
Setelah menunggu Dokter hampir satu jam lamanya, akhirnya Dokter tiba di apartemen Daniel! Saat ini Laluna masih belum sadarkan diri bahkan ketika Dokter mengeluarkan peluru yang bersarang dipunggungnya, Laluna masih belum sadar juga.
"Paman, apa aku perlu memberitahu Dady dan momy?"
"Jangan Britney, tadi di taxi momy ku bilang dia tidak mau membuat khawatir Bibi Risha dan Paman Lan!"
"Apa momy mu benar berkata begitu?"
"Iya, momy akan menghubungi ketua group Limson untuk meminta bantuan nanti!"
"Lindsey sebaiknya dalam hal kriminal kita lapor polisi, agar Dady mu juga cepat ketemu," Daniel menyarankan Lindsey.
"Oh my God, ini rumit Paman Daniel ini harus ditangani langsung oleh mafia! Aku lebih percaya pada mafia Paman!"
"Ih anak tengil ini!"
"Sudah sudah kalian jangan khawatir, aku dan momy bisa mengatasi masalah ini!" Lindsey masih memperhatikan ibunya yang sedang mulai dijahit oleh Dokter.
"Paman kau lihat anak usia 12 tahun itu, kenapa dia bisa bicara seperti orang dewasa begitu?"
Daniel pun tersenyum melihat Britney keheranan dengan sikap Lindsey yang dewasa sebelum waktunya. Setelah menjahit bekas luka tembak dipungung Laluna Dokter berpamitan.
"Jahitannya belum kering, nanti ketika nyonya Luna sadar, kalian berikan obat ini untuk membuat luka jahitnya agar cepat kering!"
"Baik Dok," belum selesai Britney berbicara Lindsey sudah memotong pembicaraan.
"Baik terimakasih Dokter telah menyelamatkan nyawa momy ku, aku berharap Dokter bahagia selalu dan dilancarkan segala urusannya! Mari aku antar,"
Britney pun tercengang dengan gaya bahasa Lindsey yang so bijak.
"Paman apa dibanding bocah itu dia lebih dewasa daripada aku?"
"Iya dia lebih dewasa darimu, tapi saat aku menjadi anak-anak kau bisa menjadi lebih dewasa?"
"Kau menjadi anak-anak?" Britney bingung.
"Balita malah," Daniel mengedipkan matanya, andai saja Britney tau saat dia tidak sadar Daniel seperti balita yang kehausan hingga harus men yusu padanya.
__ADS_1
Huss ini jadi rahasia readers, author, dan Daniel ya jangan ada yang lemes, Hihihi lanjut.
"Britney kau sebaiknya tidur dengan Paman Daniel, kalian beristirahat lah maak aku dan momy jadi mengganggu!"
"Hei Lindsey kau itu harusnya memanggilku aunt, kenapa kau hanya memanggil nama saja?"
"Sudahlah umur kita hanya berbeda beberapa tahun! Lagipula kau masih seperti anak-anak Britney!"
"Ih dasar tikus got, kau sana mandi lalu tidur!" Britney pun pergi menuju kamarnya.
Malam itu dilewati Britney dan Daniel dengan hanya sekedar tidur bersama seperti malam-malam sebelumnya! Harusnya gawang itu sudah terjebol dari semalam, tapi terpaksa harus ditunda padahal Daniel sudah sangat berharap bisa melakukan itu pada Britney.
Keesokan harinya! Laluna sudah berada di dapur dan membuatkan sarapan bersama Lindsey, tak lama Daniel dan Britney keluar kamar.
"Aunty, kau sedang apa di dapur? Kau kan sedang terluka, ayo istirahat!"
"Tidak Brit, aku tidak apa-apa. Maaf ya kami sudah datang kesini,"
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Daniel.
"Rumah kami diserang Niel, aku tertembak dan Tan menghadapi mereka sendirian! Tan dibawa oleh mereka, karena itu aku sudah meminta bantuan ketua group Limson untuk menolong suamiku!"
"Bagaimana keadaan Paman Tan? Apa dia akan baik-baik saja?"
