..


Putra masih bertahan dengan penantian dan harapannya untuk bisa menemui Inka dan anaknya,jika di hitung dari kehamilan sebelum Inka meninggalkannya,usia anaknya saat ini sekitar satu tahun setengah. Putra membayangkan kalau anaknya sedang aktif berjalan,mengoceh atau bayi itu sudah pandai berbicara.


Putra sudah tidak bekerja di sekolah milik Raka dan memilih fokus pada perusahaan-perusahaannya,selain itu ia masih sering pulang pergi ke kota S untuk mencari informasi tentang keberadaan istrinya,namun hasilnya nihil. Arya berulang kali membungkam mulutnya, sejujurnya ada rasa tidak tega dan ingin mengatakan yang sebenarnya,namun ia ingin memberikan pelajaran pada laki-laki yang sudah mengabaikan Inka.


Saat ini Erwin dan Putra kembali menemui Arya setelah beberapa bulan bahkan hampir setahun ia tidak bisa di temui,dari pernyataan orang rumah kalau Arya sedang keluar negeri. Dan saat dia kembali keduanya sulit menemui Arya karena dia menolak menemui mereka.


"Sudah ku katakan ,aku tidak akan pernah memberitahukan keberadaan Inka pada kalian,terlebih perjuangan hidup dan mati yang sudah dia lewati,aku tidak mungkin begitu saja menyerahkannya pada kalian yang tidak bertanggung jawab!" ucap Arya pada putra yang terus memohon


"Aku mohon Ad,izinkan aku dan putra memperbaiki semuanya,mas tahu kami tidak layak menerima maaf dari Inka,tapi kami tidak akan menyerah sebelum dia sendiri yang mengatakannya" ucap erwin lirih


"Kenapa kamu baru menyadari semuanya mas, setelah kamu melukai Inka sangat dalam,apa kamu tahu selama ini dia menderita,selama ini Inka sendirian dan apa kamu tahu kalau Inka saat ini sedang sakit parah?" ucap Arya terbawa emosi


Putra dan Erwin terkejut mendengar apa yang disampaikan Arya,selama ini yang keduanya tahu kalau Arya sedang menyembunyikan Inka agar tidak bertemu dengan mereka.


"Apa maksud kamu ?" ucap keduanya

__ADS_1


Arya tersenyum kecut,dan sudah tidak kuasa untuk mengatakan semuanya.


"Apa kamu tahu kalau anak atau istrimu itu mengalami kanker darah,apa kamu tau kondisinya tidak baik-baik saja,bahkan dokter mengatakan kalau kanker yang dia alami sudah menuju stadium lanjut, Hah!. Sedikit saja kami telat menemukan dan mengetahui kondisi Inka mungkin saat ini kalian benar-benar dalam penyesalan yang besar ... "


"Apa kamu memikirkannya keadaannya saat itu,apa kamu menganggap atau melihat sedikit saja istri yang kamu nikahi. Sejujurnya aku tidak ingin mengatakan ini semua padamu,tapi apa kamu tahu wanita yang terbaring lemah itu masih tersenyum ramah untuk mu,dia bilang 'aku memaafkannya' apa aku tega saat dia saja ikhlas diperlakukan seperti itu oleh kalian bahkan keluarganya,lalu aku orang luar harus mendendam untuk membalas semua perlakuan kalian,Hah haruskah aku seperti itu?" ucap Arya berapi-api mengeluarkan uneg-uneg dan rasa kecewa.


Putra sudah tidak bisa menahan laju airmatanya begitu juga dengan Erwin, kenyataan pahit yang saat ini mereka dengar membuatnya semakin tidak berguna sebagai seorang ayah dan suami,bahkan di masa sulitnya keduanya tidak ada.


"Apa kalian tahu dokter menyarankan Inka untuk mengugurkan kandungannya karena saat itu kondisinya tidak cukup baik dan mengharuskan Inka meminum obat yang dosisnya membahayakan bayi dalam kandungannya,dia menolak minum obat,dia menolak kemoterapi dia lebih memilih menahan rasa sakitnya dan mempertahankan bayinya,apa kalian tahu itu,tentu saja kalian tidak tahu. Inka terdeteksi mengidap kanker saat dia SMA ,jika keluarga dan suaminya peduli seharusnya mereka tau lebih awal dan hal seperti ini tidak akan pernah terjadi"


Putra semakin sesak mendapati kenyataan demi kenyataan,betapa bodohnya dia selama ini. Putra merasa semakin tidak pantas mendapatkan maaf dari inka, perjuangannya selama 2 tahun ini tidak sebanding dengan penderitaan Inka .


