Surat Terakhir

Surat Terakhir
Menunggu


__ADS_3

5 bulan kemudian ..


Arumi sudah mendapatkan kabar dari intan kalau ia akan kembali ke tanah air, Reyhan sudah diperbolehkan pulang setelah melakukan rangkaian pemeriksaan dan juga terapi berkala untuk mengembalikan syaraf motoriknya. Kesembuhan secara total tidak bisa terwujud dalam hitungan hari bahkan bulan, apalagi Reyhan koma dalam waktu yang cukup lama.


Namun teknologi semakin berkembang apalagi di luar negeri,hal yang membutuhkan waktu lama pun akan terwujud dalam waktu singkat, tentunya atas izin Allah Reyhan bisa sembuh. Meskipun belum bisa sempurna dalam berjalan namun langkah perlahan seperti bayi yang baru bisa jalan pun adalah sebuah anugrah besar, meskipun dengan bantuan tongkat ditangannya.


Hari ini dokter sudah memperbolehkan Reyhan pulang ke tanah air,kabar gembira ini pastinya sudah sampai ke telinga Arumi dan Aldi. Mereka bertiga akan menjemput Reyhan dan intan ke bandara Soekarno Hatta di Jakarta, dan hari ini juga ketiganya akan menutup toko kue dan pulang ke Jakarta untuk menyambut Reyhan dan intan.


"Apa kalian sudah siap?" tanya Arumi pada kedua orang tersayangnya


"Sudah" sahutnya bersamaan


"Bu ,apakah ayah akan mengenali Rafa, katanya ayah tidur cukup lama di rumah sakit?" tanya Rafa sedikit khawatir kalau ayahnya akan melupakan dirinya


"Ayah Rafa begitu sangat mengingat anak tampan ini,apalagi ibu selalu mengirim fotomu,"


"Benarkah?"


"Tentu saja."

__ADS_1


"Yasudah sebaiknya kita berangkat sekarang,kita akan menggunakan pesawat penerbangan pertama jadi kita akan langsung sampai di bandara Soekarno Hatta." ucap Aldi


"Wah kita akan naik pesawat paman?" tanyanya takjub


"Yes boy. khusus menjemput ayahmu kita akan menggunakan pesawat,kalau kita menggunakan kereta api mana keburu."


"Yeee akhirnya Rafa bisa ngerasain naik pesawat."


"Tentu saja,kalau paman sudah sukses kita akan sering jalan-jalan menggunakan pesawat."


"Wah keren "


**


Pukul 10 mereka sudah sampai di Jakarta,tepat setengah jam sebelum kedatangan Reyhan dan intan.


"Wah cepat ya,tidak seperti naik kereta sampe berjam-jam" ucap Rafa polos


"Iya dong,kita harus segera bersiap untuk menyambut kedatangan ayah dan ibumu. Sambut mereka dengan pelukan terhangat mu ya boy."

__ADS_1


"Benar apa yang dikatakan pamanmu,ayah dan ibumu harus tahu kalau kamu sudah tumbuh menjadi anak yang baik dan pintar." sambung Arumi


"Tentu saja Bu,mereka harus tahu kalau ibu merawat dan mendidik Rafa dengan baik. Terima kasih untuk semuanya ya Bu,bahkan ibu sudah berkorban untuk menikah dengan ayah Arka demi Rafa." ucap Rafa sendu,karena ia tahu bahwa keinginannya untuk memiliki ayah sudah mengorbankan kebahagiaan Arumi.


"Sudah lah,yang terjadi itu sudah lewat, sekarang saatnya kita berbahagia. Rafa juga harus bahagia nak,ini yang kamu tunggu selama ini,memiliki keluarga yang lengkap."


"Ibu benar, terima kasih Bu sudah menjaga Rafa. Rafa sangat menyayangi ibu,sangat,sangat. Meskipun bunda sudah kembali ,ibu Arumi tetap yang terbaik untuk aku."


"Wah anak ibu sudah dewasa, soswit lagi. Sejak kapan kamu menemukan panggilan bunda untuk ibu intan?" tanya Arumi penasaran


"Panggilan kesayangan ku buat ibu dan bunda harus berbeda. Ibu yang merawat ku sementara bunda yang mengandung dan melahirkan ku, keduanya wanita hebat buat Rafa."


Arumi dan Aldi begitu takjub mendengar penuturan Rafa, bagaimana tidak ia begitu dewasa diusianya yang masih muda .


**


Menulis akhir-akhir ini membutuhkan dorongan yg kuat. Mendapatkan pembaca setia,like dan komen yg dibutuhkan sebagai apresiasi penulis tidak mudah.


Namun terima kasih terbesar ku untuk kalian yang tetap setia dengan apa yg aku tulis terlepas menarik atau tidak. Terima kasih yang tulus dari hati.💕💕

__ADS_1


Scroll👇


__ADS_2