
"Akhirnya aku menemukanmu" Ucap suara di seberang telepon
"Raya" ucap Putra spontan
"Iya ini aku sayang,kenapa kamu main petak umpet denganku, hhmmhhhh tapi lumayan seru dan aku berhasil menemukan mu" ucap raya
"Darimana kamu tahu no telepon ku?"
"Hal itu tidak penting,yang jelas aku semakin dekat dengan kamu"
"Apa maksud kamu Ray?"
"Jangan panik seperti itu, sebentar lagi kita akan bertemu dan aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi"
"Jangan gila kamu,aku sudah katakan berulang kali,kalau aku sudah menikah" ucap Putra dengan nada tinggi.
"Aku tau Put,tapi apakah kamu mencintai istri mu, bukankah hanya aku yang kamu cintai"
"Itu dulu Ray, sekarang semuanya berbeda"
"Kamu yakin perasaan kamu untuk ku sudah hilang? hmmh aku ragu"
"Ray,aku mohon lupakan aku dan kita jalani hidup ini masing-masing seperti saat kita tidak saling mengenal" ucap putra memohon
"Apa bisa seperti itu? kamu cinta pertama ku begitu juga sebaliknya,perasaan kita tidak akan mungkin hilang begitu saja, apalagi karena pernikahan yang tidak kamu inginkan. Sadarlah put,aku wanita satu-satunya yang akan kamu cintai"
Putra begitu frustasi ,apa yang dilakukan Raya termasuk kenekatan yang bisa saja menghancurkan pernikahannya. Sedangkan di tempat tidur Inka sudah sadar dari tidurnya,baru saja dia akan bangun dan mengambil air minum,namun ia urungkan karena mendengar putra yang sedang berbicara di telepon.
"Ya aku akui perasaan itu masih untuk mu dan tidak akan mudah pergi begitu saja,tapi aku sudah menikah Ray, meskipun aku tidak mencintainya namun sekarang Dia tanggung jawab ku" ucap Putra kembali dengan nada tinggi
"Jika kamu terpaksa menikah dengan dia,kenapa kamu tidak bercerai saja"
"Bercerai? kamu benar-benar gila! jika aku bercerai dengan raya sama saja aku menyakiti ibuku"
"Kita bisa bicara baik-baik pada ibumu,atau kalau perlu aku menjadi istri keduamu" usul Raya membuat Putra semakin frustasi
"Ya ampun Ray,aku tidak habis pikir sama kamu,kenapa kamu sampai berpikiran ingin menjadi istri keduaku. Sadarlah Ray, laki-laki bukan aku saja"
__ADS_1
"Aku tidak perduli dengan semua yang kamu katakan,jika perlu aku akan memohon langsung pada ibu dan istri mu untuk menerima aku sebagai istri kedua mu"
"Aku mohon Ray, berhenti lah"
"Semakin kamu bersikap seperti ini,aku semakin bersemangat untuk mendatangi ibu dan istri mu"
"Kamu mengancam ku?"
tuttttt tuttttt tuttt (telpon dimatikan)
"Aishhh sial! Kenapa semuanya jadi rumit seperti ini"
Inka menangis mendengar semua percakapan Putra dengan seseorang yang sudah bisa dipastikan kalau itu adalah Raya, terlebih mengenai Putra yang secara jelas mengatakan masih mencintai raya dan yang lebih membuat hati Inka pilu adalah permintaan raya untuk menjadi madunya.
Sebisa mungkin Inka menahan laju air matanya dan rasa sesak di dadanya,dia harus pura-pura tidur dan seolah tidak mengetahui semuanya.
***
Setelah Putra menitipkan Inka pada Bu Darmi dan memintanya menyiapkan semua keperluan Inka, putra pun bergegas pergi menuju sekolah Dia harus mengajar dan melupakan sejenak permasalahan yang ia hadapi,Putra berharap Raya tidak benar-benar nekad dengan ucapannya.
Putra terkejut bukan main,Dia mencoba menyembunyikan keterkejutannya tapi semua itu terlanjur.
