
Siang harinya Putra sudah berada di kediaman Erwin,rumah itu begitu sepi seperti habis mengalami kedukaan ditinggal meninggal. Putra langsung masuk dan di sambut oleh asisten rumah tangga di rumah mertuanya. Wajah putra seperti ingin segera menemukan jawaban dan segera memeluk istrinya untuk meminta maaf.
Tak lama kemudian putra bertemu dengan ibu Maya mertuanya.
"Assalamualaikum ,Bu" ucap salam Putra
"Wa'alaikumussalam,kamu disini put?"
"Iya Bu,ada sesuatu yang ingin aku tanyakan,"
"Duduklah,ibu pun ingin bertanya sesuatu dengan mu"
Keduanya duduk dan berbicara setelah seorang asisten rumah tangga membawa minuman untuk mereka.
"Bu,apa ayah sedang pergi ke kantor?"
Ibu Maya hanya menggelengkan kepalanya.
"Ayahmu ada di kamarnya, beberapa hari ini dia tidak mau keluar kamar dia menangis seharian setelah mendapatkan surat dari Inka"
"Surat?" tanya putra,Bu Maya pun mengiyakan
"Iya, beberapa hari yang lalu datang sebuah surat yang ditujukan untuk ayah, awalnya kami mengira kalau surat itu adalah tulisan biasa atau sekedar ungkapan rindu seorang anak pada orang tuanya,tapi kenyataan yang kami terima begitu berbeda. Inka menuangkan isi hatinya,kekecewaan dan kesedihannya selama ini,bahkan dia berpamitan pada kami.." ucap Maya yang tidak bisa meneruskan kata-katanya karena rasa bersalah
Putra menyimak setiap kata yang ibu mertuanya ucapkan, meskipun inti dari itu semua belum ia pahami,ada hal yang mengganjal tentang Inka yang pamit,jika ibu mertuanya pun seolah dalam kesedihan lalu di mana Inka sebenarnya?
"Bu, sebenarnya putra kesini ingin menanyakan keberadaan Inka,menurut informasi dari asisten rumah tangga tempat kami tinggal,Inka pergi bersama Oma nya,apa ibu tahu dia bersama Oma yang mana? "
Lagi-lagi ibu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Apa maksud ibu?"
"Kami pun tidak tahu di mana keberadaan Inka,orang tua kami tidak sedekat itu untuk membawa Inka pergi" ucap Maya ,putra semakin di buat bingung. Maya menyadari hal itu pun lalu menjelaskan.
"Sebenarnya Inka bukan anak kandung ibu ... "
Deg deg kejutan apalagi ini,kenapa begitu banyak yang tidak ia tau tentang Inka.
"Sebelum ayah menikah dengan ibu,ayah pernah menikah dengan seorang wanita yang tak lain adalah ibu kandung Inka, singkat cerita karena mertua ibu tidak merestui hubungan keduanya dan menjodohkan kami,pada saat itu ibu pun sangat mencintai ayah,ibu nekat mendatangi ibu Inka untuk melepaskan ayah dan ibu berjanji akan merawat Inka dengan baik. Awalnya ibunya Inka menolak karena harus bercerai dengan suaminya dan juga melepaskan putri semata wayangnya,namun itulah persyaratan yang ayah buat,akan menikah dengan ibu asal Inka ikut bersama kami."
"Mungkin itu hanya sebuah alasan,agar nanti ayah bisa mengunjungi mantan istrinya dengan dalih seorang anak yang merindukan ibunya,namun rencana Manusia tidak sama dengan rencana yang maha kuasa. Ibu Inka lebih dulu di panggil yang maha kuasa karena sakit,hal itu membuat ayah terpukul dan setiap hari dia menangis dan meratapi penyesalan,persis dengan apa yang dia lakukan saat ini."
