Surat Terakhir

Surat Terakhir
SAH


__ADS_3

Pernikahan yang direncanakan pun hari ini akan dilaksanakan, semua keluarga besar Putra dan almarhum Inka ikut menyaksikan acara pernikahan yang diadakan secara dadakan. Dari pihak Arumi yang menjadi saksi adalah tetangga terdekat dan orang-orang penting di sekitar rumah Arumi seperti Pak RT pak ustad dan pejabat kampung lainnya.


Sedangkan dari pihak almarhum Inka yang lainnya seperti Arya dan Bu Rahmi tidak bisa menghadiri acara yang diadakan oleh Putra, mereka hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk pernikahan kedua yang akan Putra laksanakan. Mereka hanya berharap kalau Arumi bisa menjadi Ibu yang baik untuk Arka, dan juga Putra sebagai suaminya tidak mengulang kesalahan yang lalu yang akan membuatnya menyesal.


Sekitar pukul 9 acara pernikahan pun dilaksanakan Putra memberikan mas kawin yang sebelumnya sudah disiapkan oleh Inka, sepasang cincin kawin yang begitu simpel namun sangat elegan. Semua keluarga berharap ini adalah pernikahan terakhir dan mereka berdua bisa menjadi keluarga yang bahagia tidak seperti yang sebelumnya.


Erwin sebagai orang tua dari almarhum Inka menitipkan cucunya kepada Arumi berharap dengan pernikahan ini Arka bisa mendapatkan kasih sayang yang utuh, kala itu Arka hanya sebentar bisa bersama dengan ibunya karena takdir berkata lain. setelah ijab Qabul selesai dilakukan Erwin berbicara dengan Arumi dan juga Putra


"Putra, sekarang kamu sudah kembali menjadi seorang suami. Ayah berharap kamu bisa menjadi imam yang baik untuk Anak dan istrimu apalagi sekarang kamu sudah memiliki tanggung jawab yaitu Arumi dan juga anaknya."


"Dan untuk kamu Arumi sekarang kamu sudah menjadi bagian dari keluarga kami, menjadi istri sekaligus Ibu dari cucu kami Arka. Berharap kamu bisa menyayangi Arka seperti kamu menyayangi anak kamu sendiri, walau bagaimanapun saya harus ikhlas karena anak saya harus tergantikan. Namun saya iku bahagia karena Arka kembali menemukan sosok ibu,dan kini cucu saya bertambah satu orang. Kalian harus menjalani Rumah tangga ini dengan baik,Ayah berdoa agar kehidupan pernikahan kalian sakinah, mawadah, warahmah."


Terima kasih,Ayah. Atas doanya,Putra akan mengusahakan yang terbaik untuk kehidupan rumah tangga putra ,doakan selalu kami ayah"


"Pasti ,Put." sahut Erwin langsung memeluk menantunya


Sekarang giliran Arumi yang mengucapkan terima kasih pada Erwin dan yang lainnya.


"Pak, terima kasih sudah menerima saya menjadi pengganti dari almarhum anak bapak,saya akan berusaha menjadi ibu yang baik untuk Arka, doakan kami selalu pak,agar bisa melewati semuanya dengan baik."


Erwin mengangguk dan tersenyum haru,melihat Arumi seperti melihat sosok Inka,putri yang selalu ia rindukan.


"Mulai saat ini panggil saya ,Ayah. Sama seperti putra dan yang lainnya,dan kamu juga sudah menjadi bagian dari keluarga kami"


"Terima kasih,Ayah" sahut Arumi.

__ADS_1


Setelah zuhur acara pernikahan pun telah selesai dilaksanakan dan sebagian orang sudah kembali ke tempatnya masing-masing termasuk keluarga besar dari almarhum Inka dan Putra. saat ini tinggal lah Arumi, Rafa, Aldi, Putra dan juga Arka. Mereka sedang berdebat masalah tempat tinggal,saat ini Aldi memilih untuk tetap tinggal di rumah peninggalan orang tuanya sedangkan Putra sudah membujuk Aldi untuk ikut tinggal bersama mereka di rumah Putra begitu juga dengan Arumi. Namun Aldi tetap menolak dan ingin tetap tinggal di rumah yang saat ini ia tempati,lagi pula jarak rumah Arumi dan Aldi tidak terlalu jauh jadi Aldi bisa sesekali menginap di rumah Putra begitupun Arumi bisa menginap di rumah lama mereka.


