Teman Tidur Paman Daniel

Teman Tidur Paman Daniel
Bab 8


__ADS_3

Keesokan harinya Daniel dan Britney pindah ke apartemen yang baru Daniel beli, keduanya baru saja sampai didepan pintu apartemen dengan dua koper milik keduanya, Britney memang hanya membawa pakaian sedikit dan semua itu adalah pakaian baru, Britney hanya akan memakai pakaian yang dia beli satu kali setelah itu akan disumbangkan atau diberikan untuk anak pelayan di rumahnya.


Daniel membuka pintu apartemennya, sementara Britney mengekor dibelakannya! Apartemen itu lumayan luas untuk dua orang, didalamnya terdapat dua kamar, ruang tamu, dapur, dua kamar mandi, dan meja makan.


"Yes, Paman akhirnya aku bebas dari momy yang bawel dan Dady yang tukang ngatur!" Britney buru-buru menuju kamar utama yang letaknya disebelah kanan.


Daniel pun mengikutinya masuk ke dalam kamar utama itu. Rupanya Britney langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang, membuat Daniel kembali harus menelan salivanya karena gadis remaja itu selalu memakai rok mini dan kaos ketat yang menimbulkan keseksian lekuk tubuhnya, ditambah saat rebahan begitu rok mininya tersingkap.


"Paman, kenapa si ikut masuk ke kamar ini? Apa Paman juga akan tidur di kamar ini?"


"Tentu saja Britney, kau jangan lupa selama tiga bulan ini aku harus bekerja keras untuk membuat mu mencintai ku agar kita tidak bercerai, salah satunya ya dengan kita selalu tidur dalam satu kamar,"


"Terserah Paman sajalah!"


"Kau mau sarapan apa? Aku lupa belum menyewa pelayan untuk di apartemen kita,"


"Jangan sewa pelayan Paman, tidak usah lebih baik pakai jasa cleaning yang seminggu dua kali membersihkan apartemen ini, kita beli saja kalau makan,"


"Aku setuju dengan jasa cleaning, tapi aku tidak setuju dengan membeli terus makanan untuk kita konsumsi,"


"Memangnya kenapa?"


"Pemborosan namanya,"


"Ih Paman pelit banget si, masa CEO perusahaan kosmetik terbesar pelit sama istrinya,"


"Oh sekarang sudah merasa jadi seorang istri ya?" Daniel tersenyum lalu pergi ke dekat lemari untuk menata pakaiannya.


"Ish menyebalkan, Paman kau sedang apa?"


"Tentu saja menata pakaian ke lemari yang seharusnya ini dilakukan oleh istriku untuk membantu meringankan tugas suamimu ini,"


"Malas ah, aku mana pernah merapikan pakaian, semua dilakukan boleh pelayan di rumah kalau begitu sekalian pakaian punyaku Paman rapihkan juga ya!"


"Baiklah Princess,"


Setelah membereskan seluruh pakaian miliknya dan juga milik Britney ke lemari, Daniel bergegas menuju dapur untuk membuat sarapan untuk dirinya dan Britney, sementara Britney terlihat asik video call dengan Reymond kekasihnya.


Britney memamerkan apartemen barunya, dan mengatakan sekarang dia sudah bebas dan tidak akan ada yang melarangnya untuk pergi kemanapun. Setelah puas teleponan dengan Reymond, Britney keluar dari dalam kamarnya untuk mengetahui kemana Daniel pergi.


Tercium aroma masakan dari arah dapur, membuat perut Britney keroncongan.


"Wah harum farmer's omelette, pasti enak," Britney berdiri disamping Daniel.

__ADS_1


"Duduklah nanti aku siapkan di meja,"


"Oke Paman,"


Daniel menaruh sarapan lengkap dengan alat makan dan segelas jus strawberry di meja makan.


"Paman, besok aku kan mulai sekolah nanti siapa yang antar jemput?"


"Tentu saja aku suami mu,"


"Kalau Reymond?"


"Tidak perlu, aku bisa mengantar dan menjemput mu!"


"Yasudah deh,"


Saat sedang sarapan, Daniel terlihat sibuk dengan ponselnya membuat Britney penasaran.


"Paman, kau sibuk sekali dengan handphone mu,"


"Oh ini, Sierra katanya mau kesini dan melihat apartemen juga,"


"Ih ngapain si, ganggu banget!"


"Engga ganggu Brit, dia mau cari apartemen juga dan butuh referensi katanya,"


"Cemburu ya?"


