Surat Terakhir

Surat Terakhir
5


__ADS_3

rumah sakit


setiba di rumah sakit vani langsung di pindahkan ke berangkar dan di bawah ke ugd


sedangkan salwa, astri,nasla menunggu di luar dengan pikiran yang kacau dan air mata yang terus mengalir trutama salwa


" ini semua pasti gara gara kak varo"tuduh astri


" ya hiikks ... pasti dia" tambah salwa


" udah ga usah nuduh nuduh orang lebih baik kita doain vani " balas nasla


"kita ga telfon kakak nya vani " tanya astri tapi tiba tiba


dokterpun keluar dengan wajah yang sedikit lesuh


" keluarga pasien" tanya dokter mudah dan tanpan itu


"kami sahabatnya dok" jawap nasla


" oh kalo begitu minta keluarga pasien untuk kemari" balas dokter


" ya elah dok ga bisa apa kalo kita kita aja " tanya salwa


" iya bener tuh lagipun kami sahabatnya dan ini anak pemilik rumah sakit ini " timpah nasla sambil menunjuk astri , ya memang rumah sakit ini adalah milik keluarga astri


" maaf tapi ini suda aturannya " jawab dokter

__ADS_1


" yaudah , tapi vani ga papa kan dok" tanya astri


" iya , dia tidak apa apa "


saat dokter sedang mengobrol dengan astri , salah satu suster memanggil dokter itu


" dokter pasien nya ..."belum sempat suster itu menyelesaikan omongannya dokter itu langsung kembali ke dalam


salwa, astri, nasla bingung dengan apa yang terjadi , dan hal itu membuat mereka hawatir


dalam UGD


vani yang baru sadar , dia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang bernuansah putih serta bau obat yang menyengat


" apa anda merasa pusing nyonya" tanya dokter yang bertuliskan dr efendi di bajunya


" panggil vani saja" perintah vani


" kalo gitu panggil aku kak efendi ya , lagipun aku juga masi mudah" pintah efendi dan sekali lagi di angguki oleh vani


" aku sakit apa kak " pertanyaan vani membuat wajah efendi pucat ,dia bingung bagaimana memberi tau vani tentang penyakitnya


" emmhh itu.. ka ..kamu " jawap efendi gugup


" yang jelas " perotes vani


" i...itu kamu sakit kangker otak stadium 2 " jawap efendi cepat tampa menatap vani

__ADS_1


vani mendengar itu hanya diam , dia masi mencerna kata kata efendi


" van .. vani kamu ga papa kan" tanya efendi


" siapa aja yang tau selain kamu" tanya vani tanpa menjawab pertanyaan efendi


" ga ada " jawap efendi


" jangan ada yang tau tentang ini , biar kita aja yang tau kak vani mohon " pinta vani


" tapi keluarga kamu berhak tau " efendi


" keluarga??? , vani ga punya keluarga kak " ucap vani , toh emang bener kan


" jangan ngomong gitu , aku tau kamu punya kakak" sangkal efendi karna tadi dia sempat mendengar ucapan astri


" dia bukan kakak aku hikkss ..... aku ga punya hiikks keluarga " jawap vani dengan tangisnya


" udah udah ga usah nangis , lagian masi ada sahabat kamu , dan kakak yang temanin kamu " ucap efendi menenangkan vani sambil me ngusap rambut vani , entah lah mengapa vani cepat akrab dengan efendi padahal vani bukan tipe orang yang gampang percaya , tapi saat dengan efendi dia merasa nyaman dan mendapat kasi sayang seorang kakak dari efendi


" kak , vani mohon jangan kasi tau siapa siapa ya" mohon vani


" iya tapi ada syaratnya"


" apa " tanya vani


" kamu harus mau jadi adik aku yaa dan mau aku panggil ade" jawap efendi dengan senyum

__ADS_1


" oke , vani setuju"


__ADS_2