Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST


__ADS_3

Azan subuh berkumandang,Aldi sudah menciptakan kegaduhan di rumah kecil itu,entah apa yang sedang ia perbuat.


Tok....tok....tok....


"Kak,Mas. Bangun ini sudah subuh,apa kalian akan terus tertidur Hah" teriak Aldi dari luar hingga membuat Arumi geram.


"Kakkkk,sudahhhhh sub.." pintu pun terbuka dan teriakan Aldi seketika berhenti


"Apa yang kamu lakukan sepagi ini,kenapa kamu rusuh sekali pak Putra sedang tertidur." ucapnya tanpa ia sadari mengundang tawa Aldi


"Cie yang udah ada suami,di jaga banget ya biar suaminya tetap nyaman hehe." Aldi cengengesan karena sudah berhasil membuat kakaknya salah tingkah.


"Aldi! jangan ngaco kamu ya, sekarang kakak sudah bangun sudah sana pergi."


"Aku ingin mengajak mas Putra ke masjid dulu saat masih di Jakarta aku sering bertemu dengannya di masjid perumahan,aku yakin jika sekarang mas putra aku ajak ke masjid ia tidak akan keberatan. Tolong bangunkan ya kak,aku menunggu di luar."

__ADS_1


Arumi nampak menimbang dan akhirnya ia mengangguk.


"Baiklah , tunggu sebentar."


Tanpa disadari keduanya sebenarnya Putra sudah terbangun dari tidurnya,tepat saat orang-orang bershalawat di masjid sebagai tanda waktu subuh segera tiba. Percakapan demi percakapan yang keduanya lakukan pun Putra mendengarnya,sampai Arumi akan membalikkan tubuhnya Putra kembali memejamkan matanya,ia ingin melihat apa yang akan dilakukan wanita itu untuk membangunnya.


Arumi pun berjongkok di tempat tidur sambil memandang lekat wajah Putra,dengan lembut dan perlahan ia menyentuh lengan suaminya, sedikit gerakan agar putra terbangun.


"Pak,bangun sudah azan subuh,Aldi menunggu untuk pergi ke masjid." Tangan Arumi masih berusaha membangunkan Putra dengan perlahan


Yang pertama Arumi gagal melakukannya,sampai akhirnya ia memutuskan untuk menyentuh pipi Putra,dan menepuknya dengan lembut.


blushhhh pipi wanita itu merah merona, jantungnya sudah berolahraga karena perlakuan Putra. Sampai akhirnya ia tersadar dan menarik paksa tangannya yang di sentuh oleh Putra.


"Pak segera bangun,putra sudah menunggu mu di luar,saya akan menyiapkan baju Koko dan kainnya sebaiknya bapak berwudhu,dan ini sikat gigi juga handuk ." ucap Arumi sambil berdiri mengambil handuk dan memberikannya pada Putra

__ADS_1


"Baiklah, Terima kasih."


"Emmhh apa bapak membawa sikat Gigi?"


"Semalam Aldi memberikannya,"


"Baiklah."


Putra pun meninggalkan kamar Arumi dan pergi menuju dapur yang terdapat kamar mandi di sana. Tidak memakan waktu lama ia kembali ke kamar Arumi dan mengenakan pakaian yang sudah wanita itu siapkan.


"Baju milik siapa ini,apa milik mantan suami mu?" tanya Putra cemburu sebelum mengenakan bajunya


Arumi hanya mengerutkan keningnya.


"Mantan suami apanya, bukannya Dia suami satu-satunya,dan sekarang mantan suami apa dia juga mantan suamiku hmmh" Gumamnya dalam hati. Cie mengakui kalau putra suami satu-satunya.

__ADS_1


"Itu milik Aldi pak,saya mengambil dari kamarnya dan pastinya sudah meminta izin jadi bapak bisa menggunakannya dengan nyaman." sahut Arumi sambil merapikan tempat tidurnya


Putra tersenyum kegirangan, ternyata dugaannya salah. Sudah lebih dari 5 menit Aldi menunggu namun yang di tunggu tak kunjung datang,ia pun memutuskan untuk mendatangi keduanya.


__ADS_2