"Idihh ngapain aku cemburu, cinta aja engga kok sama Paman,"


Siang harinya, Daniel menemani Britney menonton film kesukaannya di ruang televisi tertawanya renyah dan wajah Britney terlihat semakin cantik saat dia bahagia seperti ini. Keduanya menonton sambil memakan popcorn, Britney yang fokus menonton film sampai tidak sadar kalau ada sisa popcorn didekat bibirnya, Daniel pun tersenyum lalu mulai mengangkat tangannya untuk menyingkirkan sisa popcorn dibibir Britney.


Seketika Britney seperti tersihir saat wajah Daniel semakin dekat dengan wajahnya! Begitu juga dengan Daniel yang menikmati saat-saat dekat seperti ini, hingga tangan Daniel berhasil menyingkirkan sisa popcorn dibibir Britney setelah itu Daniel malah menyentuh bibir Britney dengan jari tangannya.


Rasanya lembut tak kenyal, bibir dengan warna merah muda begitu menggoda Daniel untuk merasakannya kembali, maklum ciuman pertamanya dengan Britney berlangsung kurang dinikmati karena didepan keluarga besar keduanya.


Daniel semakin mendekatkan wajahnya dengan Britney, dan entah kenapa Britney justru memejamkan kedua matanya. Kedua nafas keduanya saling bertukar tercium harum paper mint mungkin karena pasta gigi yang mereka gunakan.


Ting.


Nong.


Bunyi bel menyadarkan keduanya dari posisi yang nyaris membuat mereka menyatukan bibir. Britney buru-buru membuka kedua matanya, lalu mendorong tubuh Daniel.

__ADS_1


"Paman ih apaan si dekat-dekat, sana buka pintu ada tamu tuh!" Britney langsung terlihat gugup.


"Nanti kita lanjut lagi ya," Daniel beranjak dari ruangan televisi untuk menuju pintu.


Klek..


"Sierra, masuk! Masuk!"


"Www keren banget apartemennya Niel, kalau aku tinggal disini pasti akan betah banget deh," Sierra duduk di sofa ruang tamu sementara Daniel menuju dapur untuk mengambilkan minuman untuk Sierra.


Mendengar kedatangan Sierra, membuat Britney beranjak dari ruangan televisi untuk mengawasi Sierra entah kenapa insting Britney mengatakan wanita itu tidak sebaik kelihatannya. Daniel menghampiri Sierra dengan minuman kaleng ditangannya.


"Niel, kau sudah sarapan?"


"Sudah Ra,"


"Padahal udah aku buatin loh, selama di Jerman kan kamu kalau sarapan aku yang bikinin," goda Sierra.


Britney pun muncul di hadapan Daniel dan Sierra yang tengah duduk berdampingan.


"Sarapan Paman Daniel kau yang buat Sierra?"


"Iya, Daniel itu jarang banget beli diluar dia lebih suka sarapan yang aku buat di rumah,"


Membuat Daniel tidak nyaman Sierra mengatakan hal seperti itu didepan Britney.


"Iya Brit, itu dulu saat kita belum menikah Sierra adalah sahabat sekaligus sekertaris yang baik untukku," tak ingin Britney salah paham.


"Oh kau benar Paman, sahabat yang baik memang harus begitu bawakan makanan buat sahabatnya," Britney duduk di sofa.


"Iya ya, kita ini sahabat yang lucu ya banyak banget waktu yang sudah kita lewati, Niel kau masih ingat kan waktu kita jalan ke pantai kau memberikan mantel mu untuk menutupi tubuhku agar tidak kedinginan,"


"Sierra kau mau melihat-lihat seluruh ruangan di apartemen ini?" Daniel berusaha mengganti topik pembicaraan.


"Boleh, yuk!" Sierra dan Daniel sama-sama beranjak dari sofa, tangan Sierra bahkan tidak ragu menggandeng mesra Daniel.


Entah kenapa ada rasa kesal dihari Britney suaminya digandeng seperti itu oleh Sierra, tapi itu tidak terlalu dipedulikan oleh Britney.


"Biarkan sajalah mereka dekat, toh kurang dari tiga bulan juga aku akan cerai dari Paman Daniel, dan kembali menjalani kisah cintaku seutuhnya dengan Reymond." Gumam Britney


Ehh ada ayang Daniel pagi-pagi


__ADS_1


♥️♥️♥️


Maaf ya maak jarang balesin komenan satu persatu, soalnya maak baru aja dibohongin sama Dilan! Bilang Rindu itu berat, ternyata Dilan bohong yang berat itu bukan Rindu, tapi yang berat itu nulis dua novel sekaligus dan tiap harinya crazy up😅😅😅😅


__ADS_2