
1 Tahun kemudian..
Setelah aku berhasil lulus dari asrama tempat ku menimba ilmu,akupun memutuskan untuk kembali pulang ke rumah ayah dan ibu,mereka menyambut ku dengan baik.
Jika kalian bertanya tentang kisah cinta sepihak ku saat masih di asrama, jawabannya adalah tidak ada harapan. Seminggu sebelum kelulusan di umumkan,ada pengumuman yang lebih mengejutkan yaitu rencana pernikahan pak Putra dan Bu Raya.
Menurut informasi yang ku dengar mereka akan menikah dalam waktu dekat, syukurlah saat pernikahan itu terlaksana aku sudah tidak di sini, setidaknya aku patah hati jarak jauh. Aku hanya bisa berdoa untuk kebahagiaan keduanya,dan semoga langgeng sampai maut memisahkan.
Hari ini aku bangun pagi sekali,aku ingin menerapkan kedisiplinan yang aku dapatkan saat di Asrama. Mengerjakan pekerjaan rumah dan membuat sarapan, dengan bantuan Bi Minah pastinya.
Pukul 7 pagi semuanya sudah rapih, setelah aku mandi dan bersiap aku pun kembali kemeja makan untuk sarapan.
"Selamat pagi semuanya" sapa ku pada keluarga ku
"Selamat pagi" sahut semuanya.
"Inka ,ibu dengar kamu yang menyiapkan sarapan pagi ini?"
"Tidak semuanya Bu,aku hanya membantu saja"
"Kamu sebaiknya istirahat ,jangan mengerjakan yang bukan tugasmu"
"Tidak apa apa Bu,lagian aku sudah kebiasaan melakukannya saat di Asrama"
"Sudah ... sudah kalau terus berdebat kapan sarapannya" ucap papah melerai ocehan ibu
Kami pun sarapan dengan hikmat, setelah selesai kami berkumpul di ruang keluarga. We**ekend kali ini terasa berbeda karena semua anggota keluarga berkumpul dalam jumlah yang komplit.
"Ka, rencana setelah lulus apa?" tanya Ayah
"Hhmh,aku mau daftar kuliah saja dan sisanya aku ingin bekerja yah"
"Bekerja?"
"Iya,aku ingin kuliah sambil bekerja"
"Ayah tidak mengijinkannya, sebaiknya kamu fokus pada pendidikan mu, setelah selesai kuliah baru bekerja"
"Tapi yah,aku pasti bosan kalau keseharian ku hanya ke kampus saja"
"Kamu bisa melakukan kegiatan lain yang tidak menggangu belajar mu"
"Maksud ayah apa?"
"Teman ayah punya Yayasan Pendidikan,nah kamu bisa mengajar di sana sebagai guru bantu, waktunya fleksibel bisa di sesuaikan sesuai jadwal kamu kuliah"
Aku terdiam sejenak mendengar penawaran ayah,namun setelah ku pikir pikir tidak ada salahnya juga, sekalian mengumpulkan pengalaman.
"Tapi apa bisa yah,aku kan hanya lulusan SMA?
__ADS_1
"Itu urusan ayah,siapa yang akan menolak anak cerdas seperti kamu"
"Ayah terlalu berlebih-lebihan"
Obrolan aku dan keluarga semakin seru, apalagi mengenai Dhika dan Maudy . Dhika saat ini sudah kelas 11 SMA sedangkan Maudy kelas 9 SMP. Dhika berubah menjadi laki-laki yang tampan dengan kharisma yang sudah tidak di ragukan di usianya saat ini,begitu juga Maudy, menjelma menjadi gadis cantik yang pastinya di kagumi kaum pria.
***
Keesokan harinya aku pamit pada ayah dan ibu untuk menemui Lala dan Gigi,kami akan mendaftar kuliah di tempat yang sama. O iya kali ini aku akan membawa Hesti untuk bergabung bersama kami, setelah 3 tahun terpisah dan kami hanya berhubungan via surat saja, akhirnya kami bertemu dan bertatap muka.
"Ya ampun Hes,aku sangat merindukanmu" ucapku sambil merentangkan tangan untuk memeluknya.
Kami pun saling berpelukan dan melepas rindu.
"Aku juga sangat merindukan mu"
"Bagaimana kabarmu hes,apa kamu masih berhubungan dengan teman-teman kita yang lainnya?"
