Surat Terakhir

Surat Terakhir
ST2


__ADS_3

Makan malam pun telah selesai, keduanya kini kembali ke kamarnya. Setelah melakukan shalat isya berjamaah,Arumi meminta Putra untuk melakukan shalat sunah dua rakaat.


"Mas,aku sudah memutuskannya. .." ucap Arumi


"Memutuskan apa sayang?"


"Aku akan memberikan hak mu malam ini juga,"


Putra terkejut sekaligus bahagia " Inikah kejutan yang akan kamu berikan untuk ku?"


"Hhmm mungkin" sahutnya singkat sambil mengangkat kedua bahunya


"Mas,sangat bahagia sayang. Terima kasih karena sudah bersedia melakukannya,dan ini kejutan yang tidak mas sangka."


Putra mendekat ke arah Arumi dan melepaskan mukena yang dipakai sang istri. Wanita sederhana dengan rambut yang tergerai panjang, hidung mancung dan memiliki bulu lentik,jangan lupakan wajah mulus tanpa noda.


"Bagaimana kamu bisa secantik ini,sayang. .." ucap putra sambil mengelus pipi dan memandang kedua matanya

__ADS_1


Arumi sudah terpaku malu, wajahnya memerah seperti kepiting rebus. "Mas,gombal aku jadi malu ." ucapnya menunduk


"Mas, gombal hanya sama kamu sayang. Semua orang pasti setuju kalau kamu itu cantik,bahkan mereka tidak akan pernah percaya kalau kamu sudah pernah mengandung dan melahirkan."


Arumi hanya tersenyum simpul, barangkali suaminya akan terkejut saat mendapat kejutan darinya.


"Yasudah,bisa kita mulai ibadah malamnya?"Tanya putra sambil menaikkan dagu Arumi yang sedang menunduk malu.


Arumi hanya mengangguk malu.


Putra mengajak Arumi berpindah tempat. Dengan gerakan perlahan ia mengangkat tubuh sang istri yang hanya mengunakan baju tidur tipis berbahan satin. Putra mendudukkan istrinya di tempat tidur,membuka satu demi satu pakaian yang melekat pada tubuh istrinya.


"Percayalah sayang,mas akan melakukannya dengan perlahan."


Sejujurnya Arumi gugup karena ini adalah pengalaman pertamanya. Namun bagaimana pun iya harus siap,cepat atau lambat hal ini akan terjadi juga. Arumi akan berusaha menahannya,banyak yang mengatakan pengalaman pertama akan sangat menyakitkan.


Putra mematikan lampu di kamarnya dan mengganti dengan lampu tidur yang cahayanya sedikit temaram . Wajah pucat dan gugup Arumi tidak terlihat lagi,namun hawa panas yang keduanya ciptakan begitu terasa.

__ADS_1


Putra sudah lebih dulu memulai aksinya, hasratnya sudah tidak bisa ditahan lagi. Hal pertama yang menjadi sasarannya adalah bibir Arumi berwarna peach yang selama ini menjadi candu bagi Putra. C*iuman yang awalnya penuh kelembutan kini berubah ritmenya menjadi lebih cepat karena dorongan *****,tangan putra sudah tidak bisa di kendalikan.


Arumi yang mendapatkan perlakuan itu sebagai pengalaman pertama merasa terbang melayang,tak bisa di bohongi kalau dia begitu menikmati sentuhan demi sentuhan yang putra lakukan.


Aahhh ahhhhhh Maaaasssssss geli sekali


"Nikmatilah sayang,aku akan melakukan hal yang lebih dari ini. Kamu suka?" tanya Putra di tengah kegiatannya melakukan *foreplay


Arumi* mengangguk disela nafasnya yang naik turun.


Hal itu membuat putra semakin bersemangat untuk melakukan lebih,dan membuat istrinya terbang ke nirwana.


"Sayang,mas akan melakukannya sekarang boleh?"


"Lakukanlah mas,aku milikmu seutuhnya."


Saat putra mendapatkan izin dari Arumi iya pun langsung melanjutkan kegiatannya. Membuka pakaian yang di kenakan ,dan melepas sisa pakaian yang melekat di tubuh Arumi.

__ADS_1


Deg-degan adalah hal yang saat ini Arumi rasakan, sedangkan Putra sudah tidak sabar untuk melakukannya, pikirnya tidak akan sesulit menjamah seorang gadis.


__ADS_2