"Sepertinya yang mereka incar bukan suamiku Brit, tapi Dady mu! Beruntung dady mu sedang tidak ada di negara ini sekarang!"
"Ini pasti musuh Dady yang masih saja dendam! Yasudah, aku akan menjaga kalian disini!"
"Tidak usah, sebentar lagi akan ada beberapa anak buah group Limson datang dan berjaga didepan, kalian beraktivitas seperti biasa saja jangan khawatir,"
"Apa kau yakin tidak apa kami tinggal?" tanya Daniel.
"Iya Niel, aku dan Lindsey aman disini apalagi nanti akan ada pengawal untuk kami!"
Akhirnya Britney dan Daniel tetap akan pergi ke sekolah. Keduanya menuju basemant lalu masuk kedalam mobil.
"Paman apa kau masih menyukai aunty ku?" Britney mengigit bibir bawahnya karena keceplosan menanyakan hal seperti itu disaat Luna sedang kena masalah.
__ADS_1
"Tentu saja tidak!"
"Kenapa tidak?"
"Karena yang aku sukai kau,"
"Kau pasti bohong!" Britney menahan senyum karena senang Daniel memberikan jawaban yang dia harapkan.
"Hanya lukanya yang aku ingat, tidak lebih! Dan aku peduli pada Luna, karena walau bagaimanapun kita bersaudara sekarang,"
"Tapi aunty kan cantik, dewasa, jago masak sedangkan aku!" Britney menundukkan wajahnya.
Daniel pun menarik Britney lalu segera melu m at bibir bawah Britney, membuat Britney terkejut atas serangan dipagi hari ini, bahkan lokasi mereka berciuman di basemant seperti ini tapi dimana pun tempatnya saat naf su sudah hadir ditengah-tengah kedua insan berlawanan jenis pasti rasanya akan tetap nikmat.
Britney membalas lum at an Daniel dengan melu m at bibir bagian atas Daniel, keduanya saling menye sap semakin liar hingga Daniel terus memperdalam ciumannya dibibir Britney, naf su Daniel semakin meninggi saat berciuman dengan Britney seperti ini.
Di lum atnya kembali bibir Britney atas dan bawah secara bergantian hingga saliva Daniel tercecer disekitaran bibir Britney, Daniel melakukannya dengan sangat liar dan penuh naf su, untuk sesaat Britney melepaskan terlebih dahulu ciuman itu, setidaknya untuk beberapa detik agar dia bisa bernafas.
"Paman, kau kasar!" Britney begitu senang Daniel se ber ga i rah saat ini.
"Kau mengga i rah kan sekali Britney," lirih Daniel yang kembali menarik tubuh Britney agar bisa menyambar bibirnya.
Keduanya kembali berpagutan, Daniel tidak henti-hentinya melu m at bibir Britney hingga menggigit bibir bagian bawahnya, membuat kedua tangan Britney mencengkram kedua paha Daniel.
Tanpa sadar terong Belanda milik Daniel semakin meronta-ronta akibat kenikmatan yang sedang dirasakan oleh Daniel saat ini, celananya semakin sesak dan rasanya tidak nyaman saat sudah mene gang seperti ini.
Daniel semakin berna f su, lalu kembali menggigit bibir bawah Britney hingga membuat Britney meringis dan membuka mulutnya.
"Ahh mmth,"
Daniel pun memasukan lidahnya kedalam rongga mulut Britney, kedua lidah itu akhirnya bertemu untuk pertama kalinya dan bersama-sama saling membelit satu sama lain. Britney dibuat sangat terang sang oleh Daniel sampai tanpa sadar Britney me rem as-rem as kedua labu importnya sendiri dengan kedua tangannya.
Daniel pun mengarahkan kedua tangan Britney untuk melingkar saja dilehernya dan tidak perlu repot-repot mer e mas apa yang seharusnya menjadi tugas Daniel.
♥️♥️♥️
Yuhu udah bab-bab aman nih maak, pokoknya siapin mental untuk kalian yang baca karena akan terus bertemu dengan terong dan labu import kedepannya 😂😂😂Please jangan ngiler😝
__ADS_1