
"Saya janji akan menjadi lebih baik dan kalian bisa benar-benar pergi jika saya melakukan kebodohan yang sama." ucap Putra merasa hampir menyerah karena sepertinya Arumi begitu keras kepala.
"Kenapa bapak harus mencari kami,toh jika permasalahannya ingin mencari pendamping kenapa harus saya,lagi pun Rafa tidak ada tinggal dengan saya lagi," ucap Arumi ambigu,membuat Putra bingung.
"Apa maksud kamu Rafa tidak tidak tinggal dengan kamu lagi,lalu Dia kemana?" tanya Putra penasaran
"Ayah Rafa sudah memiliki ayah,dan dia tidak membutuhkan sosok ayah lagi, Rafa sudah benar-benar bahagia bersama ayahnya tidak perlu ayah yang lain lagi." ucap Arumi terus terang
"Apa dia mantan suami kamu atau kamu sudah menikah lagi?" tanya Putra putus asa,karena mungkin saja. Hampir berbulan-bulan berpisah dengan Arumi,ia benar-benar menyangka kalau Putra sudah menceraikan Arumi,dan Arumi bisa menikah kembali atau kembali menikah dengan mantan suaminya. Padahal putra tidak tahu asal-usul Arumi, yang ia tau Arumi adalah ibu tunggal.
Arumi hanya tersenyum menanggapi ocehan Putra yang terkesan sok tahu,namun ia memutuskan akan membiarkan putra berprasangka yang aneh-aneh,toh ia juga harus melihat seberapa serius laki-laki dihadapannya ini,layak diberi kesempatan kedua atau cukupkan.
__ADS_1
"Terserah apapun yang kamu pikirkan yang jelas aku belum pernah menikah lagi,dan saya baru menikah sekali itupun secara siri dan tidak punya kekuatan secara hukum." sahut Arumi menyindir Putra
Ada rasa bahagia dalam diri Putra saat mendengar ucapan Arumi kalau Dia belum pernah menikah lagi, berarti Putra telah kembali bertemu dengan ayah kandungnya. Ia tidak peduli dengan masa lalu Arumi toh dirinya pun dipenuhi dengan masa Lalu yang pelik,yang terpenting masa depan akan Putra usahakan untuk mereka.
Kebahagiaan itu jelas tergambar di wajah Putra, Aldi yang melihat hal itu hanya menggelengkan kepalanya, keduanya belum menyadari bahwa Aldi belum keluar dari persembunyiannya dan sedang menjadi cctv bagi keduanya.
Sejujurnya Aldi pun bisa melihat ada kekaguman pada sosok Putra,namun sedikit luka yang Putra torehkan membuat Arumi memilih untuk membiarkan perasaannya menguap dan hilang. Tapi hal itu nampaknya tidak akan terjadi karena Putra seolah kembali menghadirkan bara cinta untuk Arumi.
Aldi memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya,dan memecah keheningan diantara keduanya.
"Hmmh,apa saya boleh menginap di sini?" tanya Putra ragu
__ADS_1
"Tidak!" sahut Arumi tegas
Aldi dan Putra menatap wajah Arumi heran
"Kenapa? " tanya keduanya bersamaan
"Ka..kamarnya cuma ada dua,lagi pula tidak enak sama tetangga kalau ada orang lain menginap disini,apalagi laki-laki." sahut Arumi
"Saya bisa kok tidur di ruangan ini." Putra menyahut ucapan Arumi
"Lagi pula pak putra masih suami kakak sah secara Hukum dan Agama ,bukan pasangan kumpul kebo,kalau memang mereka harus memeriksa kalian tinggal tunjukkan saja bukti pernikahan kalian,apa bapak membawanya?" Ucap Aldi penuh penekanan
__ADS_1
"Iya saya membawa surat nikah dan juga kartu yang bisa membuktikan bahwa kami sudah terdaftar bukan pernikahan dibawah tangan lagi."
"Wah bapak hebat,sepertinya persiapan bapak sudah matang untuk berperang bahkan senjata untuk melumpuhkan lawan pun tak ketinggalan haha."