"Kabarku baik,sesekali si aku masih sering komunikasi lewat hp dengan ocha dan yang lainnya,tapi setelah itu mereka tidak ada kabar lagi, mungkin sudah sibuk dengan dunia nyata"
"Setidaknya masih bisa bertukar kabar, mudah-mudahan mereka selalu sehat"
"Aamiin"
Setelah acara kangen-kangenan dengan Hesti kami pun memutuskan untuk segera bertemu dengan Lala dan Gigi, tepatnya di sebuah kafe kami janjian untuk bertemu.
"Hai,sudah lama kalian menunggu?" tanyaku pada kedua sahabat ku.
"Halah kamu kalau tidak ada Lala juga pasti ngaret,secara kamu dandan aja butuh waktu lama"
"Asal kamu tau ya,hari ini aku tidak dandan hanya menggunakan pelembab wajah dan lipstik saja. Mangkanya aku tidak percaya diri"
"Haha ,yaudah dandan gih"
"Ogah! udah engga mood "
"O iya perkenalkan ini sahabat aku waktu SMP namanya Hesti" ucapku memperkenalkan Hesti pada keduanya.
Mereka pun saling berkenalan setelah itu kami memesan minuman dan cemilan untuk menemani ngobrol santai kami siang ini. Di saat sedang asik mengobrol dengan rencana kedepannya tiba-tiba Gigi membuka percakapan tentang pak Putra yang membuat ku salah tingkah.
"Inka,kamu sudah tahu belum?" tanya gigi dengan antusias
"Belum Gi"
"Mangkanya aku kasih tau"
"Yaudah kasih tahu sekarang"
"Ka,Pak Putra gagal menikah sama Bu Raya,katanya orang tua Bu raya tidak merestui hubungan keduanya"
__ADS_1
Seketika aku terkejut dengan apa yang apa yang di katakan oleh Gigi.
"Inka kok kamu bengong?
"Hah,kenapa?"
"Iihhhh kamu dengerin aku ngga si?"
"Iya denger"
"Apa?"
"Pak Putra gagal menikah?"
"Kirain aku kamu ga dengerin,terus tanggapan kamu gimana?"
"Tanggapan apa?"
"Yaitu gagalnya pernikahan pak putra"
"Ya mau gimana lagi memang belum jodoh mungkin"
"Kasian ya,udah LDR lama. Pas tunangan aja Bu raya ngancam orang tuanya katanya,kalo ngga dia mau pergi dari rumah dan mau tidak mau Keluarga Bu raya merestui. Dan pas akan melamar papahnya menolak secara langsung,sampai sampai penyakit jantungnya kumat dan mau tidak mau Bu raya menuruti keinginan Papanya karena takut terjadi sesuatu. Begitulah kronologi nya"
"Dasar Lambe!" ucap Lala sinis
"Haha seru tau pas pegang hp terus gosip tentang pak Putra sedang happening jadi bisa nimbrung"
Hesti hanya menyimak karena dia tidak tahu tentang pak Putra jadi dia lebih asik mendengarkan dan sesekali mengobrol dengan Lala.
"Tapi ,kamu tau berita itu benar atau enggaknya darimana?"
"Berita ini sudah terverifikasi, Papahnya Bu raya langsung menjodohkan anaknya dengan salah satu anak rekan bisnisnya,lagi lagi sebuah drama kalau Bu raya menolak Papahnya tidak mau menjalani pengobatan dan memilih mati saja,jelas saja Bu raya tidak menolak"
"Dan parahnya lagi,pak Putra pun mengurung diri, menurut kabar yang beredar lagi,Bu raya adalah cinta pertama pak Putra sejak jaman putih abu-abu"
"Gi, sebenarnya kita mau ngomongin tentang urusan kuliah apa mau ghibah si? " ucap Lala mencoba menghentikan mulut lambe gigi
"Ya sambil menyelam minum jus,segerrrr" sahut gigi konyol
Aku terdiam mendengar cerita yang di bawakan oleh gigi,entah aku harus bahagia atau ikut bersedih mendengarnya. Mudah-mudahan pak Putra lekas menemukan kebahagiaannya.
***
Dukung selalu ya.
Menjadi Penghalu akhir-akhir ini tidak semenyenangkan saat awal-awal, regulasi yang di buat pihak aplikasi benar-benar merugikan para penulis. Sistem level yang semakin hari semakin menurun begitu juga dengan pendapatan.
Ah tidak mudah. Awalnya memang hobi tapi ternyata menghalu juga tidak mudah dan ingin sebuah apresiasi.
__ADS_1
Mangkanya dukungan kalian sangat penting.