Surat Terakhir

Surat Terakhir
Sedikit cerita tentang Arka STS2


__ADS_3

Pukul 4 sore Arumi pulang kerumahnya,suasana rumah tidak seperti biasanya, suara orang terdengar lebih dari satu orang. Arumi pun langsung masuk ke dalam rumahnya yang tidak dikunci,hal pertama yang dia lihat adalah seorang wanita berusia lebih muda dengan dirinya ,ia sedang mengawasi Rafa dan temannya,ya Arumi sudah tahu siapa mereka.


"Assalamualaikum" terdengar suara salam Arumi hingga mengalihkan ketiganya


"Wa'alaikumussalam" sahut salam bersamaan


"Ibu sudah pulang?" Tanya Rafa yang langsung menyalami ibunya yang baru pulang.


Melihat pemandangan itu rasanya Arka ingin menghampiri ibu dan anak itu untuk ikut menyalami tangan sang ibu. Rafa yang sadar akan tatapan itu,tatapan yang sering ia berikan ketika melihat kedekatan Arka dan ayahnya.


"Bu,apakah boleh kalau Arka manggil ibu seperti aku. Aku janji tidak akan jadi anak nakal lagi" ucap Rafa meminta izin pada ibunya


Arumi melihat ke arah Arka,tatapan sendu yang seolah ingin di peluk,dan dengan senang hati Arumi pun mengizinkan Arka memanggilnya ibu,tak lama Arumi pun memanggilnya untuk ikut menyalami dan memeluk dirinya.


"Arka ,kemari nak" gerakan tangan Arumi memberikan isyarat bahwa Arka harus mendekat dan tak lama Arka pun berdiri dan menghampiri Arumi.


"A...ada apa Bu?" Tanya Arka


"Arka mulai saat ini kamu boleh manggil ibu sama ibu aku, ibu juga sudah menyetujui nya" ucap Rafa menyela


Seolah ingin mengkonfirmasi Arka pun menatap Arumi,tak lama Arumi pun mengangguk dan tersenyum membuat Arka sangat bahagia.


"Iya nak,kamu boleh memanggil ibu sama seperti Rafa" ucap Arumi menjawab tatapan mata Arka


Mata Arka berkaca-kaca, setelah setengah tahun kehilangan sosok ibu,kini Arumi menjadi ibu pengganti yang begitu Arka rindukan.


"Terima kasih Bu,Arka janji akan jadi anak yang baik dan penurut"


"Ibu percaya kalian akan jadi anak yang baik. Hmmh ngomong ngomong kalian sudah makan belum?" Tanya Arumi

__ADS_1


"Kalau makan siang sudah Bu,tadi mbak ayu menggoreng nugget dan menghangatkan sayur sup yang tagi pagi ibu buat" sahut Arka


"Maaf ya Bu Arumi saya lancang masuk ke dapur ibu, soalnya den Rafa dan den Arka meminta makanan yang hangat" timpal ayu yang merasa tidak enak karena sudah lancang masuk ke dapur orang lain.


Arumi tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Panggil nama aja jangan ibu, mungkin kita seumuran" ucap Arumi pada pengasuh Arka


"Tidak sopan Bu,usia saya masih 20 tahunan" ucap Ayu


"Wah masih muda ya? Beda beberapa tahun dari saya,"


"Yasudah aku panggil mbak Arumi saja ya,biar terlihat lebih akrab ,tapi kalau mbak manggil aku nama saja ya hehe"


"Baik Ayu" sahut Arumi tersenyum


"Apa kamu mengasuh Arka sudah lama? Tanya Arumi penasaran


"Hmmh dari bayi Mbak,saat almarhumah melahirkan,mas Arya Kaka sepupu Bu Inka membawa saya dari kampung,saat itu saya baru lulus SMP dan tidak bisa melanjutkan pendidikan karena faktor keuangan maklum adik saya tiga dan masih butuh biaya. Nah kebetulan ibu saya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah mas Arya,karena sudah mengenal dan percaya maka ibu Rahmi memilih saya untuk membantunya mengurus den Arka." Ucap ayu menceritakan awal mula menjadi pengasuh Arka.