"Bagaimana mungkin Dia ada disini,apa Raka mengkhianati ku,awas saja jika Dia melakukan itu!" ucapnya dalam hati
"Selamat pagi Pak Putra" sapa salah satu Guru
"Selamat pagi pak,kok belum masuk ke kelas masing-masing?" tanya putra
"Belum pak,ada sesi perkenalan dulu,ada guru baru lagi sama seperti bapak, sepertinya sekolah Pusat sedang berbaik hati mengirim guru-guru potensial nya" sahut guru yang di ajak putra bicara.
Putra hanya mengangguk. Setelah sesi perkenalan selesai semua guru memberikan ucapan selamat,namun berbeda dengan putra yang masih diam di meja kerjanya,ia tidak berniat untuk memberikan ucapan selamat datang kepada raya.
Menyadari hal itu Raya pun berinisiatif menghampiri Putra,dan memberikan tangannya untuk bersalaman. Karena semua mata sudah melihat ke arahnya, akhirnya putra menerima uluran tangan dari Raya.
"Aku berharap kita bisa bekerjasama dengan baik" ucap raya
Putra pun langsung melepaskan tautan tangannya,tidak ingin menimbulkan kecurigaan dan kesalahpahaman ,putra pun hanya mengangguk dan berlalu membawa buku buku miliknya sebagai bahan untuk mengajar.
__ADS_1
Raya hanya menanggapi sikap dingin putra dengan semirik senyuman.
"Tunggu aku put,aku akan kembali mendapatkan mu dan hanya aku yang bisa menjadi tempat mu pulang" ucap raya dalam hati.
**
Di jam istirahat,putra langsung menghubungi Raka,dia ingin meminta penjelasan atas apa yang terjadi.
📱(Putra menelpon Raka)
"Halo,ada apa put menelpon ku,aku sedang sibuk " ucap Raka yang memang sedang memeriksa laporan.
"Rak,apa kamu mengirim raya kesini ?" tanya putra terus terang
Raka yang sedang sibuk membaca laporan pun sejenak berhenti dan seolah mencerna apa yang ditanyakan sahabatnya.
"Apa maksud kamu?"
"Raya ada di sini,di sekolah tempat ku mengajar" sahut Putra
Raka memijat pelipisnya,dia tidak habis pikir dengan jalan pikiran raya,kenapa dia bisa senekat ini. Namun sejenak ia teringat mengenai papahnya yang meminta keterangan Putra ,apa jangan-jangan itu atas permintaan orang tua Raya,karena bagaimanapun papah raya dan putra adalah rekan bisnis.
"Aku tidak pernah memindahkan Raya kesana,dan aku tidak tahu menahu soal ini. Aku berani bersumpah pada mu ,bahwa aku tidak tahu hal ini,namun aku memiliki kecurigaan pada papah ku yang meminta informasi tentang mu. Bisa saja itu atas permintaan orang tua Raya,dan semua itu kembali'lagi atas permintaan Raya."
Putra terdiam Dia percaya jika hal itu yang di lakukan Raya, sepertinya raya sudah mulai berani menggunakan kekuasaan orangtuanya. Sebelumnya raya tidak pernah mau melakukan itu,karena menurutnya dia bisa melakukannya sendiri tanpa kekuasaan yang dimiliki oleh orang tuanya.
"Lalu aku harus bagaimana,dia sudah bicara yang tidak-tidak,dan mengancam ku. Aku semakin tidak mengenalinya" ucap Putra frustasi.
"Sebaiknya kamu bicarakan semua ini dengan baik-baik,aku yakin Raya akan mengerti. Aku takut jika kamu terus membiarkan masalah ini berlarut-larut justru akan berdampak pada pernikahan kalian"
"Sepertinya hal itu sia-sia,bahkan dia mengatakan ingin menjadi istri keduaku atau ceraikan Inka"
"Lalu kamu mau?".
***
Jangan lupa dukungannya ya, terima kasih ❤️💕
__ADS_1