
Setelah menulis surat dan meletakkannya di dalam laci kamar itu,Inka pun keluar dari kamar yang beberapa bulan ini ia tempati.
"Sudah sayang?" ucap Bu Rahmi
"Sudah Oma,"
Sementara keduanya berbincang,Bu Darmi bingung melihat Inka yang membawa koper miliknya seperti mau meninggalkan rumah.
"Bu,aku pamit ya, terima kasih sudah menerima dan membantuku selama dirumah ini,maafkan aku jika sudah membuat Bu Darmi dan pak Diman kerepotan. Saya sangat bersyukur dengan adanya kalian" ucap Inka yang mendekat ke arah Bu Darmi dan memeluknya
Bu Darmi merasa bingung sekaligus sedih, meskipun hanya beberapa bulan namun ia begitu senang bisa mengabdi pada inka.
"Mbak Inka mau kemana,lalu pak putra bagaimana? tanya bu Darmi yang masih belum paham dengan situasi yang terjadi.
"Bu,ibu mungkin sudah paham bahwa saya dan mas putra dalam hubungan yang tidak baik-baik saja,bahkan disaat dia tahu saya sedang mengandung darah dagingnya pun dia seolah tidak perduli. Saya akan kembali pada keluarga saya bu, mungkin saya tidak bisa menjadi istri yang baik sampai akhir, meskipun begitu saya bahagia sudah menjadi bagian dari hidupnya meskipun sebentar,lagi pula ada Putra junior di perut ku,anggap saja ini sebagai pelipur hati karena berpisah dengan mas Putra"
"Lalu saya harus mengatakan apa saat pak putra kembali?"
"Bu Darmi hanya perlu menyampaikan pesan saya,agar dia membuka laci di kamar yang pernah saya tinggali, Ibu tidak perlu menjelaskan apapun,mas Putra akan memahaminya"
"Baiklah Mbak,jaga diri baik-baik jangan lupa makan yang banyak dan vitaminnya di minum,saya pasti akan merindukan mbak Inka"
"Baik Bu,saya akan ingat semua pesan ibu,saya pun pasti sangat merindukan Bu Darmi dan pak Diman. Kalian harus tetap sehat dan bahagia selalu,aku hanya bisa mendoakan kalian"
"Terima kasih mbak," ucap Bu Darmi yang langsung memeluk Inka.
Setelah drama perpisahan terjadi antara Inka dan para pekerja di rumah Raka, akhirnya Inka meninggalkan rumah yang penuh dengan kepahitan,namun demikian Inka merasa bersyukur bahwa ternyata di kota ini dia menemukan keluarga dari mendiang ibunya.
***
3 Hari kemudian
Beberapa hari Inka tinggal bersama Arya dan Bu Rahmi membuat Inka bersyukur dan merasakan kasih sayang yang utuh dan tulus, meskipun tak bisa dipungkiri bahwa dia memikirkan keluarganya yang lain,namun mengingat mereka tidak memperdulikan Inka,dia memilih untuk melupakan semuanya dan menjalani hidup yang mungkin hanya tersisa beberapa bagian saja.
"Mah,Inka. Aku sudah menemukan rumah sakit yang cocok untuk pengobatan kanker yang Inka alami,aku mendapatkan referensi dari teman kuliahku dulu,dan berharap ada keajaiban ,dan Inka bisa pulih kembali." ucap Arya.
"Tidak perlu Mas Arya,aku memilih menjalani pengobatan di sini saja toh sama saja bukan?"
__ADS_1
"Jelas beda Inka, pengobatan disana sudah canggih,dan presentase kesembuhannya cukup bagus"
"Benar apa yang dikatakan mas mu sayang,kami akan memastikan pengobatan yang terbaik untuk kamu"
"Aku tidak ingin merepotkan kalian, mengobati penyakit ku membutuhkan uang yang tidak sedikit,tenaga maupun yang lainnya,aku tidak ingin membebani lebih banyak orang lagi,karena aku sadar aku selalu menjadi benalu selama ini"
"Inka jangan pernah berkata seperti itu,kamu adalah keluarga oma satu-satunya,kami akan berusaha yang terbaik untuk kamu."
Inka pun menyerah dan memilih mengikuti keinginan keduanya,Dia tidak punya lagi kesempatan untuk membantah.
"Setelah mengurus semuanya,kita akan langsung pergi"
"Maksud mas apa?"
"Semua keperluan kamu sudah mas urus,jadi kamu hanya perlu mempersiapkan diri kamu agar tetap sehat dan punya semangat yang tinggi untuk sembuh."