"Hmmhh menarik juga cerita kamu sampai bertahanenjadi pengasuh Arka hingga 5 tahun,"


"Iya mbak,saya sangat bahagia menjadi saksi tumbuh kembang den Arka dengan segala lika-liku perjalanan keluarganya. Kalau boleh sedikit membuka cerita masa lalu. Den Arka lahir dari perjuangan seorang ibu yang mengidap kanker darah,segala upaya dilakukan untuk bertahan dan melahirkan sang anak, meskipun tanpa pendampingan dari suaminya ..." Ucap ayu menceritakan awal kisah Arka


Arumi terkejut, ternyata kehidupan Arka begitu tidak mudah. Arumi pikir kehidupan Arka begitu membahagiakan dan tidak memiliki kisah yang kelam.


"Maaf,apa ayah Arka dan ibunya sudah bercerai saat Arka belum lahir?" Tanya Arumi penasaran


Ayu menggelengkan kepalanya "Dari cerita yang saya dengar Pak putra dan Bu Inka itu di jodohkan, keduanya adalah murid dan guru. Hubungan keduanya terdengar rumit saat pak putra tidak memiliki perasaan terhadap istrinya,singkat cerita Bu Inka pergi dan ternyata pak putra sudah mencintai Bu Inka namun terlambat menyadari,saat sudah menyadari perasaannya ternyata Bu Inka bertemu keluarga dari ibunya yang tak lain adalah Bu Rahmi majikan ibu saya , kemudian Bu Inka di bawa berobat keluar negri karena penyakit kanker yang di alami Bu Inka. "


"Hhmh namun takdir Bu Inka tetap denga pak putra meskipun dalam waktu singkat pak putra mampu membahagiakan ibu dan den Arka sampai akhir hayatnya. Ya begitulah cerita singkatnya" ucap ayu mengakhiri cerita keluarga Arka.

__ADS_1


Arumi pun mulai mengerti dan tidak banyak bertanya lagi, bagaimana dia orang luar yang tidak boleh kepo terlalu jauh,ya cukup tahu saja.


"Luar biasa ya perjalanan hidupnya,semoga kelak pak putra bisa move on dan menemukan orang baik seperti almarhumah istrinya,karena bagaimanapun Arka masih membutuhkan sosok ibu"


"Aamiin Mbak,tapi sepertinya jodoh pak putra sudah dekat" ucap ayu dengan maksud.


"Wah syukurlah kalau seperti itu, semoga ibu penggantinya bisa menyayangi Arka"


"Saya yakin mbak Arumi bis menyayangi den Arka seperti almarhumah ibu Inka hehe" ucap ayu sambil tersenyum tanpa rasa bersalah karena menggoda Arumi.


"Halahhhhh kamu ngaco Yu. Sudah sebaiknya saya menyiapkan pakaian anak-anak,dan menyiapkan makan sorenya"


"Jodoh nggak ada yang tahu mbak,kalau gitu saya bantu menyiapkan pakaian ya mbak,dan mbak Arumi bisa menyiapkan makanannya."


"Bener bener ngelantur,yaudah pakaiannya ada di lemari kamar Rafa,pilih saja yang cocok untuk Arka. Saya akan menyiapkan makannya.


Saat mereka sudah berkumpul di meja makan termasuk Aldi yang baru saja pulang dari sekolahnya,tak lama ada mobil yang berhenti di pelataran rumah Arumi. Arka yang mendengar mobil sang ayah pun mulai menyadarinya,ia berencana akan mengajak ayahnya makan bersama hari ini.


"Bu,apa boleh aku mengajak makan ayah bersama kita di sini? " Arka meminta izin berharap Arumi mengizinkan,ia sudah nyaman dengan keluarga ini,dan berharap ayahnya pun akan merasakan hal yang sama.


Arumi pun mengangguk.


"Assalamualaikum" ucap salam Putra


"Arka silahkan bukakan pintu untuk ayah mu,dan langsung ajak makan bareng kita" ucap Rafa


Arka nampak ragu, berharap Arumi mau menemaninya dan bisa mengajak ayahnya untuk makan karena Arumi selaku tuan rumah.


****

__ADS_1


Mau ngasih info nih ,aku masih ada satu novel yang ongoing judulnya Satu Rasa barangkali kalian lagi mencari bacaan yang menarik. Tapi untuk memastikan seru atau tidak sebaiknya kalian mampir dan tinggalkan dukungan kalian di sana.



__ADS_2