Surat Terakhir

Surat Terakhir
73


__ADS_3

Kapan mbak dan mas akan kembali ke Indonesia?"


"Kami harus menunggu perkembangan selanjutnya, sekaligus melakukan pemeriksaan keseluruhan tentang kesehatan mas Reyhan,jika semuanya baik maka kami akan secepatnya kembali ke Indonesia."


"Baiklah mbak,semoga semuanya baik dan kami benar-benar menunggu kedatangan kalian,ini berita terbahagia yang aku terima,terima kasih.


**


Keesokan harinya Arumi menceritakan kabar bahagia yang diterimanya kepada Aldi. Aldi sangat bahagia mendengarnya,selain kesembuhan kakak sepupunya,ia berharap setelah ini kakaknya benar-benar menemukan kebahagiaannya.


Di hari Minggu yang cerah ini Arumi sudah mempersiapkan kata-kata untuk mengatakan semuanya kepada Rafa,bukan hanya Arumi tetapi juga Aldi. Keduanya sepakat untuk mengatakan yang sebenarnya, meskipun belum pasti kapan kedua orang tua Rafa kembali,namun mental Rafa harus dipersiapkan agar nanti tidak terkejut dengan kedatangan ayah dan ibunya.


Setelah sarapan mereka berkumpul diruangan rumah yang tidak terlalu besar, khusus untuk berbicara dengan Rafa toko mereka pun di tutup .


"Ibu dan paman mau bicara apa? aku sudah tidak sabar" ucap Rafa yang masih menunggu Arumi dan Aldi membuka suara,karena setelah makan Arumi memberi tahu Rafa bahwa dia ingin bicara.


"Sabar boy,tapi kamu janji apapun yang kamu dengar nanti tidak akan merubah apapun dari kami maupun kamu sendiri." tegas Aldi tidak ingin keponakannya bersedih


Rafa menganggukkan kepalanya meskipun ia tidak tahu maksud dari ucapan Aldi.


Arumi merasakan deg-degan yang luar biasa,ini lebih parah dari saat ia menerima lamaran Putra. Dengan hati-hati Arumi memulai kata demi kata untuk berbicara dengan Rafa,anak cerdas itu mendengarkan dengan khusyuk tanpa mencela sedikitpun.


"Rafa sampai kapanpun ibu akan selalu menyayangi kamu,kamu adalah salah satu kebahagiaan ibu. Apapun yang Rafa dengar nanti itu adalah kenyataan yang harus Rafa tahu,jangan membenci siapapun karena situasi yang terjadi adalah kehendak Allah."


Rafa masih mendengarkan Arumi dengan baik,walau masih dengan kebingungan tentang apa yang sebenarnya akan Arumi katakan.


"Rafa,kamu tidak seperti apa yang dikatakan teman-teman mu. Kamu memiliki keluarga yang utuh dan sangat menyayangi kamu .."

__ADS_1


Rafa masih mencerna kata demi kata yang diucapkan Arumi,belum menemukan maksud yang jelas, keluarga utuh? apa benar.


"Sebenarnya kamu bukan anak kandung ibu,Rafa masih memiliki ayah dan ibu. Mereka sedang berjuang untuk pulang dan segera menemui Rafa di sini." ucap Arumi terus terang


Deg


Rafa terkejut mendengar apa yang Arumi katakan, bagaimana mungkin dia mengatakan kalau dirinya bukan anak kandungnya,lalu dimanakah orangtuanya berada. Keterkejutan Rafa tidak bertahan lama,antara senang dan juga penasaran,lalu Rafa memutuskan untuk bertanya.


"Jika Rafa bukan anak ibu,dan rafa masih memiliki orang tua yang lengkap ,lalu dimana mereka? kenapa Rafa tidak pernah melihat mereka,apa mereka tidak suka dengan Rafa?" pertanyaan demi pertanyaan Rafa yang bersarang di kepalanya,membuat Arumi harus hati-hati menjelaskannya.