" Semangat hidupnya adalah Inka ,ayah kembali bangkit dan memulai semuanya dari awal,sampai dimana kedua orang tuanya menginginkan keturunan langsung dari ibu,dan meskipun tanpa cinta hal itu terjadi dan kami memiliki Dhika yang selama ini sangat di inginkan. Saat kami memiliki Dhika mungkin perhatian ayahnya sedikit terbagi apalagi saat Maudy lahir,Inka harus membantu menjaga adik-adiknya,disaat itu lah dia merasa sendiri"
"Bahkan saking tidak ingin menjadi beban untuk kami,dia saat SMP Dia sudah mencari uang sendiri dan sejak SD dia sudah giat belajar untuk mendapatkan beasiswa,itu semua tanpa sepengetahuan kami,bahkan saat SMA dan masuk asrama itu pun beasiswa . Ibu merasa sangat bersalah karena sudah mengabaikan dia .." ucap menangisi semua hal tentang Inka
Putra begitu terkejut mendengar kisah Inka yang begitu pilu, bagaimana wanita kecil itu ternyata rapuh luar dan dalam ,semakin menambah penyesalan dan rasa bersalah Putra. Seharusnya pernikahan ini adalah sebuah kebahagiaan untuknya namun kenapa Inka harus merasakan duka itu kembali. Bu Maya masih terisak menangis,sampai terdengar langkah kaki yang lemah ,ya itu adalah Erwin.
"Apa yang kamu lakukan pada putriku?" ucap Erwin memecah keheningan
"Ma__maafkan putra yah,putra sudah gagal menjadi seorang suami,tapi kedatangan putra kesini untuk menebus semuanya dan meminta pengampunan pada inka,namun .."
"Namun dia tidak ada di sini," sahut Erwin sendu
"Kenapa kamu menorehkan luka yang sama pada putri ayah, hidupnya sudah menderita karena memiliki ayah yang pengecut,lalu kenapa kamu melakukan hal yang sama. Kenapa kamu tidak menerima dia dengan baik, hidupnya pasti penuh kesedihan selama ini," ucap Erwin yang tak bisa lagi membendung air matanya
Putra menundukkan kepalanya dan ikut meneteskan air matanya, sementara Erwin tidak bisa sepenuhnya menyalahkan putra, karena Dia merasa semuanya adalah kesalahan Erwin.
"Aku minta maaf ayah,karena telah menjadi suami yang pengecut untuk istriku,tapi aku menyadarinya dan ingin memperbaiki semuanya,apa ayah tahu di mana Oma Inka berada? " tanya putra
__ADS_1
Erwin menggelengkan kepalanya,Dia tidak tahu Oma yang mana yang di maksud Inka,karena orang tuanya pun tidak sedekat itu untuk membawa Inka. Hingga Erwin menyadari sesuatu.
Apa kalian tinggal di kota S, perbatasan antara pedesaan dan kota?" tanya Erwin penasaran
"Benar ayah,kami tinggal di kota S perbatasan antara pedesaan ,dan kami tinggal di kotanya,kenapa yah,apa ada sesuatu yang ayah ingat?"
Erwin dan Maya saling memandang,dan mereka akhirnya paham siapa yang membawa Inka pergi.
"Di sana adalah tempat kelahiran ibunya Inka,masih ada beberapa kerabat ibunya yang tinggal di sana. Ayah tidak pernah lagi berhubungan dengan mereka setelah ibu Inka meninggal. Jangan jangan selama ini mereka mencari Inka dan takdir mempertemukan mereka" ucap Erwin menebak
Putra pun seolah mengiyakan ucapan ayah mertuanya.
"Apa ayah masih mengingat siapa mereka,dan tempat tinggal mereka?" tanya putra
"Sepertinya masih"
"Kita susul mereka yah,aku berjanji setelah menemukannya aku akan berusaha me jadi suami yang baik,dan aku akan menebus semua kesalahanku pada anak dan istriku"
Mendengar kata anak,Erwin sempat lupa bahwa sebentar lagi ia akan menjadi seorang Kakek,sama seperti putra ia pun akan membayar waktu yang hilang,akan memeluk erat tubuh Inka dan meminta pengampunan pada putrinya .
***
End ga nih 😂
Teman-teman ada masa kita terlalu menikmati hidup,entah menikmati persoalan yang ada atau menikmati kebahagiaan yang di dapat. Akan ada saat di mana kita bosan dengan Lika liku kehidupan ini dan memilih untuk ,"yasudah" tapi ada (diri sendiri) yang harus dihargai kerena sudah berjuang sejauh ini berikan apresiasi tertinggi setidaknya ucapan terima kasih.
Self talk
"Teruntuk diri terima kasih sudah berjuang melewati suka duka selama ini,aku kuat,aku penyabar dan aku bangga dengan ku yang pantang menyerah. Aku yakin bisa menjadi pribadi yang lebih baik,aku wanita shalihah yang dirindukan surga,aku ingin mencapainya dengan ridho Allah"
__ADS_1
Ada kalanya kita perlu berbicara dengan diri sendiri,dalam hening dan sepi.