
Semenjak ucapan putra pada ibunya,hal itu semakin membuat putra lebih stres dari sebelumnya, bagaimana tidak. Putra harus mencari cara agar dia bisa memecahkan persoalan jodoh yang selama ini menjeratnya,dan dia pun tidak ingin mengecewakan ibunya.
Putra terikat kontrak mengajar di asrama itu selama 2 tahun,dan selama itu juga dia harus mencari cara agar mendapatkan seorang siswi yang mau menikah dengannya,atau hanya sekedar pura-pura saja demi menyenangkan hati sang ibu, untuk kedepannya ia akan memikirkan rencana kembali.
**
Putra
"Aku seperti menggali kuburan ku sendiri, bagaimana bisa aku menjanjikan sesuatu yang tidak ada,aku takut mengecewakan ibu. 2 tahun bukanlah waktu yang lama,ibu pasti akan menagih hal ini nanti,ahh kenapa aku bodoh sekali!"
Saat sedang asik berbicara dengan diriku sendiri tiba-tiba pintu ruangan ku ada yang mengetuk,dan itu murid yang biasa aku ajar,aku bahkan tidak mengingat namanya. Hampir setiap Minggu aku bertemu dia,karena tugas yang aku amanah kan padanya.
"Permisi pak,saya membawa tugas teman-teman yang harus di kumpulkan hari ini" ucap gadis itu menundukkan kepalanya
"Baiklah, simpan di meja saya. Oiya apa saya bisa minta tolong sama kamu?"
"Silahkan pak,selama saya bisa melakukannya maka akan saya bantu"
Aku tersenyum ketika dia bersedia membantu saya.
"Apa setelah pulang sekolah nanti kamu ada kegiatan lain?" ucapku pada siswi itu.
Tanpa mengucapkan kata-kata dia menggelengkan kepalanya.
"Baguslah,saya ingin memintanya tolong agar kamu membantu saya memeriksa hasil ulangan teman-teman kamu yang lain, soalnya nanti ada rapat mengenai kenaikan kelas sedangkan saya juga harus memeriksa soal dan memberikan nilai untuk rapor kenaikan kelas nanti"
"Tapi pak,saya tidak punya kapasitas untuk memberikan nilai pada yang lainnya" ucapnya
"Kamu tenang saja,saya sudah membuat kunci jawaban untuk pilihan ganda dan esai, masalah penilaian akhir biar saya melakukan"
"Dimana saya harus mengerjakannya,apa kepala asrama mengizinkan terlalu lama penghuninya keluar?"
"Kepala asramanya sahabat saya,nanti saya minta izin sama dia. Pokoknya selama saya rapat kamu di ruangan saya mengerjakan tugas yang saya berikan. Di lemari pendingin itu banyak minuman dan makanan jadi kamu bisa makan dan minum sambil mengerjakan tugas,saya tidak ingin kamu kelaparan saat menjalankan tugas dari saya"
"Baik pak"
__ADS_1
"Oiya,siapa nama kamu?"
"Nama saya Inka pak"
"Ok,Inka sekarang kamu boleh pergi"
Setelah gadis itu pergi aku pun kembali memikirkan persoalan yang aku hadapi,kenapa masalah jodoh bisa seribet ini,kenapa ibu tidak bisa berpikiran terbuka ya dan membebaskan aku tanpa harus terlibat dengan seorang wanita.
***
Inka
Rasanya tidak karuan saat berada satu ruangan dengan guru dingin itu,ingin rasanya membantah permintaan dia namun bibirku terasa kelud,aku terlalu penurut untuk menjadi pembantah.
Saat pulang sekolah aku langsung datang keruangan pak Putra, tugas yang aku kerjakan sudah berjejer dimeja dan pastinya ada lembar jawaban yang sudah lebih dulu di isi oleh pak putra untuk aku mengoreksi nilai teman-teman.
"Ini adalah soal yang harus kamu periksa,kamu dilarang membocorkan nilai yang kamu koreksi pada teman-teman kamu,dan untuk soal ujian kamu sudah saya periksa dan saya amankan jadi kamu tidak tahu nilai mu sendiri" ucap pak Putra
"Belum terlintas dipikiran saja untuk mengoreksi nilai sendiri sudah di ucapkan oleh guru dingin ini" ucapku dalam hati.
"Bukan begitu,saya hanya antisipasi saja. Ya sudah saya mau langsung pergi ke Aula sekolah ya,tolong lakukan dengan teliti dan hati-hati"
"Baik pak."