"Apa pertanyaan itu perlu aku jawab? baiklah. Asal kamu tahu perjuangannya untuk melahirkan anaknya sangatlah menegangkan,dia harus melahirkan bayinya diusia yang belum matang,dan terpaksa melahirkan bayi prematur dengan cara Cesar,belum lagi Inka melahirkan dalam keadaan tubuh penuh dengan selang. Kondisi ibu dan anak itu sangat memprihatikan bahkan dokter mengatakan hal terpahit kepada kami,mereka bilang harus ikhlas jika kehilangan salah satunya bahkan keduanya.."


"Pikiran kami hancur,gadis kecil yang selama ini kami cari namun harus mendapati kenyataan bahwa kami akan kehilangannya kembali. Kami berdoa dan berusaha untuk memberikan pengobatan terbaik untuk dia, Perusahaan ku hampir bangkrut karena aku tidak mengurusnya dengan baik,dan menggunakan aset yang ada untuk pengobatan Inka."


" Aku tidak bisa tenang sebelum keadaannya membaik,kami sudah berupaya keras bahkan kami mendonorkan sumsum tulang belakang agar Inka bisa sehat kembali. Namun Inka masih dalam kondisi kritis,saat kami benar-benar hampir putus asa,seolah ada keajaiban dari Allah,kalau anak Inka sudah lewat masa kritis kondisi paru-paru dan yang lainnya sudah baik,kami sedikit bernapas lega, meskipun kenyataan yang lain berbeda... "

__ADS_1


Putra dan Erwin lagi seperti sedang di dongeng kan cerita pilu yang akan menguras seluruh emosi dan airmatanya.


"Arya tolong izinkan mas untuk menemui Inka,jangan biarkan ayah yang tidak berguna ini hidup dalam penyesalan yang mendalam,biarkan mas menebus dosa dosa mas pada Inka,tolong Ar,beri mas kesempatan untuk menebus semuanya,mas menyadari dosa ini begitu besar,tapi bolehkah ayah yang tidak tahu diri ini meminta kesempatan" ucap Erwin yang sudah berada di bawah kaki Arya dengan air mata penyesalan


Tak lama Putra pun melakukan hal yang sama.


"Tolong mas,izinkan kami menemuinya,biarkan kami menebus semua kesalahan dan dosa kami pada inka,aku mohon mas" ucap Putra


Arya bukan laki-laki yang arogan dan kejam ,namun manusiawi ketika Dia memiliki perasaan kecewa pada keduanya. Namun Arwin tidak bisa egois, meskipun kondisi Inka sudah lebih baik,tapi Inka membutuhkan dukungan untuk kesembuhannya, terlebih kalau boleh jujur Arya harus kembali mengurus perusahaannya yang hampir bangkrut,dia tidak mungkin harus pulang pergi kesana ada banyak karyawan yang bergantung pada dirinya.


Setelah sebelumnya Arya menolak saran mamahnya untuk memberitahu mereka dan mengizinkan mereka menemui Inka, akhirnya dengan berat hati Arya mengizinkan mereka dan memberitahukan keberadaan Inka.


"Sejujurnya aku tidak ingin Inka terlibat lagi dengan kalian,aku ingin serakah mengurus bayi Inka dan Inka sendiri,aku sudah bahagia ketika anak Inka menganggap ku ayahnya dan tidak ada ayah yang lain,tapi kenyataannya bukan seperti itu,aku harus tetap memberitahukan kebenarannya bahwa ayahnya adalah seorang pengecut!" ucap Arya sarkas.


***


End di bab 50 gimana? hehe

__ADS_1


Kalau kurang greget maafkan Yo,ini merubah konsep cerita sebelumnya. Harusnya di bab 45 Inka meninggal,cuma permintaan kalian alurnya aku perlambat.


__ADS_2