
Bab 7
Daniel tidak menjawab pertanyaan Britney, dia sendiri masih bingung akan perasaannya apakah dirinya benar-benar menyukai Britney saat ini!
"Aku harap, kau tidak menyukai ku Paman! Karena aku sendiri pun tidak akan pernah menyukai mu, dalam hatiku sudah terukir nama Reymond!"
Britney mengatakan hal seperti itu, tanpa peduli bahwa yang ada dihadapannya saat ini adalah suaminya! Siang harinya Daniel dan Britney memutuskan untuk pulang ke rumah. Setibanya di gerbang kediaman Tuan Lan, terlihat Reymond tengah dicaci maki oleh Tuan Lan dan Larisha.
Britney langsung meminta turun dari mobil, dan segera menghampiri Reymond.
"Momy, Dady stop it! Kalian keterlaluan sekali pada Reymond,"
"Kenapa memangnya, anak ini memang ha ya berandalan yang selalu membawa pengaruh buruk untuk mu Britney!" Tuan Lan semakin kesal karena Britney justru terus membela Reymond.
"Tidak apa-apa Brit, luka dipipiku akibat pukulan Dady mu tidak sebanding dengan luka di hatiku melihatmu pergi bersama laki-laki itu!
Reymond melirik kearah Daniel yang hanya terdiam menyimak kericuhan didepannya.
"Maaf Rey, aku tidak sengaja pergi bersama Paman Daniel, lagipula kau jangan khawatir karena aku sama sekali tidak menyukai Paman Daniel,"
"Britney, cepat masuk momy bilang!" Larisha akhirnya habis kesabaran melihat sikap anaknya yang tidak bisa menjaga perasaan Daniel.
"Nanti kita bertemu di sekolah oke Rey!"
"Oke honey, I love you!"
Britney langsung ditarik paksa oleh Larisha untuk masuk ke dalam rumahnya. Dari kejadian barusan, Britney berpikir bahwa tidak mungkin dirinya bisa bebas bertemu dengan Reymond dan menyelamatkan hubungan dua tahunnya dengan Reymond bila terus berada di rumah ini.
"Britney, momy minta,"
"Stop mom, aku janji tidak akan menemui Reymond lagi! Sekarang aku mau ke kamar," Britney bergegas meninggalkan Larisha dan Tuan Lan agar tidak memberikan ruang untuk keduanya mengomel lagi.
Disusul oleh Daniel yang pergi menyusul Britney. Di dalam kamarnya Britney menyusun rencana agar dirinya bisa bebas bertemu dengan Reymond, selain di jam sekolah. Tinggal di rumah orangtuanya membuat Britney yang sudah berusia remaja dan sedang banyak penasaran dengan dunia diluar, merasa dirinya terkekang sekali.
Britney mempunyai ide, untuk meminta Daniel membawanya keluar dari rumah ini dan tinggal bersamanya jauh dari kediaman Tuan Lan.
Klek..
Daniel masuk dan melihat Britney tengah mondar-mandir di dalam kamarnya.
"Itu tadi pacarmu?"
"Iya, kenapa memangnya?"
__ADS_1
"Tidak kenapa-kenapa," Daniel duduk di sofa sambil menyalakan televisi.
"Paman, kau kan seorang suami! Bukankah seharusnya seorang suami itu harus membawa istrinya untuk tinggal hanya bersamanya saja?"
"Jangankan membawamu tinggal berdua denganku, memintamu untuk tinggal satu kamar denganku saja kau tidak mau kan sampai harus ada syarat,"
Britney kemudian duduk disamping suaminya itu.
"Kali ini aku Paman, ayolah ajak aku keluar dari rumah ini please!"
"Kenapa kau mau keluar dari rumah orangtuamu? Karena ingin bebas bertemu dengan kekasihmu itu?"
"Memangnya kenapa kalau iya? Paman, hubungan ku dan Reymond sudah berjalan dua tahun dan kami terpaksa harus menderita karena kehadiran mu, masa kau tidak mengerti juga,"
"Baiklah, kita akan pindah! Aku akan membeli apartemen untuk menunggu rumah lama selesai di renovasi,"
"Asik, senangnya kau baik sekali Paman," Britney memeluk Daniel saking bahagianya akan terlepas dari kecerewetan kedua orangtuanya.
Namun tanpa Britney sadari, kedua labu import sintal miliknya itu tertekan dan terasa ditubuh Daniel betapa kenyal dan lembut seperti agar-agar, sontak saja sebagai laki-laki normal hal itu berhasil membangunkan terong Belanda yang semula tenang kini tegak berdiri.