Aku pun mulai memeriksa soal satu persatu,sekolah ini sungguh luar biasa,semua siswi mengerjakannya dengan sungguh-sungguh,aku jarang menemukan banyak kesalahan, sepertinya mereka sangat kompetitif. Soal demi soal aku koreksi,untung saja di sekolah ini tidak terlalu banyak murid perkelasnya jadi beberapa tumpukan soal ini sudah aku kerjakan, tinggal beberapa bagian lagi.
Perutku sangat lapar,ahh aku ingat tadi pak putra memerintahkan aku untuk mengambil makanan di lemari es,kenapa harus menahan lapar toh sudah halal dan di ijinkan pemiliknya.
Saat aku membuka kulkas milik pak putra yang ada di ruangannya,aku amat terkejut,karena begitu banyak minuman,cemilan dan buah-buahan,aku sampai bingung mau makan yang mana dulu. Akhirnya aku memutuskan untuk mengambil air mineral dan roti coklat saja, lumayan untuk mengganjal perut.
Aku memakan roti itu sampai-sampai aku menguap berkali-kali,mungkin mengantuk juga karena harus menyelesaikan soal-soal ini dalam waktu yang singkat dan juga hati-hati. Rasanya mataku sangat berat dan aku memutuskan untuk tidur sebentar sebelum menyelesaikan tugas dari pak putra.
**
Putra
__ADS_1
Pukul 4 sore aku sudah kembali dari rapat yang di adakan sekolah,banyak hal yang di bahas termasuk kriteria kriteria untuk menentukan perkembangan siswi yang ada di sekolah ini. Sekolah bertaraf internasional memang harus memiliki keunggulan di banding sekolah lain, apalagi yang sekolah di sini rata-rata bukan orang sembarangan.
Saat aku masuk ke ruangan ku,aku melihat pemandangan yang tidak biasa,salah seorang murid yang aku tugaskan memeriksa soal sedang tertidur dengan roti ditangannya, mungkin baru beberapa gigitan saja yang dia makan. Aku menghampiri meja yang terdapat tumpukan soal,dan ternyata dia sudah hampir menyelesaikannya.
Aku membangunkan dia dari tidur lelapnya,dan alhasil anak itu seperti terkejut. Gadis yang manis dengan tinggi 165cm ,kulit putih dan hidung mancung. Saat melihat dia yang baru terbangun aku jadi ingat akan ucapan ku yang akan memperkenalkan seorang gadis yang aku sukai di sekolah ini. Jika mengingat itu aku seperti merutuki kebodohan ku sendiri. Apa dia bisa aku ajak bekerja sama ya?.
**
Inka
Aku merasakan guncangan dari tubuhku dan semakin lama semakin kencang,sampai akhirnya aku membuka mata dan pemandangan pertama yang aku lihat adalah wajah guru dingin, namun wajah itu amat tampan. Aku langsung terbangun dan merapihkan wajahku takut-takut ada air liur yang akan membuat ku malu saat tadi tertidur.
"Maaf pak,saya ketiduran. Saya sudah hampir menyelesaikan tugas yang bapak berikan. Oiya saya juga mengambil air mineral dan roti di lemari es bapak, Mohon maaf sebelumnya"
"Hmmh,tidak masalah selama kamu menyelesaikannya. Terima kasih ya sudah membantu saya, sisanya biar saya yang koreksi"
"Iya pak,tapi masih banyak yang belum saya koreksi apa besok lagi saja?"
"Tidak usah,ini sedikit lagi nanti biar saya kerjakan sendiri"
"Baik pak"
Saat aku akan beranjak dan keluar dari ruangan pak putra tiba-tiba dia memanggil ku.
"Inka,ini untuk kamu"
"Ini apa pak?"
"Hmmh ini buku sebagai ucapan terima kasih saya,kalau saya kasih kamu uang pasti kamu akan menolak,secara kalian sekolah di sini berkat orang tua kalian yang kaya,jadi saya kasih buku saja,siapa tau berguna"
Aku sangat antusias menerima buku yang diberikan pak putra,tapi aku tidak suka mendengar ucapan dia yang menilai sesuatu dari uang.
"Terima kasih pak,buku ini akan sangat berguna untuk saya. Tapi bapak sudah salah sangka,saya sekolah di sini karena beasiswa bukan mengandalkan harta kekayaan orang tua,tidak semua asumsi bapak benar, meskipun benar adanya kalau sekolah ini adalah sekolah bonafit yang membutuhkan uang "
Setelah aku selesai mengucapkan sedikit protes ku,akupun meninggalkan ruangan itu dengan satu buku yang sangat best seller di dunia pendidikan,aku bersyukur bisa memilikinya.
__ADS_1