"Baiklah,tapi sebelum itu aku ingin berjiarah kemakam ibu"
"Baiklah kami akan mengantarkan kamu kesana,tapi kami mohon kamu harus tetap kuat dan tegar.
***
Di kediaman Raka semuanya nampak murung terutama pak Diman dan Bu Darmi, keduanya ingin menelpon putra namun nomor telponnya tidak aktif,ingin mengabari Raka mereka takut mengganggu karena yang mereka tahu Raka sudah menggantikan bos besar untuk memimpin perusahaan dan yayasan.
"Bagaimana ini pak?" tanya Bu Darmi
"Bapak juga bingung Bu,tapi kalau kita tidak memberi tahu akan lebih salah lagi"
"Apa perlu kita hubungi pak Raka?
"Gimana ya Bu,bapak takut"
"Sama pak,ibu juga takut"
Saat keduanya tengah asik berbincang tiba-tiba ada suara mobil yang masuk setelah pak satpam membukakan pintu.
"Pak,itu sepertinya suara mobil pak putra"
__ADS_1
"Iya Bu,kamu benar seperti pak putra sudah kembali, setelah 3 Minggu dia menghilang tanpa kabar"
"Assalamualaikum" ucap salam
"Wa'alaikumussalam" sahut keduanya
Melihat penampilan putra yang tidak baik-baik saja membuat sepasang suami istri itu tidak berani mengatakan perihal kepergian Inka,mereka akan menunggu saat Putra sudah lebih baik .
"Pak putra sudah kembali, bagaimana kabarnya pak?" ucap keduanya
"Hhmmhhhh ya beginilah keadaan saya, melelahkan saya ingin istirahat,namun sebelum itu siapkan makanan untuk saya Bu,saya sudah rindu masakan ibu"
"Baik,pak saya akan menyiapkannya"
Putra pun berlalu ke lantai atas badannya sudah lelah,bahkan putra tidak menanyakan keberadaan Inka atau sekedar bertanya kabar.
Flashback
Tiga Minggu yang lalu putra mengajak raya untuk bertemu di sebuah restoran,putra ingin meminta baik-baik pada raya untuk menyerah dan tidak lagi berharap pada dirinya,terlebih ada janin di dalam kandungan Inka,putra tidak ingin membuat bayinya menjadi korban,bahkan putra sudah bertekad untuk belajar mencintai Inka.
Namun niat yang ingin di sampaikan tidak sesuai kenyataan,saat raya mendengar kalau putra sudah melakukan hubungan suami istri dan bahkan akan segera memiliki anak,raya begitu kecewa,ia merasa sudah di khianati, meskipun pada kenyataannya putra dan inka tidak melakukan sebuah dosa, mereka halal melakukannya.
Setelah mendengar dan menyimpulkan apa yang ingin di sampaikan putra,raya pun berlari keluar dari restoran tersebut,putra mengejarnya namun nasib sedang kurang baik,raya tertabrak mobil dengan kecepatan tinggi,putra terkejut dan merasa bersalah.
Raya dilarikan ke rumah sakit,namun setelah dilakukan pemeriksaan dan sebagainya, dokter mengatakan kalau raya koma,dan tidak bisa di tentukan kapan ia akan sadar, mengingat kecelakaan yang di alami cukup parah.
Putra hanya menghubungi keluarga raya saja,bahkan dia memilih mematikan hapenya untuk ikut membantu merawat raya sampai gadis itu sadarkan diri.
Selama 2 Minggu raya koma putra selalu menemani,bahkan sampai dokter menyatakan keadaan raya sudah membaik. Pengorbanan putra selama ini membuka pikiran raya,bahwa raya hanyalah terobsesi dengan putra bukan lagi cinta,dan putra pun ingin menjadi suami yang bertanggung jawab. Setelah raya menyadari kesalahannya dia pun melepaskan Putra.
Pulanglah,temui istri mu,terima kasih sudah menjaga ku selama ini,aku berjanji tidak akan menggangu rumah tangga kalian lagi" ucap raya dengan penuh ketulusan
"Terima kasih sudah membebaskan aku dari semuanya,aku berharap kamu segera menemukan kebahagiaan mu"
Raya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Putra pun berlari kearah parkiran , rencananya dia akan ke hotel mengambil barang-barang miliknya selama menginap di sana,dan akan kembali ke rumah. putra berencana akan meminta maaf pada inka dan memulai semuanya dari awal.
__ADS_1
Flashback off
**