"Britney, jangan memancing jika tidak memberikan penyelesaiannya,"
Britney pun melepaskan pelukannya, dan bingung dengan perkataan Daniel.
"Sudahlah aku ke kamar mandi dulu!"
Daniel pergi meninggalkan Britney yang dalam kondisi masih tidak mengerti dengan bahasa khusus laki-laki itu, tapi Britney tidak peduli akan hal itu yang terpenting sekarang Daniel sudah setuju untuk pindah rumah dari sini yang artinya kebebasan sudah didepan mata.
Daniel terburu-buru masuk kedalam kamar mandi! Di dalam kamar mandi, terong Belanda itu sudah meronta-ronta akibat gesekan kedua labu import sintal milik Britney.
"11 tahun sudah bersolo karier, bosan juga," Gumam Daniel.
Keesokan harinya!
Daniel dan Britney membeli sebuah unit apartemen yang letaknya tidak jauh dari sekolah Britney, Daniel memang sengaja memilih apartemen yang dekat dengan sekolah istrinya karena Daniel tau Britney sering bangun telat.
Keduanya tiba di rumah Tuan Lan masih siang hari, dan melihat Larisha sedang menyiram bunga-bunga kesayangannya di taman depan rumah.
"Momy," sapa Britney yang penuh dengan keceriaan.
"Ada apa nih?"
"Coba momy tebak aku dan Paman Daniel habis pergi darimana?"
__ADS_1
"Britney, sebaiknya jangan panggil suamimu itu dengan sebutan Paman, tidak enak didengar!"
"Ih momy, memang Paman Daniel sangat lebih tua dariku, dan aku sudah terbiasa memanggilnya Paman,"
"Tidak apa-apa mom, jangan terburu-buru nanti akan terbiasa tidak panggil Paman lagi,,"
"Kau beruntung sekali Brit memiliki suami seperti Daniel, katakan kalian dari mana?"
"Aku dan Paman Daniel baru saja membeli apartemen di dekat sekolah ku mom, kami akan pindah!"
"Mom jangan salah paham, bukan maksud ku ingin memisahkan Britney hanya saja kami ingin mencoba mandiri!" Daniel tidak enak hati harus menyampaikan ingin pindah dari rumah ini.
"Momy jangan sedih ya mom!" Britney mengusap pundak Larisha.
"Yes, yuhuuiii," Larisha mengangkat satu tangannya.
"Momy, kau tidak sedih aku akan pindah?"
"Akhirnya Brit, jantung momy akan sehat lagi dan darah tinggi momy akan hilang kalau kau pindah dari rumah ini!"
"Momy, dasar momy tidak sayang padaku,"
"Beranda Brit, tapi momy setuju saja jika kalian ingin tinggal berdua dan ingat Brit patuhi dan layani suamimu dengan baik,"
"Iya momy, ya sudah aku dan Paman Daniel akan berkemas dulu ya mom!"
Britney dan Daniel memasuki kamar mereka untuk mengemasi pakaian ke dalam koper, namun Britney tidak mau turun tangan dan meminta pelayan di rumahnya yang mengemas seluruh barang-barang yang dia butuhkan! Sementara Daniel mengemasi pakaiannya sendiri.
Malam harinya pada saat jam makan malam, Larisha dan Tuan Lan sudah berada dimeja makan disusul oleh Daniel dan Britney yang baru saja duduk.
"Niel, Dady dengar kalian akan pindah dari sini? Kau yakin sanggup mendidik gadis manja itu seorang diri?" sindir Tuan Lan.
"Dady, apa aku ini anak pungut? Kenapa kalian selalu mengatakan hal menyebalkan seperti itu,"
"Karena memang kenyataannya Dady dan momy saja kewalahan dengan mu Britney, Daday tidak mau Daniel menderita nantinya,,"
"Astaga Dady, memangnya ku apakan Paman Daniel sehingga Dady berpikir bahwa Paman Daniel menderita?"
"Pokoknya kau harus nurut sama suamimu dan ingat jangan membuat susah suamimu!" Tuan Lan menasehati Britney.
♥️♥️♥️
Guys maak author mau tanya dong, ada yang tau engga ya caranya biar postingan kita di group noveltoon FB ga kena spam??? Tadi pagi mau promosi ehh engga terkirim karena kena spam terus sama FB😭
__ADS_1