Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 100


__ADS_3

Wajah Joanna menengadah keatas begitu juga dengan tubuhnya yang ikut melengkung keatas sementara kedua tangannya meremat apapun disamping kiri dan kanannya.


Dipandanginya ekspresi kesakitan yang saat ini ditampilkan oleh Joanna, sepertinya gadis itu sudah mulai merasakan sakit padahal itu baru ujungnya, Elrald tidak mau sampai terburu-buru dan bermain sehalus mungkin pada gadis yang saat ini akan menyerahkan mahkota satu-satunya pada Elrald.


"Aw, ka ah,"


"Joa sempit sekali, ah, aku kesulitan masuk bila bergerak pelan,"


"Tidak usah pelan kak aku engga apa-apa kok,"


Seolah menemukan solusi agar semakin dekat meraih pintu kenikmatan yang sejak tadi El coba untuk dobrak namun sangat sulit sekali untuk didobrak, tapi setelah Joanna berkata tidak usah pelan-pelan akhirnya Elrald mendorong terong Belanda itu dengan kasar untuk masuk seluruhnya kedalam inti milik Joanna.


"Aaaaaaa, ah, ah oh Fu c k,"


Joanna menjerit sakit sambil mencakar pundak El Joanna terus menjerit kesakitan, sementara Elrald yang merasakan miliknya dihimpit begitu nikmat lupa untuk bermain halus, seketika Elrald justru ketagihan untuk bermain kasar.


El menggerakkan pinggulnya maju mundur namun tidak mau pelan-pelan, justru El bergerak menggila ketika mengetahui rasa dari mahkota yang masih ori begitu menggigit terong Belandanya.


"Kak El, ah kak pelan ohh,,"


"Joa mikikmu enak sekali ah, aku ingin terus menikmatinya sayang,"


Tanpa peduli rengekan dan jeritan Joanna yang mengadu kesakitan, El tetap menghantam milik Joanna dengan kecepatan tinggi, bahkan El sempat menggerakkan pinggulnya dengan gerakan memutar.


Sekuat tenaga Joanna menahan seluruh rasa sakit diarea bawahnya, perih tapi meminta El untuk berhenti pun itu akan percuma! Dilihatnya wajah El sedang keenakan sambil kedua matanya terpejam menikmati tering Belandanya yang dijepit oleh milik Joanna.


Setelah cukup lama dengan posisi seperti itu, lama kelamaan Joanna tak lagi merasakan sakit diarea bawahnya melainkan rasa yang sulit dia utarakan dengan kata-kata, melihat wajah Joanna yang mulai keenakan El menyadari bahwa daerah bawahnya sudah mulai terbiasa untuk ditusuk-tusuk.


El tersenyum lalu perlahan menarik tubuh Joanna, memintanya agar bergerak diatas tubuhnya, kini posisinya terbalik El tiduran dan Joanna berada diatas tubuh El dengan terong Belanda yang masih tertancap diarea miliknya.


"Kau sudah tidak sakit kan Joa? Enak sayang?"


"Ah iya kak, enak sekali emthh pengen terus kak ah,"


"Kalau begitu gerakan pinggul mu, agar kenikmatan ini terus kita rasakan,"


"Iya kak, ah,"


El membantu Joanna menggerakkan pinggulnya karena terlihat gadis itu masih kaku dan malu-malu, barulah setelah El membantunya bergerak Joanna mulai rilex dan percaya diri menaik turunkan pinggulnya.


El terlihat memejamkan kedua matanya, gerakan pinggul Joanna membuat terong Belandanya seperti ditarik ulur, rasanya luar biasa nikmat dan baru kali ini El merasakan sempitnya mahkota yang masih ori.


"Joa, gerakan pinggul mu lebih cepat lagi sayang!"


"Ah, emth kak El ah enak kak,"

__ADS_1


"Iya sayang kalau lebih cepat lagi lebih enak,"


Mendengar permintaan Elrald yang menuntut gerakan pinggul lebih cepat, Joanna mulai gencar mempercepat gerakannya diatas tubuh El membuat wajah Elrald mendongak keatas dan seketika menggigit bibir bawahnya.


"Ah Joa, oh Fu ck Joa kau nikmat sayang!"


Elrald meracau hebat saat Joanna unjuk kebolehan dengan bergerak sangat cepat bahkan menggoyang sedikit.


Wajah Elrald terlihat sudah dikuasai oleh kenikmatan yang diberikan oleh Joanna, terong Belanda itu pun mulai berkedut.