"Aldi kamu yakin akan tetap tinggal di sini? Saya berharap kamu bisa ikut tinggal di rumah saya bersama kakak mu dan juga Rafa. " ucap putra pada adik iparnya


"Tidak pak,saya lebih nyaman tinggal di sini saja,lagi pula jarak rumah kami ke rumah bapak tidak jauh,sesekali saya bisa menginap dan bermain dengan kedua keponakan saya"


"Kamu serius Al? " tanya Arumi meyakinkan


"Al serius kak,lagi pula rumah ini harus ada yang mengisi agar tidak rusak ,ini peninggalan ayah dan ibu yang harus kita jaga kak. Aldi sudah besar,kakak tidak usah khawatir kalau Aldi kesepian Aku bisa mengajak Rohman dan Fahmi menginap di rumah seperti biasanya."


"Yasudah kalau seperti itu,kakak akan mengunjungi mu setiap hari dan kamu tidak perlu khawatir masalah bebersih rumah, memasak dan lainnya,kamu masih bisa fokus belajar untuk kelulusan mu"


"Baik kakak ku yang cerewet"


"Nah untuk keponakan keponakan paman yang tampan, sekarang kalian sudah menjadi keluarga sekaligus kakak dan adik. Kalian harus akur akur dan saling menyayangi,tidak boleh bertengkar oke?" ucap Aldi pada kedua ponakannya


"Ah gemasnya kalian berdua"


"Yasudah sebaiknya kita segera kembali ke rumah karena saya harus bersiap-siap untuk pergi ke luar kota. Arumi kamu bisa membawa pakaian kamu dan Rafa seperlunya saja"


"Baik ,pak."


"Arka dan Rafa malam ini tidak apa-apa kan ayah tinggal ke luar kota?"


"Apa sekarang aku sudah boleh memanggil Ayah?" tanya Rafa memastikan

__ADS_1


"Tentu saja boleh nak, sekarang kamu juga anak ayah," ucap Putra langsung memeluk Rafa dan mencium nya, sedangkan Arka hanya tersenyum karena sahabatnya kini sudah menjadi keluarganya.


"Terima kasih, Ayah" ucap Rafa


"Sama-sama sayang"


Aldi dan Arumi yang melihat pemandangan itu pun begitu terharu,Rafa yang selama ini merindukan sosok ayah sudah terpenuhi,semoga pengorbanan Arumi tidak sia-sia.


***


Pukul 1 siang Putra dan keluarga barunya sudah sampai di rumah,semua penghuni rumah menyambut kedatangan mereka. Mereka begitu bahagia saat majikan mereka kembali menikah dan memiliki keluarga yang utuh.


"Selamat datang di rumah ini Bu Arumi den Rafa" ucap Bik Hannas dan yang lainnya


"Akhirnya ,mbak Arumi bisa menjadi bagian dari keluarga ini,semoga mbak betah ya"


"Terima kasih semuanya,saya pasti betah tinggal di sini karena orangnya baik-baik heeh"


"Ibu bisa aja"


Karena Putra harus mengejar persiapan ke luar kota,ia pun segera naik ke lantai atas. Arumi pun mengikuti langkah Putra, bagaimana pun saat ini ia mempunyai tanggung jawab sebagai seorang istri.


"Pak,apa yang bisa saya bantu?" tanya Arumi sesaat putra akan masuk ke dalam kamarnya


"Tidak perlu,saya bisa sendiri. Oiya kamar kamu ada di ujung sebelah sana, berdekatan dengan kamar Arka, untuk Rafa sementara ini tinggal satu kamar saja dengan Arka saya yakin anak itu pasti senang" ucap putra pada Arumi

__ADS_1


Sementara Arumi begitu terkejut, bukankah seharusnya pasangan suami istri itu tinggal satu kamar,kenapa harus beda kamar?


__ADS_2