
Setelah berkeliling untuk berpamitan pada tetangga terdekat yang mengenal Arumi, keduanya pun kembali ke rumah. Di sana sudah ada dari dan Alif , mereka sedang menunggu kedatangan sepasang suami istri yang baru saja kembali bersama.
"Assalamualaikum." ucap salam keduanya
"Kalian sudah datang?" tanya Arumi pada Alif dan Sari
"Sudah Mbak,baru saja kami datang." sahut Sari
"Memangnya ada mbak menyuruh kami berkumpul di sini?" sambung Alif
Arumi dan Putra pun bergabung dengan ketiganya.
"Mbak,sama mas Putra mau pamit,hari ini kami akan kembali ke Jakarta."
"Secepat ini mbak,apa tidak bisa lebih lama lagi di sini?" timpal Sari
"Inginnya seperti itu,terlebih kita baru merintis usaha. Tapi mbak kan harus ikut apa kata suami,selama mas Putra menepati janjinya untuk menjadi suami yang baik dan bertanggung jawab,wajib hukumnya mbak mematuhi suami."
Putra hanya tersenyum mendengar ucapan Arumi yang terdengar seperti sindiran untuk dirinya.
"hahaha iya mbak sari mengerti. Lalu bagaimana dengan toko kue mbak?"
__ADS_1
"Mbak akan menyerahkannya pada kalian bertiga,gimana apa kamu bersedia?" tanya Arumi
"Hmmh Apa bisa mbak?aku nggak yakin " ucap Sari
"Kamu meragukan kemampuan ku Mbak SAR?" timpal Aldi
"Bukan meragukan,kamu kan sibuk dengan kegiatan kampus mu,lalu bagaimana caranya menjalan pekerjaan dan sekolah secara bersamaan,memang kamu bisa?" tanya Sari
"Kita lihat saja nanti,kamu pasti merasa takjub Mbak sama aku haha" Aldi seolah menyombongkan dirinya karena sudah diragukan oleh Sari
"Sudah ... sudah kok kalian jadi berdebat gini. Alif kamu mau kan membantu mereka berduaan?"
"Alhamdulillah kalau seperti itu,mbak akan sangat bersyukur jika toko kue ini bisa berkembang pesat."
"Oiya,kalian jangan khawatir, Mas. akan memberikan modal untuk usaha ini,namun sebelum itu buatlah proposal sesuai budget dan konsep usaha kalian seperti apa. Mas berharap kalian bertiga akan jadi pengusaha muda sukses dan membantu membuka lapangan pekerjaan bagi orang-orang yang membutuhkan."
Arumi begitu bahagia mendengar apa yang disampaikan oleh Putra,Arumi benar-benar merasakan perubahan yang besar pada sosok Putra.
"Sungguh mas? berarti Aldi bisa mengajak beberapa teman Aldi yang membutuhkan pekerjaan dan masih butuh biaya kuliah."
"Tentu saja. Carilah tempat yang lebih luas dari ini,kalian bisa membuka kafe yang di dalamnya terdapat toko kue. Jadi selain bisa membeli kue untuk dibawa pulang,bisa juga di makan di tempat atau sekedar ngopi sambil nongkrong saja." ucap Putra memberikan saran
__ADS_1
"Wah ide bagus mas,tapi pasti butuh biaya besar."
"Mas yakin dengan kemampuan kalian,mas akan menginvestasikan uangnya sesuai kebutuhan kalian nanti,maka dari itu buatlah proposal,"
"Baik mas kami setuju."
**
Waktu menunjukkan pukul 10 siang,Arumi dan Putra harus segera berangkat ke bandara. Arumi begitu sedih karena harus meninggalkan Aldi sendirian, sejujurnya Aldi pun demikian,namun ia tidak boleh egois karena Putra lebih membutuhkan keberadaan sang kakak.
"Dek,jaga diri kamu baik-baik, belajar yang benar setelah lulus nanti kamu harus kembali tinggal bersama kakak." ucap Arumi pada sang adik.
"Iya kak,masih lama lagian untuk saat ini biarkan aku mandiri dan sukses. Aku akan membuat kakak bangga,selain berhasil di bidang akademik,aku juga akan membuktikan kalau aku bisa jadi pengusaha muda." ucap Aldi bangga
"Aamiin,kakak pasti merindukan kamu. Jika ada kesempatan untuk berkunjung ke Jakarta tolong temui kakak mu ini"
"Iya kakak ku" sahut Aldi dan keduanya saling berpelukan sebelum berpisah untuk sementara waktu.
***
Sudah mulai kehilangan semangat,ngerasa garing dan nggak dapat feel nya ,nggak tau harus ngarang apalagi. kalau ceritaku semakin membosankan maafkeun ya.
__ADS_1