"Ah Joa aku mau keluar ah lebih cepat lagi sayang ayo ah!"


Melihat Elrald sudah hampir mencapai puncaknya, Joanna pun menurut dengan bergerak sangat cepat bahkan tanpa jeda Joanna naik turun diatas tubuh Elrald hingga akhirnya Joanna merasakan sesuatu dibawah sana menyembur kedalam rahimnya.


"Ah, aku sampai,"


Tubuh Joanna juga ambruk diatas tubuh El, sementara El masih menikmati sisa-sisa semburan laharnya yang masih terus keluar. Nafas keduanya belum teratur namun Joanna dan Elrald saling melempar senyum kepuasan.


Setelah beberapa saat istirahat, Joanna pun turun dari atas tubuh Elrald rupanya disprai terdapat darah mahkota Joanna yang sangat sedikit bahkan hanya berupa bercak saja, dengan ini resmi bahwa malam ini Joanna bukan lagu seorang gadis.


"Untung darahnya sedikit," gumam Joanna.


"Kau takut jika berdarah sampai banyak?"


"Hmm soalnya dengar dari Britney dan Feli darahnya banyak padahal kak El sudah bermain kasar tadi,"


"Ish dasar," Joanna beranjak dari atas ranjang.


"Mau kemana?"


"Mau bersihin lah"


"Udah bisa jalan emang?"


"Bisa kak, tenang aja!"


Ternyata Joanna memang tidak lagi merasakan perih, hanya tadi saja saat pertama diterobos sekarang area bawahnya tidak sakit seperti tadi hanya saja memang masih linu.


Keesokan harinya, Daniel dan yang lainnya sudah berkumpul dimeja makan.


"Tuan, jadwal kemonya masih satu Minggu lagi kan?"


"Iya, kenapa memang El?"


Britney dan Angeline pun penasaran kenapa Elrald menanyakan jadwal kemoterapi yang masih satu Minggu lagi.

__ADS_1


"Bolehkah aku izin beberapa hari untuk kembali ke negara kita?"


"Ada apa? Kenapa kau tiba-tiba izin kembali?"


"Aku ingin menemui keluarga Joanna,"


Sontak saja Britney, Daniel dan Angeline melirik kearah Joanna, yang diliriknya malah senyam senyum saja.


"Jadi kalian sudah baikan? Kau mau melamar Joa, El?"


"Tidak Tuan, bukan melamar hanya minta izin dulu pada orangtuanya!"


"Cie," Britney menggoda Joanna.


"Brit," Joanna melotot.


"Oke lah boleh, toh jika aku ada perlu ke rumah sakit diantar Britney dan momy saja bisa kok!"


"Iya kan mom? Gimana menurut momy?"


"Ya momy si kasih izin, tapi jangan sampai satu Minggu ya El takut kalau Daniel pingsan atau kenapa-kenapa nanti kan kita wanita semua di rumah ini,"


"Baik Nyonya paling lama dua hari,"


"Eh Joa nanti mampir ke rumah momy dan Dady ku ya, katakan aku ingin makan kue kering buatan momy titipkan padamu saat kau kembali kesini!" pinta Britney.


"Kau mengalami food cravings (ngidam) Brit?"


"Iya, pengen banget deh makan kue kering buatan momy,"


"Loh sayang kok engga bilang sama aku kalau pengen kue kering? Kan aku bisa minta seseorang untuk kirim dari sana dari kemarin-kemarin,"


"Baru pengen barusan by lagian mumpung Joa sama kak El pulang biar sekalian saja kan,"


"Iya nona nanti akan aku bawakan,"


"Yang banyak ya El, soalnya saya juga mau!" kata Angeline.


"Momy juga doyan kue kering buatan momy Risha?" tanya Britney.


"Aduh kalau bicarakan kue kering buatan momy mu itu Brit, rasanya lidah momy ga sabar pengen cepet-cepet nyemilin! Rasanya itu enak banget,"


"Nah kan bener itu mom, dari aku masih didalam kandungan kata momy emang dia seneng buat bikin-bikin kue kering tadinay request Dady,"


"Repot kalau pengen makan kue kering bibi, karena ga dijual ya Brit?"

__ADS_1


"Iya Dady melarangnya!"


"Lagian pabrik uang mu sudah terlalu banyak Brit, jadi untuk apa Bibi Risha bisnis kue kering!"


__ADS_2