"Rafa. Ibu dan ayah Rafa sangat menyukai Rafa bahkan mereka sangat menyayangi Rafa. Tapi ayah dan ibu Rafa harus mengorbankan waktunya untuk berpisah sementara waktu dengan rafa,saat Rafa dalam kandungan ibu Rafa, ayah kamu mengalami musibah yaitu kecelakaan yang cukup parah. Namun ayah Rafa berjuang sangat keras untuk sembuh,lalu ibu Rafa merawatnya dengan baik. Karena ibu dan ayah Rafa harus berjuang bersama maka mereka menitipkan Rafa pada nenek dan ibu."


"Kenapa mereka tidak membawa Rafa?" tanya Rafa dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Arumi tersenyum,ia tahu Rafa begitu terkejut karena ini tidak mudah untuknya.


" Bahkan setiap hari saat kamu masih bayi selalu digendong ibumu ditemani tidur tapi Rafa selalu menangis kencang karena tidak mau digendong,hal itu membuat ibumu sedih. Bahkan saat di luar negeri ibu Rafa selalu menyempatkan menelpon bahkan melakukan video call,tapi lagi-lagi Rafa selalu menangis histeris. Jadi kami memutuskan untuk menyembunyikan ini sampai Rafa mengerti semuanya."


"Berarti Rafa jahat sama ibu Rafa,karena tidak mau digendong?" tanya Rafa polos


Arumi menggelengkan kepalanya.


"Rafa tidak jahat,hanya saja saat itu Rafa belum mengerti karena kamu masih bayi. Ibu berharap kamu bisa menyambut kepulangan ayah dan ibumu dengan senyuman manis,ayah dan ibu Rafa sudah berjuang sangat keras untuk bisa menemui Rafa. Jadilah anak yang baik dan buktikan sama mereka kalau ibu Arumi berhasil membuat Rafa menjadi anak yang baik. Kamu mau kan?"


Rafa pun mengangguk dan tersenyum.


"Jadi Rafa punya ayah dan ibu? mereka akan segera menemui Rafa Bu?" tanya Rafa penasaran

__ADS_1


"Iya sayang,mereka akan segera menemui kamu. Ayah dan ibu Rafa sudah sangat merindukan kamu."


"Rafa janji Bu akan tetap jadi anak yang baik,dan menyambut ayah serta ibu pulang"


"Rafa senang nak?" tanya Arumi


Rafa menganggukkan kepalanya,namun sesaat kemudian wajahnya terlihat murung.


"Kamu kenapa raf?"


"Bu,kalau ayah dan ibu Rafa kembali lalu bagaimana dengan ibu?" tanya Rafa sendu


Akhirnya Arumi mengerti kenapa Rafa tiba-tiba bersedih.


"Rafa sampai kapanpun akan tetap jadi anak ibu, meskipun nanti kamu sudah bertemu dengan kedua orang tua Rafa, semuanya tidak akan berubah. Namun Rafa harus tetap mendahulukan mereka , bukankah impian Rafa memiliki keluarga yang lengkap? jadi kamu harus bahagia yah" ucap Arumi menahan segala kesedihan,tidak bisa dipungkiri bahwa berat rasanya berpisah dengan Rafa,anak yang ia rawat seperti anaknya sendiri. Namun Arumi tidak boleh egois karena kebahagiaan Rafa jauh lebih penting.


Rafa langsung berhambur memeluk Arumi,ia begitu menyayangi Arumi, meskipun nanti ia bertemu dengan orang tua kandungnya,ia akan tetap menjadikan Arumi salah satu wanita yang paling ia sayangi.


**


Dilain tempat Putra masih mencari keberadaan Arumi bahkan ia terus membujuk bibi Aisyah untuk memberi tahu keberadaan mereka,namun bibi Aisyah tetap tutup mulut karena tidak ingin mengecewakan seseorang yang sudah menolongnya.


Arka masih menjadi anak yang pendiam tidak seperiang saat masih ada Rafa dan Arumi ,ia baru menyadari bahwa keberadaan mereka begitu berarti. Ketakutan demi ketakutan saat itu membuatnya bersikap menjadi anak yang egois, hingga akhirnya mereka benar-benar pergi. Arka pikir kepergian mereka akan membuat dirinya bahagia namun nyatanya ia merasa kosong ,Arka merindukan saat-saat bersama Rafa,jika boleh memutar waktu kembalikan masa bahagia saat bersama mereka.


***


Terima kasih sudah membaca.

__ADS_1


__ADS_2